Kenali Gejala Maag Akut Serta Cara Mengatasinya

Penyakit maag terbagi menjadi maag kronis dan maag akut. Keduanya seringkali dianggap sama padahal berbeda dari segi serangan pada lambung. Maag kronis akan menimbulkan rasa sakit lebih lama sebab menyerang lambug secara bertahap dan perlahan. Sedangkan maag akut menimbulkan rasa sakit yang berlebihan namun bersifat sementara. Maag akut terjadi sebab lapisan lambung mengalami radang secara tiba-tiba.

Maag akut ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, cairan empedu masuk ke lambung, stres berlebih, serta penyakit autoimun. Jika Anda terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri maka dapat menimbulkan maag akut juga. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menjaga kesehatan agar tidak terserang maag akut.

Berbagai gejala maag akut

Banyak orang memiliki penyakit berupa maag akut namun mengira memiliki penyakit lain. Hal tersebut dikarenakan beberapa gejala dari maag akut mirip dengan penyakit lain. Berikut ini beberapa gejala yang seringkali muncul jika Anda menderita maag akut.

  • Mual dan muntah

Merasa mual setelah setiap saa? Bisa jadi Anda terkena maag akut. Salah satu gejala yang sering muncul pada penderita maag akut yaitu sering merasa mual, bahkan hingga muntah terutama setelah makan.

  • Sakit perut bagian atas

Penderita maag akut akan merasa sakit pada perut bagian atas. Terkadang, muncul pula rasa terbakar yang dapat menjalar menuju dada dan kerongkongan. Jika sakit sering muncul, maka kondisi Anda sudah parah dan sebaiknya segera mengunjungi dokter.

  • Masalah pencernaan dan feses berwarna hitam

Lambung yang mengalami iritasi sebab maag akut, dapat menyebabkan masalah pencernaan. Asam lambung yang berlebih pada penderita maag akut juga dapat menyebabkan kesulitan menelan. Selain itu, jika feses Anda berwarna hitam, Anda mungkin saja terkena maag akut.

  • Berkurangnya nafsu makan

Gejala lain yang muncul ketika mengalami maag akut yaitu berkurangnya nafsu makan. Hal ini sangat umum dirasakan oleh para penderita maag akut. Selain itu, biasanya perut akan merasa begah setelah makan.

Berbagai obat untuk mengatasi maag akut

Untuk mengatasi maag akut, Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis obat berikut ini. Akan tetapi, sebaiknya Anda tetap mengonsumsi obat-obatan berikut ini menggunakan arahan dari dokter agar mendapat dosis tepat.

  • Obat golongan antasida

Pemberian obat golongan antasida juga dapat membantu mengatasi maag akut. Berbagai obat golongan antasida berfungsi untuk menetralkan asam berlebih pada lambung. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter namun tidak untuk dikonsumsi dalam waktu lama sebab dapat menimbulkan efek samping.

  • Obat golongan H-2 receptor blockers

Maag akut yang disebabkan peradangan dinding lambung  atau gastritis dapat diatasi dengan obat golongan H-2 receptor blockers. Beberapa obat yang termasuk golongan ini di antaranya cometidine, famotidine, atau ranitidine.

  • Obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI)

Obat Proton Pump Inhibitor (PPI) memiliki fungsi mirip seperti H-2 receptor blockers, yaitu dapat menurunkan produksi asam lambung sebab menghambat pompa proton. Beberapa obat PPI yang seringkali diresepkan oleh dokter yaitu omeprazole, esomeprazole, lanzoprazole, atau pantoprazole.

  • Obat coating agent

Untuk Anda yang sering mengonsumsi obat antinyeri, maag akut dapat muncul dan melukai lambung. Mengonsumsi obat coating agent seperti misoprostol atau sucralfate dapat membantu melindungi lapisan lambung. 

  • Obat antibiotik

Apabila maag akut yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, maka Anda akan membutuhkan obat antibiotik seperti amoxicillin, clarithromycin, atau tetracyline. Obat antibiotik membutuhkan 10 hari hingga 4 minggu agar bekerja dengan baik tergantung kondisi Anda.

Beberapa cara juga dapat Anda terapkan untuk mencegah mengalami maag akut.  Pertama, Anda harus membatasi jumlah konsumsi alkohol serta obat pereda nyeri. Kedua, untuk menghindari infeksi bakteri, Anda dapat menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, masak makanan dengan benar hingga matang agar bakteri yang terkandung di dalamnya mati. Ketiga, kelola stres Anda agar tidak menumpuk serta menjadi beban. Usahakan untuk segera menemui dokter jika terdapat gejala maag akut untuk mengetahui penyebabnya serta mendapat pengobatan yang tepat.

Read More Penyakit

6 Obat Kurang Darah Alami dan Medis yang Harus Anda Tahu

Ternyata, 3 dari 10 penduduk Indonesia mengalami kurang darah. Kurang darah alias anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini, ada beberapa pilihan obat kurang darah yang bisa dicoba.

Penyakit anemia biasanya terjadi disebabkan oleh beberapa hal, seperti produksi sel darah merah yang berkurang,  terjadinya perdarahan masif maupun berkepanjangan, ataupun karena adanya penyakit tertentu sehingga sel darah merah jadi cepat rusak.

