Lakukan Check Up Demam Bila Menderita Gejala Berikut

Demam adalah peningkatan suhu tubuh sementara akibat penyakit. Bagi orang dewasa, demam memang tidak nyaman, namun biasanya tidak akan menimbulkan kekhawatiran tertentu kecuali suhu tubuh mencapai lebih dari 39,4 derajat Celsius. Bagi anak-anak dan bayi, suhu tubuh yang tinggi dapat mengindikasikan adanya infeksi yang serius dan check up demam perlu dilakukan. Demam biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Beberapa obat-obatan OTC dapat menurunkan demam, namun akan lebih baik apabila tidak diobati mengingat demam dapat memainkan peran penting dalam membantu tubuh melawan berbagai jenis infeksi. 

Gejala yang perlu diwaspadai

Anda memiliki demam apabila suhu tubuh meningkat melebihi rentang angka normal. Apa yang normal untuk Anda dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal rata-rata, yaitu 37 derajat Celsius. Tergantung apa penyebab demam, lakukan check up demam apabila Anda atau keluarga menderita gejala seperti tubuh berkeringat, badan menggigil, sakit kepala, nyeri otot, hilangnya nafsu makan, dehidrasi, dan tubuh terasa lemah. Anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dapat menderita kejang demam. 

Demam biasanya tidak perlu menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Namun, ada beberapa kasus di mana Anda perlu mencari bantuan medis secepatnya dan melakukan check up demam apabila anak berusia kurang dari 3 bulan dan memiliki suhu dubur lebih dari 38 derajat Celsius; anak usia 3 hingga 6 bulan memiliki suhu dubur 38,9 derajat Celsius atau lebih dan menunjukkan gejala mudah rewel; dan demam lebih dari 38,9 derajat Celsius bertahan lebih dari satu hari pada anak usia 6-24 bulan dan ditemani dengan gejala lain seperti demam, serta batuk atau diare. 

Pada orang dewasa, lakukan check up demam apabila suhu tubuh berada pada angka 39,4 derajat Celsius atau lebih, dan ditemani dengan gejala-gejala lain seperti sakit kepala parah, ruam kulit yang tidak biasa, sensitivitas terhadap cahaya terang, leher yang kaku, bingung mental, sering muntah, kesulitan bernapas dan sakit dada, sakit perut atau adanya rasa sakit saat buang air kecil, dan kejang. 

Penyebab

Suhu tubuh normal beragam sepanjang hari (lebih rendah di pagi hari dan semakin meningkat di sore dan malam hari). Rata-rata suhu tubuh normal berkisar di angka 36,1 derajat Celsius dan 37,2 derajat Celsius. Demam yang dapat meningkatkan suhu tubuh dapat disebabkan karena virus, infeksi bakteri, kelelahan karena panas, kondisi peradangan tertentu seperti rheumatoid arthritis, tumor jinak, penggunaan obat-obatan seperti antibiotik dan obat yang digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi, dan imunisasi (seperti vaksin diphtheria, tetanus, atau pneumococcal).  Terkadang, penyebab demam tidak dapat diidentifikasi. Apabila Anda menderita demam selama lebih dari 3 minggu, kunjungi dokter untuk mendapatkan check up demam. 

Anak usia antara 6 bulan hingga 5 tahun dapat menderita kejang demam. Meskipun terlihat menakutkan, kebanyakan kasus kejang demam tidak menimbulkan efek jangka panjang. Apabila kejang terjadi, baringkan ia pada sisi tubuh; bersihkan daerah sekitar anak dari benda-benda yang tajam; lepaskan pakaian yang ketat; pegang anak untuk mencegah terjadinya cedera; dan jangan letakkan benda apapun pada mulut anak atau mencoba menghentikan kejang. Kebanyakan kasus kejang demam akan berhenti dengan sendirinya. Bawa anak ke dokter anak sesegera mungkin guna mendapatkan check up demam dan memastikan penyebab utama kejang. Minta bantuan kegawatdaruratan medis apabila kejang bertahan selama lebih dari 5 menit. 

Read More Penyakit

Musim Pancaroba Datang, Waspadai 5 Penyakit Ini

Musim pancaroba bisa menjadi tanda bagi para petani untuk mulai bersiap melakukan penanaman karena musim hujan sebentar lagi tiba. Namun bagi masyarakat umum, musim pancaroba juga dapat menjadi pertanda untuk bersiap-siap melakukan penjagaan kesehatan ekstra. Pasalnya, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ini cenderung mendatangkan banyak penyakit. 

Munculnya berbagai penyakit yang merebak pada musim pancaroba bukan tanpa alasan. Ini karena pada masa peralihan ini, terjadi perubahan suhu udara yang tidak menentu sehingga tubuh sulit beradaptasi. Fenomena alam seperti angin kencang juga hujan yang tiba-tiba pun kerap datang sehingga mudah melemahkan sistem imunitas Anda. Mulai menghilangnya sinar matahari pun membuat Anda bisa kekurangan kadar vitamin D yang sebenarnya baik untuk menjaga imunitas. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang identik dengan musim pancaroba. Meskipun penyakit—penyakit ini juga kerap terjadi pada musim lainnya, musim pancaroba seakan-akan meningkatkan jumlah penularan penyakit ini. 

