Cara Menghilangkan Jerawat Pasir Berdasarkan Jenis dan Penyebabnya

Ada beberapa cara menghilangkan jerawat pasir yang bisa dilakukan

Tahukah Anda, bahwa jerawat pasir hanyalah istilah untuk menyebut benjolan kecil seperti beruntusan yang timbul secara bersamaan dan merata. Meski dinamakan jerawat pasir, kondisi ini tak hanya disebabkan oleh jerawat. 

Jerawat pasir dapat disebabkan oleh tumpukan sebum dan sel kulit mati, atau reaksi alergi. Ada beberapa cara menghilangkan jerawat pasir. Sebelum memulai perawatan, ada baiknya Anda mengetahui jenis dan penyebab jerawat pasir terlebih dahulu.

Cara menghilangkan jerawat pasir berdasarkan sebab dan jenisnya

Berikut ini beberapa sebab jerawat pasir serta cara mengatasinya:

  • Komedo

Jerawat akibat komedo disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori oleh penumpukan minyak berlebih dan kulit mati. Komedo terbagi menjadi dua jenis, komedo putih (whitehead) dan komedo hitam (blackhead).

Komedo hitam disebut dengan komedo terbuka, karena pori-pori wajah terbuka sehingga penyebab penyumbatan teroksidasi. Hal inilah yang menjadikannya tampak berwarna coklat kehitaman. 

Sedangkan, komedo putih disebut komedo tertutup karena pori-pori wajah tertutup, membuat minyak dan sel kulit mati yang menumpuk tetap memiliki warna aslinya yaitu putih kemerahan.

Cara menghilangkan jerawat pasir karena komedo adalah rajin mencuci muka dua kali sehari yakni di pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Gunakan sabun cuci muka yang mengandung kurang lebih 2% asam salisilat untuk membantu membersihkan pori-pori.

Hindari penggunaan strip pori komedo terlalu sering. Meski banyak dijual, strip pori sebenarnya dapat merusak kulit sekaligus menghilangkan minyak alami pada kulit. Strip pori hanya mampu menghilangkan bagian atas komedo dan tidak menyelesaikan masalah pori-pori tersumbat. 

  • Milia

Milia merupakan benjolan berwarna putih yang seringkali dikira sebagai jerawat pasir. Milia disebabkan oleh sel kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan kulit. 

Milia terbagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. Milia primer biasanya muncul di area wajah dan genital serta dapat hilang dengan sendirinya. Sedangkan milia sekunder merupakan efek dari terjadinya cedera kulit, seperti kulit terbakar dan paparan sinar matahari berlebih, yang muncul selama masa penyembuhan. 

Milia merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan tidak bisa diatasi oleh sabun cuci muka biasa. Jika Anda ingin menghilangkannya, gunakan produk perawatan wajah yang mengandung AHA (alpha hydroxy acids) untuk mengeksfoliasi kulit. 

Selain itu, Anda juga bisa meminta bantuan dermatologis untuk mengatasi milia. 

  • Folikulitis

Folikulitis adalah infeksi pada folikel atau tempat tumbuhnya rambut yang disebabkan oleh bakteri. Mencukur, mencabut, atau menyentuh kulit dapat mengiritasi folikel sehingga memicu folikulitis.

Benjolan ini umumnya muncul di dahi atas atau garis rambut. Adapun gejala folikulitis dapat berupa rasa sakit, gatal, dan terbakar. Tak jarang terdapat benjolan yang membengkak dan berisi nanah.

Treatment folikulitis tergantung pada jenis dan keparahan kondisi yang Anda alami. Pengobatan bisa berupa pemberian krim, salep, dan obat minum antijamur dan antibakteri. Intervensi seperti laser atau bedah kecil juga dapat membantu mengatasi folikulitis.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi yang paling umum adalah timbulnya ruam kemerahan dan gatal pada area tubuh tertentu. Namun, beruntusan atau jerawat pasir juga dapat menjadi indikasi alergi terhadap produk yang Anda gunakan.

Pertama-tama, tentukan penyebab alergi dan hentikan penggunaan produk sesegera mungkin. Usahakan tidak menyentuh atau menggaruk area tersebut untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Selanjutnya Anda dapat mengonsumsi obat antihistamin oral dan melakukan perawatan wajah seperti biasa. Jika tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Umumnya jerawat pasir dapat hilang dengan sendirinya. Namun bila Anda merasa tidak nyaman, Anda dapat melakukan cara-cara diatas.

Kebanyakan upaya diatas adalah perawatan secara medis. Terlepas dari itu ada beberapa cara menghilangkan jerawat pasir secara alami yang mungkin bisa Anda coba, seperti menggunakan minyak pohon teh atau gel lidah buaya.  

Yang terpenting adalah tidak menyentuh bahkan memencet jerawat agar tidak memperparah kondisi jerawat dan meninggalkan bekas kehitaman pada wajah Anda.