Obat kurang darah pun sebenarnya ada bermacam-macam. Ada obat sesuai resep dokter, ada juga obat alami. 

Obat Kurang Darah secara Medis dan Alami yang Perlu Anda Tahu

Menggunakan obat kurang darah dari dokter atau secara medis ini harus sesuai dengan penyebabnya. Berikut beberapa pilihan obatnya:

  1. Anemia disebabkan kekurangan vitamin B12, B9, dan C

Kekurangn vitamin B12, B9, dan vitamin C ini bisa menyebabkan kekurangan darah. Anemia karena kekurangan vitamin ini dapat diobati dengan mengkonsumsi suplemen makanan yang mengandung vitamin B12, B9, dan vitamin C untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jika mengalami masalah pada sistem pencernaan dalam menyerap vitamin tersebut, sebaiknya dengan melakukan suntik vitamin B12.

  • Anemia Akibat Defisiensi Besi

Obat kurang darah akibat defisiensi besi bisa dengan menggunakan suplemen zat besi yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Selain itu, bisa juga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi yang tinggi.

  • Anemia Jenis Lain yang Jarang Terjadi

Selain 2 jenis penyebab anemia sebelumnya, ada juga kurang darah yang jarang terjadi. Anemia tersebut meliputi:

  • Anemia aplastik akibat sumsum tulang belakang tidak berhasil memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup
  • Anemia karena penyakit kronis
  • Anemia sel sabit yang diakibatkan oleh adanya kelainan bentuk sel darah merah karena kelainan genetik
  • Anemia hemolitik karena hancurnya sel darah merah lebih cepat dibanding proses pembentukannya
  • Anemia karena thalasemia yang merupakan penyakit bawaan. Kondisi ini terjadi karena tubuh hanya menghasilkan sedikit sel darah merah dan hemoglobin

Biasanya, anemia ini akan butuh penanganan yang lebih spesifik dan berbeda. Bisa dengan suplemen, suntik hormon, obat-obatan, transplantasi sumsum tulang dan sel induk, transfusi darah, kemoterapi, hingga mungkin saja pengangkatan limpa jika diperlukan.

  • Minum Jus Bit dan Delima

Ini merupakan obat kurang darah yang alami. Diketahui bahwa buah bit dan juga dellima dapat berfungsi membersihkan dan pembentukan darah. Buah bit mengandung tinggi asam folat, sedangkan buah delima kaya akan zat besi dan mineral lain. Semua kandungan pada kedua buah ini bermanfaat bagi tubuh untuk mengangkut zat besi.

  • Menambah Asupan Makanan Kaya Zat Besi

Pada makanan terdapat dua jenis zat besi, yaitu heme dari hewani dan zat besi nonheme yang asalnya dari tumbuhan. Kedua jenis zat besi ini diserap oleh tubuh, meskipun jenis heme lebih mudah diserap.

Makanan yang mengandung kaya akan zat besi adalah daging merah, daging unggas, hati sapi, ginjal sapi, lidah sapi, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan laut, hingga makanan yang diperkaya zat besi. Semuanya baik untuk dikonsumsi sebagai obat kurang darah.

  • Menambah Asupan Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C dalam tubuh membantu proses penyerapan zat besi dan memperkuat imun tubuh. Sehingga makanan yang mengandung vitamin C dapat dijadikan sebagai obat kurang darah alami. Makanan yang mengandung vitamin C adalah buah-buahan sitrus, stroberi, tomat, kiwi, dan blewah. Ada juga jenis sayuran seperti brokoli, kubis, hingga paprika merah manis.

Read More Penyakit

Jenis-jenis Infeksi Saluran Pencernaan

Jenis infeksi saluran pencernaan sangat bergantung pada jenis penyebabnya

Infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan diare, muntah, dan gejala tidak nyaman lain. Infeksi jenis ini disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Perawatannya cukup mudah, dan berfokus pada tetap membuat tubuh terus terhidrasi dan mendapatkan cukup banyak istirahat. Namun, perawatan berbeda-beda tergantung jenis dari infeksi yang diderita. Artikel ini akan membahas gejala dan jenis-jenis infeksi saluran pencernaan. 

Jenis infeksi saluran pencernaan

Ada tiga jenis infeksi saluran pencernaan, yaitu bakteri, virus, dan parasit. Perbedaan dari ketiganya antara lain adalah:

  • Bakteri

Infeksi saluran pencernaan bakteri terdiri dari infeksi yang ditularkan lewat makanan dan keracunan makanan. Beberapa bakteri penyebab infeksi jenis ini di antaranya adalah salmonella, E. coli, listeria, clostridium perfringens, dan infeksi staph. Meskipun semua jenis makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ini, beberapa jenis makanan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, seperti daging dan telur mentah atau tidak matang, produk olahan susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi, makanan yang tidak dimasukkan ke dalam kulkas dengan baik, daging deli, dan buah dan sayur segar yang tidak dicuci. Selain itu, orang-orang dengan infeksi saluran pencernaan bakteri juga dapat menyebarkan bakteri tersebut pada makanan yang mereka sentuh, untuk kemudian makanan tersebut akan menginfeksi mereka yang mengonsumsinya. 