  1. Demam Berdarah 

Demam berdarah dengue (DBD) seakan menjadi momok yang menyeramkan tiap kali musim pancaroba datang. Pasalnya menjelang musim hujan, kasus DBD meningkat tajam. Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Perubahan suhu dari musim kemarau ke musim hujan membuat populasi nyamuk melesat tajam, tidak terkecuali populasi nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyakit DBD. 

Gejala DBD yang paling kentara adalah munculnya bintik-bintik merah di kulit penderitanya. Namun selain itu, Anda juga mewaspadai gejala nyeri sendi, mual dan muntah, sakit kepala, sampai pembengkakan kelenjar getah bening. Pasalnya, gejala-gejala tersebut juga merujuk ke penyakit DBD. 

  1. Influenza 

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pernapasan, seperti influenza, juga kerap terjadi pada musim pancaroba. Pasalnya, suhu yang lebih rendah pada musim pancaroba membuat kondisi menjadi lembap dan virus menjadi lebih kuat bertahan hidup. Di sisi lain, sinar matahari menjadi lebih sedikit sehingga asupan vitamin D yang menopang sistem imunitas seseorang dapat menurun. 

Anak-anak dan orang lanjut usia menjadi golongan yang rentan mengalami influenza, khususnya pada peralihan musim seperti pancaroba. Ini karena sistem imunitas mereka cenderung lebih rendah. Gejala dari influenza sendiri meliputi sakit tenggorokan, batuk, pilek, sampai demam. 

  1. Diare 

Kondisi lembap pada musim pancaroba tidak hanya membuat virus influenza senang. Berbagai virus lain pun bersukacita karena kelembapan tersebut membuat mereka lebih kuat. Salah satunya adalah virus dan bakteri penyebab diare. 

Gejala dari diare khususnya adalah feses yang encer dan berulang kali pada penderita sehingga membuat cairan tubuh berkurang drastis. Umumnya pula, diare akan diikuti oleh rasa kembung dan mual yang mengganggu. Penularan diare biasa melalui makanan yang terkontaminasi. 

  1. Asma 

Penurunan suhu yang terjadi pada peralihan musim kerap membuat masalah saluran pernapasan. Bagi penderita asma, saat-saat inilah yang mesti diwaspadai sebab dapat membuat penyakit asma kambuh. Asma merupakan kondisi ketika saluran napas menyempit dan membengkak disertai dengan produksi lendir yang cukup banyak. 

Tidak hanya karena menurunnya temperatur cuaca, musim pancaroba rentan memunculkan kasus asma karena ada kecenderungan angin kencang pada masa peralihan ini. Angin tersebut kerap membawa berbagai pemicu alergi yang bisa memantik kambuhnya penyakit asma seseorang. 

  1. Chikungunya 

Satu lagi penyakit yang identik dengan musim pancaroba dan disebabkan oleh nyamuk, yaitu chikungunya. Meningkatnya kasus penyakit ini pada peralihan musim tak lain karena populasi nyamuk cenderung meningkat tajam jika ada perubahan suhu yang cukup ekstrem. 

Penularan penyakit ini berasal dari gigitan nyamuk. Anda akan mengalami gejala demam dan nyeri sendi jika mulai terjangkit penyakit ini. Berhati-hatilah sebab sama seperti DBD, chikungunya merupakan penyakit menular. 

*** 

Supaya dapat melalui musim pancaroba dengan lebih nyaman dan sehat, selalu perhatikan makanan yang Anda asup beserta kebersihan lingkungan. Makanan yang sehat dan lingkungan yang bersih dapat meningkatkan imunitas dan meminimalkan pertumbuhan virus yang tidak diharapkan. Anda pun dapat menjalani musim pancaroba dengan lebih prima.

Read More Penyakit

Penyebab dan Gejala Penyakit Barrett’s Esophagus

Istilah barrett’s esophagus mungkin asing bagi banyak orang. Meskipun istilahnya jarang didengar, bukan berarti kita tidak mau tau mengenai penyakit yang satu ini.

Barrett’s esophagus adalah penyakit yang terjadi karena perubahan lapisan jaringan di esofagus atau kerongkongan. Akibat rusaknya sel yang melapisi kerongkongan, sel tersebut berubah seperti jaringan yang ada di usus. Akibatnya, saluran kerongkongan penderitanya jadi lebih sensitif dan mudah terluka.

Padahal kerongkongan manusia itu harusnya memiliki jaringan yang kuat sehingga tidak menimbulkan kerusakan jika terkena gesekan saat makanan masuk ke mulut. 

Jika barrett’s esophagus tidak diobati dengan segera dan dibiarkan begitu saja, berpotensi akan berubah menjadi kanker. 

Penyebab Barrett’s Esophagus

GERD yang terjadi dalam kurun waktu lama ternyata bisa menyebabkan munculnya barrett’s esophagus ini. GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah penyakit pada saluran pencernaan ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Cairan asam dari lambung inilah yang menyebabkan esofagus menjadi luka. Jika terjadi terus menerus dalam waktu yang lama, tentu bisa mengalami barrett’s esophagus ini. 