Read More Kulit dan Kecantikan

Seberapa Efektifkah Suntik Alergi Menyelesaikan Masalah?

Suntik alergi dapat meringankan gejala gigitan serangga.

Suntik alergi adalah cara pemberian imunoterapi alergen yang pada umumnya untuk meredam reaksi alergi yang sudah kronis. Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi gejala untuk orang yang memiliki alergi kronis.

Suntik alergi ini merupakan pengobatan jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi gejala alergi dari waktu ke waktu. Mereka telah terbukti mengurangi sensitivitas alergi dan memberikan bantuan yang bertahan lama setelah perawatan selesai. Ketika suntikan alergi diberikan, sejumlah kecil alergen tersebut disuntikkan ke lengan seseorang, dengan cara yang mirip dengan vaksin.

Fakta tentang suntik alergi:

  • Suntikan alergi adalah pengobatan alergi yang terbukti dan telah digunakan selama lebih dari 100 tahun.
  • Sebagian besar asuransi akan menanggung biaya suntikan alergi.
  • Suntik alergi telah terbukti mengurangi gejala banyak alergi.

Kebanyakan orang mendapatkan suntikan alergi setelah mereka mencoba perawatan lain yang tidak berhasil,  hal ini termasuk menghindari alergen dan minum obat, seperti antihistamin. Sebelum memulai suntik alergi, dokter biasanya akan melakukan tes alergi untuk menentukan alergen. Untuk tes kulit, dokter menempatkan sejumlah kecil alergen ke kulit Anda menggunakan jarum untuk melihat reaksi yang Anda lakukan. Untuk tes darah, dokter dapat melakukan tes radioallergosorbent (RAST) atau ImmunoCap.

Bagaimana Cara Kerja Suntik Alergi?

Seiring waktu, dosis alergen akan diberikan dalam jumlah yang terus meningkat untuk membangun kekebalan atau toleransi orang tersebut.

Perawatan akan dibagi menjadi 2 fase:

  • Fase build-up

Suntikan biasanya akan diberikan seminggu sekali selama 7 bulan pertama, meskipun dalam beberapa kasus hal tersebut bisa dilakukan lebih sering. Individu sering melihat penurunan gejala alergi mereka, selama fase membangun. 

  • Fase perawatan

Setelah 7 bulan awal, injeksi setiap 2 minggu biasanya sudah cukup. Suntikan dapat diberikan setiap 4 minggu, dan seluruh perawatan biasanya akan berlangsung antara 3 dan 5 tahun. Fase pemeliharaan sering dapat berlangsung selama 12 bulan sebelum seseorang mulai meperlihatkan peningkatan. 

Seorang spesialis alergi akan memutuskan dosis yang spesifik dan kesenjangan waktu antara suntikan dan juga kapan harus menghentikan suntikan alergi. Baik orang dewasa dan anak-anak dapat diberikan suntikan alergi, meskipun mereka biasanya tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 5. Pembatasan ini adalah karena sulitnya membuat anak-anak kecil bekerja sama dan berkomunikasi jika mereka memiliki efek samping.

Ahli alergi atau imunologi yang menggunakan peralatan yang tepat di kantor mereka, termasuk perawatan untuk reaksi yang merugikan, harus memberikan suntikan alergi. 

Apakah perawatan ini efektif?

Suntik alergi adalah cara yang sangat baik untuk mengobati alergi. Mereka juga dapat mencegah perkembangan alergi baru, dan pada anak-anak dapat menghentikan rinitis alergen berubah menjadi asma.

Mereka efektif dalam pengobatan alergi pada asma dan dapat meredakan reaksi alergi yang mengarah pada episode asma. Manfaat-manfaat ini dapat meningkatkan pernapasan dan mengurangi kebutuhan penderita asma untuk minum obat asma.

Sebuah studi yang dilakukan oleh American College of Allergy Asthma and Immunology (ACAAI) juga menemukan bahwa wanita hamil, yang memiliki suntikan alergi, selama kehamilan, dapat mengurangi kemungkinan bayi mereka terkena alergi. 

Efektivitas pengobatan memang bervariasi. Seringkali ini berkaitan dengan lama program yang dilakukan seseorang atau dosis alergen yang diberikan. Beberapa orang akan memiliki kelegaan yang langgeng sementara yang lain mungkin kambuh setelah perawatan dihentikan. Jika seseorang tidak mengalami perbaikan setelah suntikan alergi selama 12 bulan, itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor: 

  • Dosis alergen yang salah pada suntikan alergi
  • Alergen yang hilang pada individu ketika mereka pertama kali dievaluasi
  • Tingkat alergen yang tinggi di lingkungan tempat orang tersebut berada
  • Paparan pemicu non-alergi, seperti asap tembakau

Jika suntik alergi tidak bekerja, untuk alasan apa pun, maka ahli alergi atau imunologi akan dapat mendiskusikan pilihan pengobatan alternatif.

Read More Uncategorized