  • Virus

Infeksi saluran pencernaan virus merupakan jenis infeksi yang umum terjadi. Orang-orang lebih suka menyebut kondisi ini dengan nama flu perut. Norovirus merupakan salah satu jenis virus pencernaan. Menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan Nasional (NIDDK), norovirus menyebabkan 21 juta kasus flu perut di Amerika Serikat setiap tahunnya. Virus jenis lain yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan jarang ditemui di Amerika Serikat. Vaksin dapat mencegah beberapa jenis infeksi virus, termasuk rotavirus. 

  • Parasit

Cacing usus atau parasite protozoa dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan parasite. Dua infeksi parasit yang paling umum dijumpai adalah giardiasis dan cryptosporidiosis. Menyentuh kotoran manusia yang ada di tanah secara langsung dapat menyebarkan parasite ini. Orang-orang juga dapat terinfeksi penyakit ini dengan meminum atau berenang di air yang terkontaminasi. Beberapa jenis infeksi parasite juga dapat menyebar lewat hewan ke manusia, salah satunya adalah toxoplasmosis yang dapat menular lewat sentuhan langsung dengan kotoran kucing. 

Gejala infeksi saluran pencernaan

Kebanyakan infeksi saluran pencernaan memiliki gejala yang sama, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Gejala infeksi saluran pencernaan umumnya adalah diare, mual, muntah, kram perut, hilangnya nafsu makan, demam, sakit otot, ketidakseimbangan elektrolit, kembung dan perut penuh gas, turunnya berat badan tanpa diinginkan. Infeksi saluran pencernaan umumnya bermula dengan tiba-tiba dan akan bertahan selama kurang dari 1 minggu (dalam kasus tertentu dapat bertahan lebih lama). Selain itu, infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang sama dengan infeksi virus, namun beberapa kasus dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi atau diare berdarah. Infeksi saluran pencernaan parasite dapat menyebabkan lendir atau darah pada diare dan akan terus menimbulkan gejala tersebut hingga penderita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

Infeksi saluran pencernaan dapat disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Tidak peduli apapun penyebabnya, gejala yang ditimbulkan akan memberikan rasa tidak nyaman pada perut, diare, kram perut, dan mual. Kebanyakan kasus infeksi akan sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, apabila seseorang menunjukkan gejala dehidrasi atau adanya komplikasi serius, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

Read More Penyakit

Inilah 5 Cara Penanganan Fibrilasi Ventrikel!

Fibrilasi ventrikel adalah gangguan yang menyebabkan jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini mengakibatkan penurunan bahkan hilangnya cardiac output yang diikuti dengan hipoperfusi jaringan karena kekurangan oksigen, sehingga berakhir dengan iskemia jaringan. Otak dan miokardium adalah jaringan yang paling rentan mengalami ini. Oleh sebab itu, fibrilasi ventrikel yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan sudden cardiac death (SCD).

Penyebab fibrilasi ventrikel.

Kondisi fibrilasi ventrikel disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak teratur pada jantung, sehingga mengganggu irama jantung. Ritme jantung yang tidak stabil ini akan membuat aliran darah ke seluruh tubuh terhambat, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan tubuh jadi terganggu. Gangguan ini tidak boleh disepelekan, sebab terlambat sedikit saja penanganannya, dapat berakhir dengan kematian hanya dalam beberapa menit saja.

Gejala awal fibrilasi ventrikel.

Hilang kesadaran adalah gejala umum pada kasus fibrilasi ventrikel. Selain itu, biasanya diawali dengan tanda-tanda berikut.

  • Nyeri dada hebat.
  • Takikardia, yaitu detak jantung terlalu cepat.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Sesak napas.

5 Cara penanganan tepat fibrilasi ventrikel.

Penderita fibrilasi ventrikel dapat berakhir dengan henti jantung. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat. Pertolongan yang diberikan harus sesuai dengan protokol Advanced Cardiac Life Support (ACLS), agar kemungkinan bertahan hidup penderita lebih besar.

  • Memberikan pertolongan pertama CPR.

Semua pasien dengan henti jantung harus diberikan pertolongan pertama berupa CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) oleh seseorang yang terlatih. Hal ini bertujuan membantu mengalirkan darah melalui tubuh ke organ-organ vital. Berikan tekanan yang keras dan cepat pada bagian dada penderita dengan kecepatan 100 kali per menit. Lanjutkan melakukan CPR sampai bantuan darurat tiba.

  • Menggunakan defibrillator.

Defribillator merupakan alat untuk memberikan sengatan energi listrik tinggi ke jantung seseorang yang mengalami henti jantung. Tegangan energi listrik yang tinggi ini disebut dengan defibrilasi. Dikutip dari NCBI, pasien yang menerima defibrilasi dengan segera menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup lebih tinggi (39,3%) dibandingkan pasien dengan defibrilasi yang tertunda 2 menit atau lebih (22,2%). Umumnya, tegangan yang diberikan sebesar 120-200 J menggunakan biphasic defibrillator atau 360 J menggunakan monophasic defibrillator.

  • Memberikan obat antiritmia.

Dokter akan meresepkan obat epinephrine dan amiodarone sesuai dengan protokol ACLS pada pasien untuk mempertahankan ritme jantung. Amiodarone secara signifikan dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien saat masuk rumah sakit tanpa memengaruhi kelangsungan hidup saat keluar dari rumah sakit.

  • Pemasangan defibrillator implan.