Bahkan menurut data, 5-10% orang penderita GERD bisa terkena penyakit esofagus barret ini. Dan pria berpotensi lebih besar 2 kali dibanding wanita. 

Berikut beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan barrett’s esophagus.

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Mengalami obesitas
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Ras kaukasia
  • Memiliki riwayat gastritis
  • Perokok
  • Mengkonsumsi obat aspirin dan golongan OAINS
  • Mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak, tinggi lemak, dan pedas.
  • Kebiasaan tidur setelah makan.

Tanda dan Gejala Seseorang Mengalami Barrett’s Esophagus

Sebenarnya tidak ada gejala atau tanda khusus yang dialami oleh penderita barrett’s esophagus ini. Hanya saja kondisi ini umumnya disebabkan oleh GERD. Sehingga penting untuk tahu kondisi GERD Anda untuk mendeteksi barrett’s esophagus ini.

Lebih cepat dan dini diketahui, kondisi barrett’s esophagus pun bisa segera mendapat penanganan. 

Gejala yang ditunjukkan oleh barrett’s esophagus ini hampir mirip dengan penyakit asam lambung. Gejala yang dirasakan bisa berupa:

  • Dada terasa sakit 
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas dan bersuara mendesis
  • Muntah atau makanan tersedak
  • Tenggorokan kering atau suara penderita serak.

Pengobatan Barrett’s Esophagus dengan Obat

Perlu diketahui bahwa tujuan pengobatan adalah untuk mencegah asam lambung naik ke tenggorokan atau esofagus. Agar lapisan kerongkongan tidak terkikis dan menjadi rusak akibat cairan asam ini.

Adapun jenis obat yang bisa membatasi jumlah asam lambung Anda adalah seperti antiasam, proton pump inhibitor, dihidrogen antagonis, serta obat-obatan yang meningkatkan gerak gastrointestinal. 

Di antara obat tersebut, inhibitor pompa proton merupakan yang paling efektif untuk barrett’s esophagus. 

Pengobatan Barrett’s Esophagus di Rumah 

Berikut beberapa pengobatan yang bisa dilakukan di rumah dan perubahan gaya hidup untuk mencegah barrett’s esophagus.

  • Saat tidur, posisikan kepala lebih tinggi agar mencegah naiknya asam lambung
  • Selalu patuhi dan taati jadwal konsultasi dengan dokter untuk melihat kondisi kesehatan Anda
  • Patuhilah instruksi dokter dengan konsumsi obat yang diresepkannya. Jangan konsumsi obat tanpa resep atau sebelum berkonsultasi dengan dokter
  • Untuk mendeteksi penyakit ini hanya dilakukan dengan melakukan tes biopsi, jadi spesialis perut dan lambung akan melakukan tes tersebut
  • Jika dalam pengobatan Anda merasakan sakit perut dan makanan tersangkut di tenggorokan, segeralah hubungi dokter.

Lebih baik jika kondisi barrett’s esophagus lebih cepat terdeteksi agar penanganan yang dilakukan bisa lebih dini diberikan.

Read More Penyakit

Bahaya yang Mengintai dari Penyakit Addison: Halusinasi Hingga Pingsan

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Addison? Di Indonesia sendiri, kasus ini tercatat mencapai 150 ribu per tahun. Dampak dari penyakit Addison pada kesehatan manusia cukup beragam, tergantung pada kondisi kesehatan tiap individu.

Penyakit Addison terjadi saat korteks adrenal mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan produksi hormon kortisol dan aldosterone menjadi terganggu dan tidak dapat dihasilkan dalam jumlah yang cukup. 

Seperti apa gejala yang ditimbulkan penyakit Addison? Apa penyebabnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Gejala penyakit Addison

Salah satu gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh seseorang yang mengalami penyakit Addison, yaitu lemah dan lesu. Penyakit Addison menghambat kelenjar adrenal, sehingga tidak mampu menghasilkan hormon yang cukup untuk kebutuhan tubuh. Padahal, hormon seperti kortisol ini berperan dalam membantu tubuh dalam merespons stres. Sementara itu, hormon aldosterone berperan dalam mengontrol kadar natriumkalium dan kalium dalam tubuh.

Gejala yang mungkin muncul pada seseorang yang menderita penyakit Addison, antara lain:

  • Nyeri pada bagian perut
  • Kadar gula darah menurun
  • Mengalami rasa mual dan ingin muntah
  • Perasaan menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung
  • Depresi
  • Siklus tidur terganggu
  • Detak jantung dan tekanan darah menurun
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap
  • Lemas otot
  • Hilangnya kesadaran
  • Penurunan berat badan
  • Depresi

Terlihat bahwa gejala penyakit Addison tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental seseorang. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, penyakit Addison dapat berubah menjadi krisis Addison dalam jangka waktu lama. Kondisi krisis Addison ini menyebabkan individu mengalami kebingungan yang parah, perasaan gelisah, bahkan halusinasi visual maupun audio.

Apa sebenarnya penyebab penyakit Addison?

