Prosedur Adrenalektomi yang Perlu Diketahui

Merupakan sebuah prosedur pengangkatan kelenjar adrenal, bisa pada salah satu atau kedua kelenjar sekaligus. Prosedur operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah dan dinamakan sebagai adrenalektomi. Kelenjar adrenal merupakan salah satu kelenjar kecil yang terletak tepat di bagian atas ginjal.

Fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan hormon yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mengatur metabolisme, sistem imun, tekanan darah hingga kadar gula darah, pada sebagian orang, sel-sel dari kelenjar adrenal tumbuh secara tidak normal atau abnormal dan tak terkendali yang berujung pada munculnya tumor.

Prosedur Adrenalektomi

Sebagai akibat dari tumbuhnya sel secara tidak normal berakibat pada produksi hormon yang meningkat dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk menangani masalah gangguan kesehatan ini, seseorang perlu melakukan prosedur pengangkatan kelenjar adrenal dan sangat mungkin dianjurkan oleh dokter dengan beberapa kondisi berikut ini.

  • Munculnya tumor kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon berlebih dengan ukuran besar, misalnya seperti berdiameter lebih dari empat hingga lima centimeter.
  • Tumor kelenjar adrenal bersifat ganas atau dikenal dengan nama kanker atau juga tumor yang dicurigai bisa menjadi ganas.
  • Kanker pada bagian tubuh lain yang menyebar ke kelenjar adrenal, contohnya seperti dari paru-paru ke ginjal.

Beberapa persiapan pun harus dilakukan sebelum masuk dalam prosedur operasi, seperti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari proses operasi. Lalu pasien harus memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dokter kemungkinan akan meminta pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut, selain itu pasien juga harus berpuasa.

Terdapat empat metode yang harus dilakukan dalam prosedur operasi ini, dokter akan kembali berdiskusi dengan pasien untuk menentukan jenis yang terbaik untuk pasien. Hal ini didasarkan pada ukuran dan tipe tumor kelenjar adrenal yang muncul dan kondisi kesehatan pasien secara umum, berikut di antaranya.

  • Operasi laparoskopi, merupakan operasi minimal invasif yang bida dipilih untuk menangani tumor adrenal dalam ukuran kecil.
  • Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA) juga merupakan operasi minimal invasif dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien untuk mengangkat kelenjar adrenal.
  • Bedah terbuka, operasi ini dipilih jika tumor kelenjar adrenal berukuran besar atau tumor bersifat ganas.
  • Krioblasi, proses ini menggunakan senyawa kimia untuk membekukan dan menghancurkan tumor, prosedur ini dipilih untuk menangani tumor kelenjar adrenal berukuran kecil.

Setelah melakukan proses operasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, pasien mungkin akan merasa nyeri yang muncul di sekitar area bekas sayatan. Kemudian, waktu penyembuhan pasca operasi juga terbilang bervariasi. Namun pada umumnya, seseorang bisa kembali beraktivitas secara normal kembali dalam dua hingga enam minggu.

Selain itu, seperti tindakan medis umum yang lainnya, adrenalektomi juga memiliki risiko komplikasi, bisa dalam bentuk luka ringan, sedang hingga cukup parah. Jika pasien khawatir dengan risiko komplikasi yang muncul bisa melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter, berikut ini beberapa risiko yang mungkin dialami setelah melakukan operasi.

  • Munculnya infeksi.
  • Munculnya perdarahan
  • Reaksi alergi, seperti misalnya karena terkena obat bius.
  • Mengalami cedera pada organ di sekitar kelenjar.
  • Mengalami hernia.

Sebelum melakukan operasi, pada umumnya dokter akan memberikan anestesi bisa berupa bisu lokal atau bius umum. Hal ini membuat pasien tidak akan merasa sakit selama operasi berlangsung, sementara itu operasi dilakukan hanya untuk mengangkat tumor, tetapi juga bisa untuk mengangkat kelenjar adrenal sekaligus.

Read More Penyakit