Setelah denyut jantung pasien stabil, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemasangan alat defibrillator implan ke jantung. Tujuannya adalah untuk memantau irama jantung. Apabila melambat, maka alat tersebut dapat memberikan sinyal listrik untuk memacu detak jantung.

  • Evaluasi arteri koroner.

Tim medis akan melakukan pengawasan ketat, seperti memantau pernapasan, keseimbangan elektrolit, kebutuhan cairan, serta mengeringkan tamponade jantung sambil menyadarkan pasien. Setelah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) pada jantung pasien, dokter segera melakukan evaluasi definitif untuk penyakit arteri koroner.

Apabila ditemukan penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung, maka tindakan operasi diperlukan. Prosedur angioplasti koroner akan dilakukan untuk membuka sumbatan pembuluh darah dan menempatkan stent untuk menjaganya tetap terbuka, sehingga darah dapat mengalir kembali ke jantung. 

Pencegahan kasus kematian jantung pada penderita fibrilasi ventrikel perlu dilakukan. Beberapa kasus detak jantung abnormal yang mendapatkan penanganan lebih awal dapat mencegah terjadinya fibrilasi ventrikel. Pemeriksaan dengan alat elektrokardiografi rawat jalan dan monitor jantung implan dianjurkan untuk hal ini, terutama pasien dengan sindrom aritmia karena faktor keturunan. Diskusi dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasi fibrilasi ventrikel.

Read More Penyakit

5 Kelainan yang Sering Terjadi pada Bayi

Banyak orang tua menginginkan anak yang dilahirkan memiliki fisik yang sempurna, namun karena beberapa faktor ternyata bisa membuat bayi terlahir dengan kelainan bawaan atau disebut juga kelainan kongenital. Sebuah kondisi tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin, dampaknya memengaruhi fisik dan fungsi anggota tubuh anak bahkan cacat lahir.

Pada banyak kasus, kelainan ini terjadi pada tiga bulan pertama masa kehamilan, tepatnya di saat organ tubuh bayi mulai terbentuk. Kelainan ini pada umumnya tidak berbahaya, namun terdapat beberapa kasus pada kelainan ini yang harus ditangani segera. Untuk mendeteksi kelainan ini bisa dilakukan pada masa kehamilan atau ketika bayi dilahirkan.

Jenis Kelainan Kongenital

  1. Bibir Sumbing

Kondisi ini ditandai dengan adanya kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik dalam masa pertumbuhan dalam rahim. Keadaan ini memunculkan celah bibir atau langit-langit mulut, namun yang sering terjadi adalah pada keduanya. Disebut dengan bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit), kondisi ini bisa didiagnosa melalui pemindaian.

  • Dislokasi Panggul

Panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya hingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami sekitar satu dari seribu bayi, selain itu pada umumnya lebih dijumpai pada anak perempuan ketimbang laki-laki. Bayi dengan risiko dislokasi panggul adalah dari keluarga dengan riwayat kelainan yang sama pula.

  • Talipes

Terdapat beberapa kasus bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Keadaan ini bisa dijelaskan sebagai talipes posisional atau club foot, pada umumnya bayi yang mengalami kondisi ini bisa diberikan pemijatan dan perentangan pergelangan kaki untuk mengatasinya secara sederhana.

  • Hipospadias

Merupakan kondisi yang diderita oleh anak laki-laki, di mana lubang uretra atau saluran yang terhubung melalui penis tidak berada di ujung penis seperti seharusnya. Lubang uretra tersebut bisa berada di sepanjang penis bagian bawah, kondisi ini juga cukup umum dijumpai pada sekitar satu dari 300 anak laki-laki.

Operasi sebagai langkah pencegahan kondisi ini pada umumnya dilakukan sebelum anak berusia dua tahun. Kulit yang menutupi ujung penis atau kulup, bagian kulit ini merupakan jaringan sempurna yang digunakan untuk melakukan operasi ini. Hal ini pula yang membuat bayi dengan kondisi hipospadias tidak diperbolehkan untuk disunat sebelum menjalani operasi.

  • Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan muncul ketika adanya kondisi tidak normal pada struktur dan fungsi jantung bayi. Sebelum lahir bayi akan menerima semua oksigen melalui plasenta, namun ketika bayi menghirup napas pertama, jantung pada bayi mulai menerima darah yang dipenuhi dengan oksigen dan paru-paru.

Kondisi tersebut memungkinkan jika saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arterious) dan lubang (foramen ovale) yang terdapat pada dua ruang jantung menutup. Agar bisa menyebar ke seluruh tubuh, darah yang mengalir harus dengan urutan tepat, melalui empat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

Sebagai pencegahan kelainan kongenital, para orang tua harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan penuhi semua jadwal imunisasi yang sesuai dengan anjuran dokter. Langkah tersebut penting dilakukan guna membantu dan memantau proses tumbuh kembang bayi, selain itu juga digunakan sebagai pemberian penanganan lebih dini.

Konsultasi genetik sebelum menikah juga sangat disarankan, terutama terdapat pasangan yang memiliki penyakit yang bisa diturunkan kepada anak sebagai penyakit bawaan. Periksakan kehamilan secara rutin dan tetap ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran dokter dan secara rutin menurut jadwal.