Secara garis besar, penyebab penyakit Addison terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Mendiagnosis penyebab penyakit Addison dapat berpengaruh terhadap pemilihan cara pengobatan dan penanganan.

  1. Insufisiensi adrenal primer

Primary adrenal insufficiency terjadi saat kelenjar adrenal mengalami kerusakan yang parah, sehingga hormon tidak dapat diproduksi sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi saat sistem imun tubuh justru berbalik menyerang kelenjar adrenal atau yang juga dikenal dengan penyakit autoimun. Di samping itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh tumor atau kanker, konsumsi obat tertentu, seperti pengencer darah maupun obat glukokortikoid, dan infeksi pada tubuh.

  1. Insufisiensi adrenal sekunder

Kondisi ini terjadi saat kelenjar hipofisis dalam otak tidak dapat menghasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH). Hormon ini berperan untuk memberikan komando kepada kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan tubuh pada waktu tertentu.

Insufisiensi adrenal sekunder juga dapat terjadi ketika seseorang tidak mengonsumsi obat kortikosteroid sesuai resep yang diberikan dokter. Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi penyakit kronis, seperti asma. Adapun penyebab lain dari insufisiensi adrenal sekunder, yaitu faktor genetik, cedera otak traumatis, konsumsi obat tertentu, bahkan tumor. 

Seseorang dengan kondisi kesehatan seperti di bawah ini, memiliki risiko tinggi terkena penyakit Addison.

  • Pasien penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 atau Graves‘ disease
  • Pasien infeksi kronis, seperti tuberculosis
  • Pasien kanker
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar adrenal.
Read More Penyakit

Bagi Pria, Hipogonadisme Lebih dari Masalah Seksual

Salah satu fungsi tubuh yang harus dipastikan kondisinya adalah fungsi seksual, karena dari sana kelangsungan riwayat manusia bisa terjaga. Kondisi ini mendapat banyak tantangan. Sebab banyak sekali masalah seksual atau reproduksi, tak terkecuali hipogonadisme, yang bisa diderita manusia.

Hipogonadisme merupakan kondisi medis yang menggangu kinerja kelenjar gonad atau dapat pula disebut kelenjar seksual. Masalah yang terjadi pada kelenjar itu membuat seseorang, baik pria maupun wanita, kekurangan atau bahkan sama sekali tak memiliki cukup hormon seks atau hormon testosteron.

Mereka yang tak memiliki cukup testosteron akan mengalami masalah seksual. Namun, bagi pria, masalah ini bisa berbuntut panjang dan hipogonadisme tak lagi sekadar urusan ranjang belaka.

Dikatakan bahwa defisiensi hormon testosteron membuat pria berpeluang mengalami beberapa penyakit berbahaya. Sebagai hormon seks utama laki-laki, testosteron diperlukan untuk menunjang berbagai mekanisme tubuh. Ketiadaan atau kurangnya hormon itu bisa merusak kinerja beberapa fungsi tubuh sehingga menyebabkan diabetes, serangan jantung, hingga stroke.

Akan tetapi jangan terlalu khawatir, meski kita juga tak boleh menyepelekan hipogonadisme. Laki-laki yang mengalami hipogonadisme mungkin akan mengalami beberapa gejala awal seperti kehilangan gairah seksual hingga disfungsi ereksi. Selanjutnya mereka juga dapat kehilangan massa otot, mengalami kerontokan rambut pada tubuh, serta mengecilnya ukuran testis karena masalah itu.

Adapun terkait penyakit turunan yang mungkin bisa didapat akibat hipogonadisme terjadi lantaran metabolisme di dalam tubuhnya terganggu. Hal ini didasari oleh sebuah penelitian yang menyebut bahwa seorang pria yang kekurangan hormon testosteron, orang tersebut biasanya juga mengalami gangguan sindrom metabolis seperti diabetes melitus dan dislipidemia.

Lebih lanjut, efek metabolis hipogonadisme juga berpotensi menyebabkan penurunan kadar kolesterol baik (HDL) dan penaikan kolesterol jahat (LDL), gangguan metabolisme glukosa, kenaikan kadar lemak, serta penurunan volume sel darah merah. Kondisi inilah yang pada akhirnya dapat memicu masalah-masalah pada jaringan peredaran darah, mulai dari serangan jantung hingga stroke.

Dilihat dari kenyataan tersebut dapat dikatakan bahwa perhatian lebih mengenai hipogonadisme ini amat diperlukan. Laki-laki yang sudah mengalami atau merasakan beberapa gejala awalnya disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapat pertolongan.

Di hadapan medis, seorang pria yang mengeluhkan kondisinya mungkin diharuskan menjalankan serangakain tes dan pemeriksaan terlebih dahulu agar dokter dapat menegakkan diagnosis.

Setelah itu, umumnya mereka akan mendapatkan terapi penggantian testoteron atau TRT melalui beberapa cara, seperti injeksi, patch (tempelan), gel, dan tablet. Penderita bisa juga mendapat suntikan hormon pelepas gonadotropin, untuk memicu pubertas atau meningkatkan produksi sperma.

