Bahaya yang Mengintai dari Penyakit Addison: Halusinasi Hingga Pingsan

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Addison? Di Indonesia sendiri, kasus ini tercatat mencapai 150 ribu per tahun. Dampak dari penyakit Addison pada kesehatan manusia cukup beragam, tergantung pada kondisi kesehatan tiap individu.

Penyakit Addison terjadi saat korteks adrenal mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan produksi hormon kortisol dan aldosterone menjadi terganggu dan tidak dapat dihasilkan dalam jumlah yang cukup. 

Seperti apa gejala yang ditimbulkan penyakit Addison? Apa penyebabnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Gejala penyakit Addison

Salah satu gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh seseorang yang mengalami penyakit Addison, yaitu lemah dan lesu. Penyakit Addison menghambat kelenjar adrenal, sehingga tidak mampu menghasilkan hormon yang cukup untuk kebutuhan tubuh. Padahal, hormon seperti kortisol ini berperan dalam membantu tubuh dalam merespons stres. Sementara itu, hormon aldosterone berperan dalam mengontrol kadar natriumkalium dan kalium dalam tubuh.

Gejala yang mungkin muncul pada seseorang yang menderita penyakit Addison, antara lain:

  • Nyeri pada bagian perut
  • Kadar gula darah menurun
  • Mengalami rasa mual dan ingin muntah
  • Perasaan menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung
  • Depresi
  • Siklus tidur terganggu
  • Detak jantung dan tekanan darah menurun
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap
  • Lemas otot
  • Hilangnya kesadaran
  • Penurunan berat badan
  • Depresi

Terlihat bahwa gejala penyakit Addison tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental seseorang. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, penyakit Addison dapat berubah menjadi krisis Addison dalam jangka waktu lama. Kondisi krisis Addison ini menyebabkan individu mengalami kebingungan yang parah, perasaan gelisah, bahkan halusinasi visual maupun audio.

Apa sebenarnya penyebab penyakit Addison?

Secara garis besar, penyebab penyakit Addison terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Mendiagnosis penyebab penyakit Addison dapat berpengaruh terhadap pemilihan cara pengobatan dan penanganan.

  1. Insufisiensi adrenal primer

Primary adrenal insufficiency terjadi saat kelenjar adrenal mengalami kerusakan yang parah, sehingga hormon tidak dapat diproduksi sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi saat sistem imun tubuh justru berbalik menyerang kelenjar adrenal atau yang juga dikenal dengan penyakit autoimun. Di samping itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh tumor atau kanker, konsumsi obat tertentu, seperti pengencer darah maupun obat glukokortikoid, dan infeksi pada tubuh.

  1. Insufisiensi adrenal sekunder

Kondisi ini terjadi saat kelenjar hipofisis dalam otak tidak dapat menghasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH). Hormon ini berperan untuk memberikan komando kepada kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan tubuh pada waktu tertentu.

Insufisiensi adrenal sekunder juga dapat terjadi ketika seseorang tidak mengonsumsi obat kortikosteroid sesuai resep yang diberikan dokter. Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi penyakit kronis, seperti asma. Adapun penyebab lain dari insufisiensi adrenal sekunder, yaitu faktor genetik, cedera otak traumatis, konsumsi obat tertentu, bahkan tumor. 

Seseorang dengan kondisi kesehatan seperti di bawah ini, memiliki risiko tinggi terkena penyakit Addison.

  • Pasien penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 atau Graves‘ disease
  • Pasien infeksi kronis, seperti tuberculosis
  • Pasien kanker
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar adrenal.
Read More Penyakit