Read More Penyakit

Kenali Perbedaan Jamur & Psoriasis Kuku agar Tidak Tertukar

Kuku tidak hanya melengkapi kondisi fisik manusia, lebih jauh dari itu, kuku memiliki fungsi penting yang tak bisa dilupakan begitu saja. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, kuku juga rentan penyakit. Salah satunya psoriasis kuku.

Psoriasis kuku hanyalah salah satu jenis dari penyakit autoimun tersebut. Pengertian sederhananya, psoriasis membuat tubuh manusia memproduksi terlalu banyak sel kulit. Nah, jika terjadi pada kuku, psoriasis akan menyebabkan beberapa perubahan.

Masalahnya, beberapa gejala “kelaianan” yang terjadi di kuku belum tentu merupakan efek dari psoriasis. Pasalnya, jamur kuku juga bisa menyebabkan gejala yang sama. Psoriasis kuku dan jamur kuku dapat terlihat sama, tetapi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Oleh karenanya, menjadi amat penting untuk mengenali perbedaan di antaranya.

  • Gejala Psoriasis Kuku

Sebenarnya gejala psoriasis kuku tak dapat digeneralisir. Pasalnya, jenis psoriasis amat mungkin menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Belum lagi, gejala itu dapat berubah atau memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, secara garis besar, seseorang yang menderita psoriasis kuku akan mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Kuku Berlekuk

Psoriasis akan membuat kuku mengalami penguningan, kemudian itu akan memicu terjadinya pelubangan yang semakin dalam. Kuku mungkin mulai terlihat agak kering, kemudian muncul tonjolan yang akhirnya membentuk celah yang dalam atau bahkan lubang.

  • Kuku Terlepas

Psoriasis kuku biasanya akan menyebabkan kuku terlepas dari dasar kuku. Ada kemungkinan juga kuku jatuh sepenuhnya atau hanya putus sebagian. Sebelum kuku jatuh, celah biasanya terbentuk di antara kuku dan ujung jari.

Kondisi itu berbeda dengan infeksi jamur yang cenderung mengubah bentuk dan tampilan kuku tetapi jarang menyebabkan kuku jatuh.

  • Perubahan Warna dan Struktur Kuku

Keratin adalah protein yang membantu membentuk kulit dan kuku. Psoriasis kuku terkadang menyebabkan terlalu banyak keratin tumbuh di bawah kuku. Ini disebut hiperkeratosis subungual.

Orang-orang dengan gejala ini mungkin melihat substansi putih lantaran berkapur di bawah kuku. Ketika ini terjadi pada kuku kaki, kaki bisa sakit karena adanya tekanan. Terlebih lagi jika sedang memakai sepatu.

  • Gejala Jamur Kuku

Infeksi jamur biasanya memengaruhi jari kaki, bukan pada kuku. Ini karena jari kaki lebih mungkin bersentuhan dengan jamur saat berjalan tanpa alas kaki. Namun, kondisi itu bisa berkembang dan merembet hingga menyebabkan jari kaki juga terdampak.

Orang yang melakukan manikur teratur atau tangan yang sering basah, sama-sama rentan terhadap infeksi jamur pada kuku. Beberapa gejala infeksi jamur pada kuku antara lain:

  • Warna Kuku

Infeksi jamur dapat menyebabkan hiperpigmentasi di kuku, artinya warna kuku berubah dimulai dengan titik abu-abu, kehijauan, atau cokelat samar yang menjadi lebih gelap dan lebih luas selama beberapa minggu atau bulan.

Bedanya dengan psoriasis kuku adalah, kondisi gangguan autoimun itu biasanya tidak menyebabkan bintik-bintik hitam pada kuku.

  • Perubahan Bentuk Kuku

Tidak seperti psoriasis kuku, infeksi jamur tidak menyebabkan lubang pada kuku. Sebaliknya, kuku cenderung berubah dari waktu ke waktu. Kuku mungkin menipis atau menebal, bahkan tak jarang menyebabkan kuku pecah.

  • Menyebar

Baik psoriasis kuku maupun infeksi jamur di kuku cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, psoriasis kuku tidak menyebar atau menular melalui kontak fisik seperti infeksi jamur.

***

Dilihat dari gejalanya, sebenarnya perbedaan psoriasis kuku dan jamur kuku bisa dengan mudah kita kenali. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kita tak bisa atau ragu dalam membuat satu keputusan. Oleh karena itu, disarankan untuk memeriksakan kondisi Anda di fasilitas medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat dari tenaga medis yang berkompeten.

Read More Penyakit

Apa Penyebab Enteritis? Berikut Penjelasannya

Istilah umum yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kondisi peradangan usus, terutama khusus halus dikenal dengan enteritis. Munculnya peradangan ini bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, meskipun istilah ini tidak digunakan secara spesifik untuk menjelaskan bagian usus halus mana yang terkena peradangan.

Kondisi peradangan terjadi pada seluruh bagian usus halus seperti usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum). Kondisi peradangan pada usus ini merupakan bagian dari gastroenteritis, yakni peradangan yang tak hanya terjadi di usus halus tetapi juga muncul pada lambung.

Penyebab Enteritis

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi munculnya penyakit ini, salah satunya jika seseorang terkena flu perut yang menular. Penyebab utama kondisi tersebut adalah keracunan makanan, jika seseorang tengah mengonsumsi makanan dan mencerna makanan atau air yang sudah terkontaminasi bakteri, bakteri ini tentu akan masuk ke dalam tubuh.