Meskipun kebanyakan kasus hipogonadisme terjadi pada pria di atas usia 40 tahun, ketika semua sistem dan ketahanan tubuh secara alami mulai menurun, tetapi gangguan ini juga dapat terjadi pada usia muda, di bawah 30 tahun, bahkan sejak lahir. Jadi, masalah tersebut bisa mulai terjadi kapan saja. Bahkan, dari sejak seorang anak berada di dalam kandungan, akibat pertumbuhan testis yang abnormal.

Sayangnya, sebagaimana masalah seksual lainnya, hipogonadisme kerap tidak ditangani dengan benar karena ketidaktahuan masyarakat dan faktor malu. Ketika mengalami masalah disfungsi ereksi yang menjadi tanda utama hipogonadisme, kaum laki-laki kerap malu untuk berkonsultasi dan mencari terapi yang tepat. Padahal, 18% laki-laki penderita disfungsi ereksi mengalami hipogonadisme.

Nah, artikel ini dibuat sebagai tambahan informasi terkait masalah seksual pada laki-laki ini. Bahwa hipogonadisme bukanlah sesuatu yang harus disikapi sebagai sesuatu yang memalukan, tetapi harus dicari solusinya sedari dini.

Read More Penyakit

Apakah Fogging Nyamuk Berbahaya?

Tujuan dari fogging nyamuk adalah untuk membunuh, atau ‘merobohkan’, semua nyamuk demam berdarah dewasa yang mungkin membawa virus dengue.

Tetapi seberapa efektifkah fogging nyamuk? Jawabannya adalah sedikit efektif. 

Penting untuk dipahami bahwa fogging nyamuk hanya membunuh nyamuk dewasa di sekitar area yang terkena fogging. Fogging nyamuk tidak melakukan apapun untuk mengatasi telur dan larva yang muncul halaman atau rumah Anda.  

Untuk mencoba dan mencegah nyamuk yang terinfeksi menggigit orang lain dan menularkan penyakitnya, biasanya fogging nyamuk dilakukan di daerah di mana banyak kasus demam berdarah telah dilaporkan untuk mencoba membunuh nyamuk demam berdarah dewasa sebanyak mungkin.

Pada umumnya, insektisida yang digunakan untuk fogging nyamuk adalah piretroid sintetis yang sangat mirip dengan insektisida yang digunakan di sebagian besar kaleng semprotan serangga rumah tangga yang Anda gunakan.

Fogging nyamuk dibuat dengan meledakkan campuran insektisida dan air menjadi tetesan yang sangat halus melalui mesin fogging.  Jumlah insektisida di dalam kabut sangat kecil, dan disebarkan dalam jumlah yang hanya dapat membunuh sesuatu yang sekecil nyamuk. 

Sehingga menurut WHO, pada konsentrasi yang digunakan tidak akan ada efek kesehatan yang merugikan bagi orang yang sesekali terpapar fogging nyamuk. 

Karena fogging nyamuk hanya berhasil membunuh nyamuk dewasa, Anda masih memerlukan tindakan pencegahan di sekitar rumah. Ingat, karena bagaimanapun juga tindakan pencegahan sangatlah penting. 

Read More Penyakit

Kenali Gejala Maag Akut Serta Cara Mengatasinya

Penyakit maag terbagi menjadi maag kronis dan maag akut. Keduanya seringkali dianggap sama padahal berbeda dari segi serangan pada lambung. Maag kronis akan menimbulkan rasa sakit lebih lama sebab menyerang lambug secara bertahap dan perlahan. Sedangkan maag akut menimbulkan rasa sakit yang berlebihan namun bersifat sementara. Maag akut terjadi sebab lapisan lambung mengalami radang secara tiba-tiba.

Maag akut ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, cairan empedu masuk ke lambung, stres berlebih, serta penyakit autoimun. Jika Anda terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri maka dapat menimbulkan maag akut juga. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menjaga kesehatan agar tidak terserang maag akut.

Berbagai gejala maag akut

Banyak orang memiliki penyakit berupa maag akut namun mengira memiliki penyakit lain. Hal tersebut dikarenakan beberapa gejala dari maag akut mirip dengan penyakit lain. Berikut ini beberapa gejala yang seringkali muncul jika Anda menderita maag akut.

  • Mual dan muntah

Merasa mual setelah setiap saa? Bisa jadi Anda terkena maag akut. Salah satu gejala yang sering muncul pada penderita maag akut yaitu sering merasa mual, bahkan hingga muntah terutama setelah makan.

  • Sakit perut bagian atas

Penderita maag akut akan merasa sakit pada perut bagian atas. Terkadang, muncul pula rasa terbakar yang dapat menjalar menuju dada dan kerongkongan. Jika sakit sering muncul, maka kondisi Anda sudah parah dan sebaiknya segera mengunjungi dokter.

  • Masalah pencernaan dan feses berwarna hitam

Lambung yang mengalami iritasi sebab maag akut, dapat menyebabkan masalah pencernaan. Asam lambung yang berlebih pada penderita maag akut juga dapat menyebabkan kesulitan menelan. Selain itu, jika feses Anda berwarna hitam, Anda mungkin saja terkena maag akut.

