Jenis-jenis Infeksi Saluran Pencernaan

Jenis infeksi saluran pencernaan sangat bergantung pada jenis penyebabnya

Infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan diare, muntah, dan gejala tidak nyaman lain. Infeksi jenis ini disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Perawatannya cukup mudah, dan berfokus pada tetap membuat tubuh terus terhidrasi dan mendapatkan cukup banyak istirahat. Namun, perawatan berbeda-beda tergantung jenis dari infeksi yang diderita. Artikel ini akan membahas gejala dan jenis-jenis infeksi saluran pencernaan. 

Jenis infeksi saluran pencernaan

Ada tiga jenis infeksi saluran pencernaan, yaitu bakteri, virus, dan parasit. Perbedaan dari ketiganya antara lain adalah:

  • Bakteri

Infeksi saluran pencernaan bakteri terdiri dari infeksi yang ditularkan lewat makanan dan keracunan makanan. Beberapa bakteri penyebab infeksi jenis ini di antaranya adalah salmonella, E. coli, listeria, clostridium perfringens, dan infeksi staph. Meskipun semua jenis makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ini, beberapa jenis makanan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, seperti daging dan telur mentah atau tidak matang, produk olahan susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi, makanan yang tidak dimasukkan ke dalam kulkas dengan baik, daging deli, dan buah dan sayur segar yang tidak dicuci. Selain itu, orang-orang dengan infeksi saluran pencernaan bakteri juga dapat menyebarkan bakteri tersebut pada makanan yang mereka sentuh, untuk kemudian makanan tersebut akan menginfeksi mereka yang mengonsumsinya. 

  • Virus

Infeksi saluran pencernaan virus merupakan jenis infeksi yang umum terjadi. Orang-orang lebih suka menyebut kondisi ini dengan nama flu perut. Norovirus merupakan salah satu jenis virus pencernaan. Menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan Nasional (NIDDK), norovirus menyebabkan 21 juta kasus flu perut di Amerika Serikat setiap tahunnya. Virus jenis lain yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan jarang ditemui di Amerika Serikat. Vaksin dapat mencegah beberapa jenis infeksi virus, termasuk rotavirus. 

  • Parasit

Cacing usus atau parasite protozoa dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan parasite. Dua infeksi parasit yang paling umum dijumpai adalah giardiasis dan cryptosporidiosis. Menyentuh kotoran manusia yang ada di tanah secara langsung dapat menyebarkan parasite ini. Orang-orang juga dapat terinfeksi penyakit ini dengan meminum atau berenang di air yang terkontaminasi. Beberapa jenis infeksi parasite juga dapat menyebar lewat hewan ke manusia, salah satunya adalah toxoplasmosis yang dapat menular lewat sentuhan langsung dengan kotoran kucing. 

Gejala infeksi saluran pencernaan

Kebanyakan infeksi saluran pencernaan memiliki gejala yang sama, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Gejala infeksi saluran pencernaan umumnya adalah diare, mual, muntah, kram perut, hilangnya nafsu makan, demam, sakit otot, ketidakseimbangan elektrolit, kembung dan perut penuh gas, turunnya berat badan tanpa diinginkan. Infeksi saluran pencernaan umumnya bermula dengan tiba-tiba dan akan bertahan selama kurang dari 1 minggu (dalam kasus tertentu dapat bertahan lebih lama). Selain itu, infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang sama dengan infeksi virus, namun beberapa kasus dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi atau diare berdarah. Infeksi saluran pencernaan parasite dapat menyebabkan lendir atau darah pada diare dan akan terus menimbulkan gejala tersebut hingga penderita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

Infeksi saluran pencernaan dapat disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Tidak peduli apapun penyebabnya, gejala yang ditimbulkan akan memberikan rasa tidak nyaman pada perut, diare, kram perut, dan mual. Kebanyakan kasus infeksi akan sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, apabila seseorang menunjukkan gejala dehidrasi atau adanya komplikasi serius, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

Read More Penyakit