Bakteri itu pula yang akan menjadi penyebab munculnya peradangan pada usus halus, sementara kontaminasi makanan juga bisa disebabkan karena banyak hal seperti kondisi makanan yang buruk atau kurangnya sanitasi ketika mengolah unggas atau daging. Makanan yang sering membuat seseorang keracunan adalah daging unggas.

Termasuk daging mentah, lalu susu yang tidak terpasteurisasi hingga produk segar. Sementara itu, terdapat beberapa bakteri yang menjadi biang kerok munculnya peradangan pada usus halus, hal ini penting untuk diketahui agar seseorang yang mengalami kondisi ini segera mendapat penanganan yang tepat, berikut beberapa jenis bakteri yang berperan dalam peradangan.

  • Salmonella, bakteri yang secara umum bisa menyebabkan diare, demam hingga kram perut selama 12 sampai 72 jam setelah terkena infeksinya.
  • Escherichia Coli, bakteri ini juga dikenal dengan nama E.Coli, virus yang bisa menyebabkan gejala ringan penyakit sakit perut dan demam hingga parah, seperti feses darah hingga gagal ginjal.
  • Stapylococcus Aureus (S. Aureus), merupakan jenis bakteri yang bisa menyebabkan sekaligus tujuh jenis racun yang membuat seseorang keracunan makanan.
  • Campylobacter jejuni (C. Jejuni), adalah bakteri yang bisa membuat seseorang keracunan setelah mengonsmsi makanan.
  • Yersinia Enterocolitica (Y. Enterocolitica), merupakan bakteri yang bisa menyebabkan seseorang mengalami diare akut, hingga menyebabkan seseorang mengalami sepsis fatal.

Sementara itu, terdapat penyebab lain yang memungkinkan seseorang terkena peradangan usus tetapi jarang dialami, yakni orang yang melakukan kontak fisik dengan hewan yang terlebih dahulu terinfeksi. Selain itu, proses menjalani terapi radiasi juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami peradangan pada usus.

Terapi radiasi tidak hanya menyebabkan sel kanker mati, tetapi juga banyak sel-sel sehat yang akhirnya terbunuh disaat melakukan terapi. Termasuk sel pada mulut, lambung dan usus, dampak buruk yang terjadi apabila sel-sel usus normal dan sehat rusak akibat terapi adalah munculnya peradangan.

Jenis Enteritis

  • Akibat Infeksi

Peradangan ini lebih sering terjadi karena keracunan makanan, seseorang bisa mengalami kondisi ini karena konsumsi makanan dan minuman yang telah terlebih dahulu terkontaminasi bakteri. Dengan berbagai cara, bakteri bisa masuk dengan mudah pada makanan, salah satunya ketika cara pengolahan makanan kurang bersih.

  • Akibat Radiasi

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa penyakit peradangan pada usus bisa muncul setelah seseorang menjalani terapi radiasi atau radioterapi. Sel-sel sehat yang terdapat di dalam usus yang rusak bisa menimbulkan beberapa gejala kronis dan bahkan terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Read More Penyakit

Prosedur Adrenalektomi yang Perlu Diketahui

Merupakan sebuah prosedur pengangkatan kelenjar adrenal, bisa pada salah satu atau kedua kelenjar sekaligus. Prosedur operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah dan dinamakan sebagai adrenalektomi. Kelenjar adrenal merupakan salah satu kelenjar kecil yang terletak tepat di bagian atas ginjal.

Fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan hormon yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mengatur metabolisme, sistem imun, tekanan darah hingga kadar gula darah, pada sebagian orang, sel-sel dari kelenjar adrenal tumbuh secara tidak normal atau abnormal dan tak terkendali yang berujung pada munculnya tumor.

Prosedur Adrenalektomi

Sebagai akibat dari tumbuhnya sel secara tidak normal berakibat pada produksi hormon yang meningkat dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk menangani masalah gangguan kesehatan ini, seseorang perlu melakukan prosedur pengangkatan kelenjar adrenal dan sangat mungkin dianjurkan oleh dokter dengan beberapa kondisi berikut ini.

  • Munculnya tumor kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon berlebih dengan ukuran besar, misalnya seperti berdiameter lebih dari empat hingga lima centimeter.
  • Tumor kelenjar adrenal bersifat ganas atau dikenal dengan nama kanker atau juga tumor yang dicurigai bisa menjadi ganas.
  • Kanker pada bagian tubuh lain yang menyebar ke kelenjar adrenal, contohnya seperti dari paru-paru ke ginjal.

Beberapa persiapan pun harus dilakukan sebelum masuk dalam prosedur operasi, seperti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari proses operasi. Lalu pasien harus memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dokter kemungkinan akan meminta pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut, selain itu pasien juga harus berpuasa.

Terdapat empat metode yang harus dilakukan dalam prosedur operasi ini, dokter akan kembali berdiskusi dengan pasien untuk menentukan jenis yang terbaik untuk pasien. Hal ini didasarkan pada ukuran dan tipe tumor kelenjar adrenal yang muncul dan kondisi kesehatan pasien secara umum, berikut di antaranya.