  • Berkurangnya nafsu makan

Gejala lain yang muncul ketika mengalami maag akut yaitu berkurangnya nafsu makan. Hal ini sangat umum dirasakan oleh para penderita maag akut. Selain itu, biasanya perut akan merasa begah setelah makan.

Berbagai obat untuk mengatasi maag akut

Untuk mengatasi maag akut, Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis obat berikut ini. Akan tetapi, sebaiknya Anda tetap mengonsumsi obat-obatan berikut ini menggunakan arahan dari dokter agar mendapat dosis tepat.

  • Obat golongan antasida

Pemberian obat golongan antasida juga dapat membantu mengatasi maag akut. Berbagai obat golongan antasida berfungsi untuk menetralkan asam berlebih pada lambung. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter namun tidak untuk dikonsumsi dalam waktu lama sebab dapat menimbulkan efek samping.

  • Obat golongan H-2 receptor blockers

Maag akut yang disebabkan peradangan dinding lambung  atau gastritis dapat diatasi dengan obat golongan H-2 receptor blockers. Beberapa obat yang termasuk golongan ini di antaranya cometidine, famotidine, atau ranitidine.

  • Obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI)

Obat Proton Pump Inhibitor (PPI) memiliki fungsi mirip seperti H-2 receptor blockers, yaitu dapat menurunkan produksi asam lambung sebab menghambat pompa proton. Beberapa obat PPI yang seringkali diresepkan oleh dokter yaitu omeprazole, esomeprazole, lanzoprazole, atau pantoprazole.

  • Obat coating agent

Untuk Anda yang sering mengonsumsi obat antinyeri, maag akut dapat muncul dan melukai lambung. Mengonsumsi obat coating agent seperti misoprostol atau sucralfate dapat membantu melindungi lapisan lambung. 

  • Obat antibiotik

Apabila maag akut yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, maka Anda akan membutuhkan obat antibiotik seperti amoxicillin, clarithromycin, atau tetracyline. Obat antibiotik membutuhkan 10 hari hingga 4 minggu agar bekerja dengan baik tergantung kondisi Anda.

Beberapa cara juga dapat Anda terapkan untuk mencegah mengalami maag akut.  Pertama, Anda harus membatasi jumlah konsumsi alkohol serta obat pereda nyeri. Kedua, untuk menghindari infeksi bakteri, Anda dapat menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, masak makanan dengan benar hingga matang agar bakteri yang terkandung di dalamnya mati. Ketiga, kelola stres Anda agar tidak menumpuk serta menjadi beban. Usahakan untuk segera menemui dokter jika terdapat gejala maag akut untuk mengetahui penyebabnya serta mendapat pengobatan yang tepat.

Read More Penyakit

6 Obat Kurang Darah Alami dan Medis yang Harus Anda Tahu

Ternyata, 3 dari 10 penduduk Indonesia mengalami kurang darah. Kurang darah alias anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini, ada beberapa pilihan obat kurang darah yang bisa dicoba.

Penyakit anemia biasanya terjadi disebabkan oleh beberapa hal, seperti produksi sel darah merah yang berkurang,  terjadinya perdarahan masif maupun berkepanjangan, ataupun karena adanya penyakit tertentu sehingga sel darah merah jadi cepat rusak.

Obat kurang darah pun sebenarnya ada bermacam-macam. Ada obat sesuai resep dokter, ada juga obat alami. 

Obat Kurang Darah secara Medis dan Alami yang Perlu Anda Tahu

Menggunakan obat kurang darah dari dokter atau secara medis ini harus sesuai dengan penyebabnya. Berikut beberapa pilihan obatnya:

  1. Anemia disebabkan kekurangan vitamin B12, B9, dan C

Kekurangn vitamin B12, B9, dan vitamin C ini bisa menyebabkan kekurangan darah. Anemia karena kekurangan vitamin ini dapat diobati dengan mengkonsumsi suplemen makanan yang mengandung vitamin B12, B9, dan vitamin C untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jika mengalami masalah pada sistem pencernaan dalam menyerap vitamin tersebut, sebaiknya dengan melakukan suntik vitamin B12.

  • Anemia Akibat Defisiensi Besi

Obat kurang darah akibat defisiensi besi bisa dengan menggunakan suplemen zat besi yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Selain itu, bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi yang tinggi.

  • Anemia Jenis Lain yang Jarang Terjadi

Selain 2 jenis penyebab anemia sebelumnya, ada juga kurang darah yang jarang terjadi. Anemia tersebut meliputi:

  • Anemia aplastik akibat sumsum tulang belakang tidak berhasil memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup
  • Anemia karena penyakit kronis
  • Anemia sel sabit yang diakibatkan oleh adanya kelainan bentuk sel darah merah karena kelainan genetik
  • Anemia hemolitik karena hancurnya sel darah merah lebih cepat dibanding proses pembentukannya
  • Anemia karena thalasemia yang merupakan penyakit bawaan. Kondisi ini terjadi karena tubuh hanya menghasilkan sedikit sel darah merah dan hemoglobin

Biasanya, anemia ini akan butuh penanganan yang lebih spesifik dan berbeda. Bisa dengan suplemen, suntik hormon, obat-obatan, transplantasi sumsum tulang dan sel induk, transfusi darah, kemoterapi, hingga mungkin saja pengangkatan limpa jika diperlukan.

