Penyebab dan Gejala Penyakit Barrett’s Esophagus

Istilah barrett’s esophagus mungkin asing bagi banyak orang. Meskipun istilahnya jarang didengar, bukan berarti kita tidak mau tau mengenai penyakit yang satu ini.

Barrett’s esophagus adalah penyakit yang terjadi karena perubahan lapisan jaringan di esofagus atau kerongkongan. Akibat rusaknya sel yang melapisi kerongkongan, sel tersebut berubah seperti jaringan yang ada di usus. Akibatnya, saluran kerongkongan penderitanya jadi lebih sensitif dan mudah terluka.

Padahal kerongkongan manusia itu harusnya memiliki jaringan yang kuat sehingga tidak menimbulkan kerusakan jika terkena gesekan saat makanan masuk ke mulut. 

Jika barrett’s esophagus tidak diobati dengan segera dan dibiarkan begitu saja, berpotensi akan berubah menjadi kanker. 

Penyebab Barrett’s Esophagus

GERD yang terjadi dalam kurun waktu lama ternyata bisa menyebabkan munculnya barrett’s esophagus ini. GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah penyakit pada saluran pencernaan ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Cairan asam dari lambung inilah yang menyebabkan esofagus menjadi luka. Jika terjadi terus menerus dalam waktu yang lama, tentu bisa mengalami barrett’s esophagus ini. 

Bahkan menurut data, 5-10% orang penderita GERD bisa terkena penyakit esofagus barret ini. Dan pria berpotensi lebih besar 2 kali dibanding wanita. 

Berikut beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan barrett’s esophagus.

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Mengalami obesitas
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Ras kaukasia
  • Memiliki riwayat gastritis
  • Perokok
  • Mengkonsumsi obat aspirin dan golongan OAINS
  • Mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak, tinggi lemak, dan pedas.
  • Kebiasaan tidur setelah makan.

Tanda dan Gejala Seseorang Mengalami Barrett’s Esophagus

Sebenarnya tidak ada gejala atau tanda khusus yang dialami oleh penderita barrett’s esophagus ini. Hanya saja kondisi ini umumnya disebabkan oleh GERD. Sehingga penting untuk tahu kondisi GERD Anda untuk mendeteksi barrett’s esophagus ini.

Lebih cepat dan dini diketahui, kondisi barrett’s esophagus pun bisa segera mendapat penanganan. 

Gejala yang ditunjukkan oleh barrett’s esophagus ini hampir mirip dengan penyakit asam lambung. Gejala yang dirasakan bisa berupa:

  • Dada terasa sakit 
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas dan bersuara mendesis
  • Muntah atau makanan tersedak
  • Tenggorokan kering atau suara penderita serak.

Pengobatan Barrett’s Esophagus dengan Obat

Perlu diketahui bahwa tujuan pengobatan adalah untuk mencegah asam lambung naik ke tenggorokan atau esofagus. Agar lapisan kerongkongan tidak terkikis dan menjadi rusak akibat cairan asam ini.

Adapun jenis obat yang bisa membatasi jumlah asam lambung Anda adalah seperti antiasam, proton pump inhibitor, dihidrogen antagonis, serta obat-obatan yang meningkatkan gerak gastrointestinal. 

Di antara obat tersebut, inhibitor pompa proton merupakan yang paling efektif untuk barrett’s esophagus. 

Pengobatan Barrett’s Esophagus di Rumah 

Berikut beberapa pengobatan yang bisa dilakukan di rumah dan perubahan gaya hidup untuk mencegah barrett’s esophagus.

  • Saat tidur, posisikan kepala lebih tinggi agar mencegah naiknya asam lambung
  • Selalu patuhi dan taati jadwal konsultasi dengan dokter untuk melihat kondisi kesehatan Anda
  • Patuhilah instruksi dokter dengan konsumsi obat yang diresepkannya. Jangan konsumsi obat tanpa resep atau sebelum berkonsultasi dengan dokter
  • Untuk mendeteksi penyakit ini hanya dilakukan dengan melakukan tes biopsi, jadi spesialis perut dan lambung akan melakukan tes tersebut
  • Jika dalam pengobatan Anda merasakan sakit perut dan makanan tersangkut di tenggorokan, segeralah hubungi dokter.

Lebih baik jika kondisi barrett’s esophagus lebih cepat terdeteksi agar penanganan yang dilakukan bisa lebih dini diberikan.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*