  • Operasi laparoskopi, merupakan operasi minimal invasif yang bida dipilih untuk menangani tumor adrenal dalam ukuran kecil.
  • Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA) juga merupakan operasi minimal invasif dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien untuk mengangkat kelenjar adrenal.
  • Bedah terbuka, operasi ini dipilih jika tumor kelenjar adrenal berukuran besar atau tumor bersifat ganas.
  • Krioblasi, proses ini menggunakan senyawa kimia untuk membekukan dan menghancurkan tumor, prosedur ini dipilih untuk menangani tumor kelenjar adrenal berukuran kecil.

Setelah melakukan proses operasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, pasien mungkin akan merasa nyeri yang muncul di sekitar area bekas sayatan. Kemudian, waktu penyembuhan pasca operasi juga terbilang bervariasi. Namun pada umumnya, seseorang bisa kembali beraktivitas secara normal kembali dalam dua hingga enam minggu.

Selain itu, seperti tindakan medis umum yang lainnya, adrenalektomi juga memiliki risiko komplikasi, bisa dalam bentuk luka ringan, sedang hingga cukup parah. Jika pasien khawatir dengan risiko komplikasi yang muncul bisa melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter, berikut ini beberapa risiko yang mungkin dialami setelah melakukan operasi.

  • Munculnya infeksi.
  • Munculnya perdarahan
  • Reaksi alergi, seperti misalnya karena terkena obat bius.
  • Mengalami cedera pada organ di sekitar kelenjar.
  • Mengalami hernia.

Sebelum melakukan operasi, pada umumnya dokter akan memberikan anestesi bisa berupa bisu lokal atau bius umum. Hal ini membuat pasien tidak akan merasa sakit selama operasi berlangsung, sementara itu operasi dilakukan hanya untuk mengangkat tumor, tetapi juga bisa untuk mengangkat kelenjar adrenal sekaligus.

Read More Penyakit

10 Obat Tradisional untuk Sembuhkan Demam Berdarah

Bukan rahasia umum lagi jika demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang banyak memakan korban jiwa di Indonesia. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi penyakit ini, tak hanya dengan penanganan medis tetapi juga konsumsi obat demam berdarah. Salah satunya jambu biji yang memiliki kandungan yang terbukti bisa mengatasi DBD.

Selain jambu biji, ternyata terdapat beberapa jenis tanaman lain yang terbukti ampuh melawan penyakit demam berdarah. Menariknya, berbagai jenis tanaman ini juga merupakan bahan dari pembuatan jamu. Sehingga tak perlu susah-susah mencari karena dapat dengan mudah ditemukan di sekitar lingkunan.

Obat Demam Berdarah Dengue (DBD)

  1. Sambiloto

Memiliki nama latin Andrographis paniculata, dikenal banyak orang sebagai bahan jamu dalam kebudayaan Indonesia, terutama di Jawa. Jenis tanaman ini dikenal karena cita rasanya yang sangat pahit. Ekstrak metanol pada tanaman ini mampu menjadi penghambat dan antivirus tertinggi pada salah satu serotipe dengue.

  • Pepaya

Yang dimanfaatkan dari pepaya sebagai obat untuk demam berdarah adalah daunnya, karena memiliki potensi mematikan DBD. Hasil penelitian menyebut bahwa ekstrak berair daun pepaya menunjukkan aktivitas potensial terhadap DBD dengan peningkatan jumlah trombosit, sel darah putih dan neutrofil setelah lima hari pemberian ekstrak daun pepaya.

  • Bakau

Sifat anti demam berdarah berasal dari ekstrak etanol pohon bakau yang diketahui di dalam sel vero, ditandai dengan aktivitas penghambatan dan partikel virus yang tidak aktif. Pohon bakau sangat mudah ditemui di Indonesia karena manfaatnya yang banyak terutama di daerah pesisir pantai.

  • Pare

Merupakan salah satu jenis sayuran yang dikenal dengan rasa pahitnya dan kerap diolah menjadi masakan oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini ternyata juga mampu dimanfaatkan sebagai obat DBD, berasal dari ekstrak metanol tanaman ini, menunjukkan dampak penghambatan demam berdarah setelah uji antivirus berdasarkan efek sitopatik.

  • Patikan Kebo

Bisa dibilang tanaman ini sangat asing bagi kebanyakan orang meskipun sangat mudah ditemui karena merupakan jenis rumput yang umum di Indonesia. Tanaman ini bahkan dianggap gulma di kebun, di Filipina air rebusan patikan kebo dikenal sebagai obat tradisional yang sangat manjur untuk mengobati DBD.

  • Petai China

Juga dikenal dengan nama lamtoro, merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat sering ditemui di Indonesia. Tanaman ini berkhasiat melawan DBD dengan galaktomanan yang sudah diektrasi sebelumnya dari biji petai china. Bahan tersebut terbukti menunjukkan aktivitas melawan virus demam kuning dan serotip demam berdarah.

  • Ruku-ruku

Bagi masyarakat Minangkabau mungkin sudah tidak asing lagi dengan jenis tanaman ini, biasanya daun ruku-ruku digunakan sebagai bumbu dalam memasak gulai Minangkabau. Digunakan karena bau wanginya yang khas, sementara penelitian menyebut air rebusan daun ini efektif mencegah demam berdarah.