  • Minum Jus Bit dan Delima

Ini merupakan obat kurang darah yang alami. Diketahui bahwa buah bit dan juga dellima dapat berfungsi membersihkan dan pembentukan darah. Buah bit mengandung tinggi asam folat, sedangkan buah delima kaya akan zat besi dan mineral lain. Semua kandungan pada kedua buah ini bermanfaat bagi tubuh untuk mengangkut zat besi.

  • Menambah Asupan Makanan Kaya Zat Besi

Pada makanan terdapat dua jenis zat besi, yaitu heme dari hewani dan zat besi nonheme yang asalnya dari tumbuhan. Kedua jenis zat besi ini diserap oleh tubuh, meskipun jenis heme lebih mudah diserap.

Makanan yang mengandung kaya akan zat besi adalah daging merah, daging unggas, hati sapi, ginjal sapi, lidah sapi, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan laut, hingga makanan yang diperkaya zat besi. Semuanya baik untuk dikonsumsi sebagai obat kurang darah.

  • Menambah Asupan Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C dalam tubuh membantu proses penyerapan zat besi dan memperkuat imun tubuh. Sehingga makanan yang mengandung vitamin C dapat dijadikan sebagai obat kurang darah alami. Makanan yang mengandung vitamin C adalah buah-buahan sitrus, stroberi, tomat, kiwi, dan blewah. Ada juga jenis sayuran seperti brokoli, kubis, hingga paprika merah manis.

Read More Penyakit

Jenis-jenis Infeksi Saluran Pencernaan

Jenis infeksi saluran pencernaan sangat bergantung pada jenis penyebabnya

Infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan diare, muntah, dan gejala tidak nyaman lain. Infeksi jenis ini disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Perawatannya cukup mudah, dan berfokus pada tetap membuat tubuh terus terhidrasi dan mendapatkan cukup banyak istirahat. Namun, perawatan berbeda-beda tergantung jenis dari infeksi yang diderita. Artikel ini akan membahas gejala dan jenis-jenis infeksi saluran pencernaan. 

Jenis infeksi saluran pencernaan

Ada tiga jenis infeksi saluran pencernaan, yaitu bakteri, virus, dan parasit. Perbedaan dari ketiganya antara lain adalah:

  • Bakteri

Infeksi saluran pencernaan bakteri terdiri dari infeksi yang ditularkan lewat makanan dan keracunan makanan. Beberapa bakteri penyebab infeksi jenis ini di antaranya adalah salmonella, E. coli, listeria, clostridium perfringens, dan infeksi staph. Meskipun semua jenis makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ini, beberapa jenis makanan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, seperti daging dan telur mentah atau tidak matang, produk olahan susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi, makanan yang tidak dimasukkan ke dalam kulkas dengan baik, daging deli, dan buah dan sayur segar yang tidak dicuci. Selain itu, orang-orang dengan infeksi saluran pencernaan bakteri juga dapat menyebarkan bakteri tersebut pada makanan yang mereka sentuh, untuk kemudian makanan tersebut akan menginfeksi mereka yang mengonsumsinya. 

  • Virus

Infeksi saluran pencernaan virus merupakan jenis infeksi yang umum terjadi. Orang-orang lebih suka menyebut kondisi ini dengan nama flu perut. Norovirus merupakan salah satu jenis virus pencernaan. Menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan Nasional (NIDDK), norovirus menyebabkan 21 juta kasus flu perut di Amerika Serikat setiap tahunnya. Virus jenis lain yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan jarang ditemui di Amerika Serikat. Vaksin dapat mencegah beberapa jenis infeksi virus, termasuk rotavirus. 

  • Parasit

Cacing usus atau parasite protozoa dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan parasite. Dua infeksi parasit yang paling umum dijumpai adalah giardiasis dan cryptosporidiosis. Menyentuh kotoran manusia yang ada di tanah secara langsung dapat menyebarkan parasite ini. Orang-orang juga dapat terinfeksi penyakit ini dengan meminum atau berenang di air yang terkontaminasi. Beberapa jenis infeksi parasite juga dapat menyebar lewat hewan ke manusia, salah satunya adalah toxoplasmosis yang dapat menular lewat sentuhan langsung dengan kotoran kucing. 

Gejala infeksi saluran pencernaan

Kebanyakan infeksi saluran pencernaan memiliki gejala yang sama, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Gejala infeksi saluran pencernaan umumnya adalah diare, mual, muntah, kram perut, hilangnya nafsu makan, demam, sakit otot, ketidakseimbangan elektrolit, kembung dan perut penuh gas, turunnya berat badan tanpa diinginkan. Infeksi saluran pencernaan umumnya bermula dengan tiba-tiba dan akan bertahan selama kurang dari 1 minggu (dalam kasus tertentu dapat bertahan lebih lama). Selain itu, infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang sama dengan infeksi virus, namun beberapa kasus dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi atau diare berdarah. Infeksi saluran pencernaan parasite dapat menyebabkan lendir atau darah pada diare dan akan terus menimbulkan gejala tersebut hingga penderita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

Infeksi saluran pencernaan dapat disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Tidak peduli apapun penyebabnya, gejala yang ditimbulkan akan memberikan rasa tidak nyaman pada perut, diare, kram perut, dan mual. Kebanyakan kasus infeksi akan sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, apabila seseorang menunjukkan gejala dehidrasi atau adanya komplikasi serius, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

Read More Penyakit

Inilah 5 Cara Penanganan Fibrilasi Ventrikel!

Fibrilasi ventrikel adalah gangguan yang menyebabkan jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini mengakibatkan penurunan bahkan hilangnya cardiac output yang diikuti dengan hipoperfusi jaringan karena kekurangan oksigen, sehingga berakhir dengan iskemia jaringan. Otak dan miokardium adalah jaringan yang paling rentan mengalami ini. Oleh sebab itu, fibrilasi ventrikel yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan sudden cardiac death (SCD).

Penyebab fibrilasi ventrikel.

Kondisi fibrilasi ventrikel disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak teratur pada jantung, sehingga mengganggu irama jantung. Ritme jantung yang tidak stabil ini akan membuat aliran darah ke seluruh tubuh terhambat, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan tubuh jadi terganggu. Gangguan ini tidak boleh disepelekan, sebab terlambat sedikit saja penanganannya, dapat berakhir dengan kematian hanya dalam beberapa menit saja.

Gejala awal fibrilasi ventrikel.

Hilang kesadaran adalah gejala umum pada kasus fibrilasi ventrikel. Selain itu, biasanya diawali dengan tanda-tanda berikut.

  • Nyeri dada hebat.
  • Takikardia, yaitu detak jantung terlalu cepat.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Sesak napas.

5 Cara penanganan tepat fibrilasi ventrikel.

Penderita fibrilasi ventrikel dapat berakhir dengan henti jantung. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat. Pertolongan yang diberikan harus sesuai dengan protokol Advanced Cardiac Life Support (ACLS), agar kemungkinan bertahan hidup penderita lebih besar.

  • Memberikan pertolongan pertama CPR.

Semua pasien dengan henti jantung harus diberikan pertolongan pertama berupa CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) oleh seseorang yang terlatih. Hal ini bertujuan membantu mengalirkan darah melalui tubuh ke organ-organ vital. Berikan tekanan yang keras dan cepat pada bagian dada penderita dengan kecepatan 100 kali per menit. Lanjutkan melakukan CPR sampai bantuan darurat tiba.

  • Menggunakan defibrillator.

Defribillator merupakan alat untuk memberikan sengatan energi listrik tinggi ke jantung seseorang yang mengalami henti jantung. Tegangan energi listrik yang tinggi ini disebut dengan defibrilasi. Dikutip dari NCBI, pasien yang menerima defibrilasi dengan segera menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup lebih tinggi (39,3%) dibandingkan pasien dengan defibrilasi yang tertunda 2 menit atau lebih (22,2%). Umumnya, tegangan yang diberikan sebesar 120-200 J menggunakan biphasic defibrillator atau 360 J menggunakan monophasic defibrillator.

  • Memberikan obat antiritmia.

Dokter akan meresepkan obat epinephrine dan amiodarone sesuai dengan protokol ACLS pada pasien untuk mempertahankan ritme jantung. Amiodarone secara signifikan dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien saat masuk rumah sakit tanpa memengaruhi kelangsungan hidup saat keluar dari rumah sakit.

  • Pemasangan defibrillator implan.

Setelah denyut jantung pasien stabil, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemasangan alat defibrillator implan ke jantung. Tujuannya adalah untuk memantau irama jantung. Apabila melambat, maka alat tersebut dapat memberikan sinyal listrik untuk memacu detak jantung.

  • Evaluasi arteri koroner.

Tim medis akan melakukan pengawasan ketat, seperti memantau pernapasan, keseimbangan elektrolit, kebutuhan cairan, serta mengeringkan tamponade jantung sambil menyadarkan pasien. Setelah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) pada jantung pasien, dokter segera melakukan evaluasi definitif untuk penyakit arteri koroner.

Apabila ditemukan penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung, maka tindakan operasi diperlukan. Prosedur angioplasti koroner akan dilakukan untuk membuka sumbatan pembuluh darah dan menempatkan stent untuk menjaganya tetap terbuka, sehingga darah dapat mengalir kembali ke jantung. 

Pencegahan kasus kematian jantung pada penderita fibrilasi ventrikel perlu dilakukan. Beberapa kasus detak jantung abnormal yang mendapatkan penanganan lebih awal dapat mencegah terjadinya fibrilasi ventrikel. Pemeriksaan dengan alat elektrokardiografi rawat jalan dan monitor jantung implan dianjurkan untuk hal ini, terutama pasien dengan sindrom aritmia karena faktor keturunan. Diskusi dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasi fibrilasi ventrikel.

Read More Penyakit