  • Cabai Jawa

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air cabai Jawa mampu meningkatkan aktivitas tinggi terhadap larva nyamuk. Tanaman ini juga dikenal sebagai cabai jamu, biasanya diuntai dan dikeringkan, ekstrak etanol dari cabai Jawa menunjukkan aktivitas partikel virus yang tidak aktif.

  • Amis-amisan

Tanaman ini juga dianggap seperti Patikan Kebo yakni sebagai rumput liar karena bisa hidup di berbagai jenis tanah. Namun, ekstrak etanol dari amis-amisan memperlihatkan aktivitas anti-dengue dengan cari 40 persen penghambatan terhadap DENV-2.

  1. Temu Kunci

Temu kunci atau juga dikenal dengan jahe China merupakan bahan rempah selanjutnya yang bisa digunakan sebagai obat demam berdarah. Aktivitas senyawa yang diektraksi dari temu kunci mampu menghambat protease virus yang juga telah diuji pada DENV-2.

Read More Penyakit

Perawatan dan Pencegahan Floaters

Floaters mata adalah bintik atau titik pada penglihatan seseorang. Floaters akan tampak melayang atau mengapung menjauh saat seseorang ingin melihatnya langsung. Floaters terbentuk di daerah vitreous pada mata, dan merupakan suatu kondisi yang biasa atau normal terjadi. Daerah vitreous adalah bagian seperti gel yang mengisi mata. Pada umumnya, floaters tidak membutuhkan perawatan karena sifatnya yang tidak membahayakan pandangan. Namun, dalam beberapa kasus, floaters dapat membuat seseorang kesulitan dalam melihat dan membutuhkan pembersihan untuk mengembalikan kemampuan melihat.

Penyebab Floaters

Floaters mata merupakan fenomena alami yang terjadi pada bagian vitreous pada mata. Vitreous inilah yang menyebabkan mata memiliki bentuk bulat. Floaters terjadi saat tubuh vitreous mulai menyusut. Saat hal ini terjadi, serat-serat kecil akan terlepas atau dokter biasa menyebutnya sebagai detasemen vitreous. Detasemen ini menyebabkan kumpulan serpihan yang dapat mengganggu cahaya untuk masuk ke dalam mata. Serpihan tersebut akan membentuk bayangan, yang menyebabkan floaters terlihat. Floaters mata merupakan hal yang normal terjadi pada seseorang dengan bertambahnya usia. Perkumpulan Ahli Retina Amerika menyatakan bahwa detasemen vitreous, yang menyebabkan banyak floaters, umum terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun. Semua orang dapat memiliki floaters, dan banyak pula yang mengabaikannya. Kebanyakan orang baru akan menyadari memiliki floaters saat mereka melihat permukaan yang kosong dan terang seperti langit. Pada awalnya, floaters dapat mengganggu penglihatan dan aktivitas. Namun, kebanyakan floaters akan mengendap di bagian bawah mata, di bawah bidang visi. Meskipun demikian, Perkumpulan Ahli Retina Amerika merekomendasikan mereka yang tiba-tiba memiliki gejala floaters untuk memeriksakan mata ke dokter mata pada beberapa bulan pertama setelah gejala timbul, untuk memastikan adanya gangguan kesehatan lebih serius atau tidak.

Perawatan floaters

Kebanyakan kasus floaters tidak membutuhkan perawatan. Floaters biasanya hanya berupa gangguan kecil pada mereka yang memiliki tubuh sehat, dan jarang menjadi penanda masalah kesehatan yang lebih serius. Apabila floaters mengganggu pandangan Anda, gerakkan mata Anda dari kiri ke kanan, atas ke bawah untuk menggerakan serpihan. Saat cairan di dalam mata bergerak, floaters juga akan ikut bergerak. Akan tetapi, floaters dapat merusak penglihatan Anda, terutama apabila kondisinya semakin memburuk. Apabila hal ini terjadi, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan dalam bentuk operasi dan pembersihan menggunakan metode laser.

Pada perawatan laser, dokter mata menggunakan laser untuk menghancurkan floaters dan membuatnya tidak terlihat pada bidang visi. Metode laser ini tidak banyak digunakan karena dianggap eksperimental dan memiliki risiko kerusakan retina. Untuk perawatan berupa operasi, dokter mata akan vitreous dalam sebuah prosedur yang disebut dengan vitrectomy. Setelah vitreous dibersihkank, mata akan diisi dengan larutan garam steril untuk menjaga mata tetap dalam bentuk alaminya. Seiring berjalannya waktu, tubuh akan mengganti larutan garam steril tersebut dengan cairan alaminya. Vitrectomy mungkin tidak akan membersihkan semua floaters, dan tidak akan mencegah floaters terbentuk. Prosedur ini juga dianggap sangat berisiko karena dapat merusak atau membuat retina sobek dan berdarah.

Pencegahan floaters

Karena sifatnya yang terbentuk akibat bertambahnya usia, tidak ada metode khusus untuk mencegah terjadinya floaters. Namun, Anda masih bisa memastikan floaters bukan berasal dari masalah kesehatan yang lebih serius. Apabila Anda melihat terdapat floaters pada pandangan Anda, segera hubungi dokter mata untuk memastikan floaters buan gejala atau tanda-tanda kondisi kesehatan yang lebih serius yang dapat merusak penglihatan Anda.

Read More Penyakit