Ini Dia Alasan Kenapa Bela Diri Harus Jadi Pilihan Olahraga Anda!

Menurut Lembaga Survei Kesehatan dan Gizi Amerika Serikat, lebih dari 2 dari 3 orang dewasa kelebihan berat badan atau mengalami obesitas. Tapi, tidak hanya obesitas yang umum tapi juga beberapa masalah kesehatan yang serius.Obesitas dituding jadi penyebab banyak penyakit mulai dari radang hingga kanker. Salah satu solusi yang disarankan untuk menghindari obesitas adalah dengan berolahraga.

Selama bertahun-tahun, bela diri dipraktekkan untuk pertahanan diri. Tapi semakin populernya MMA, bela diri menjadi pilihan olahraga yang bagus untuk membantu menurunkan berat badan. Mengapa Anda disarankan untuk latihan bela diri?

Lebih dari Sekadar Sistem Pertahanan

Meskipun Anda dapat mempelajari gerakan bela diri yang efektif melalui latihan seni bela diri, olahraga ini juga dapat membantu Anda mengembangkan pikiran dan tubuh yang seimbang. Seniman bela diri di seluruh dunia melatih keterampilan mereka karena berbagai alasan seperti kompetisi, pertahanan diri, kesehatan, rekreasi, dan perkembangan mental dan spiritual.

Semua Orang Bisa Ikut Bela Diri

Banyak orang merasa terintimidasi saat memutuskan untuk ikut bela diri. Padahal tidak ada yang perlu ditakutkan. Tidak ada orang yang langsung segesit Bruce Lee atau selihai Conor McGregor di hari pertama mereka latihan bela diri. Apalagi belakangan, alih-alih sekadar untuk bekal pembelaan diri, banyak yang melakukannya untuk hiburan dan menurunkan berat badan.

Tidak Ada Hal Dasar yang Harus Dimiliki Sebelum Memulainya

Anda mungkin berpikir bahwa Anda harus memiliki kebugaran fisik terbaik untuk mulai berlatih seni bela diri. Padahal kadang Anda berpikir begitu hanya karena ingin menunda-nunda. Anda dapat mulai berlatih seni bela diri kapan saja, terlepas dari bagaimana kondisi tubuh Anda dan seberapa rendahnya kemampuan dasar yang Anda miliki.

Bela Diri Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Pelatihan kardiovaskular adalah komponen besar dari setiap rutinitas penurunan berat badan. Kardio tidak hanya membantu Anda membakar kalori ekstra yang tidak Anda butuhkan, tetapi juga meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak. Seni bela diri adalah metode penurunan berat badan yang sempurna karena merupakan latihan kardiovaskular yang sangat menyenangkan.

Jadi, Olahraga Apa yang Paling Baik untuk Menurunkan Berat Badan?

Seni bela diri mencakup berbagai gaya yang berbeda, banyak di antaranya memiliki filosofi dan metode pelatihan yang unik. Dari yang lebih lunak, seperti Tai Chi dan Aikido, ke yang lebih menuntut secara fisik, seperti Muay Thai atau Wrestling. Ada disiplin untuk setiap preferensi. Tetapi jika Anda tertarik untuk membakar banyak kalori ada beberapa yang menonjol.

Boxing mengandalkan pukulan yang cukup efektif. Muay Thai dan Karate juga sangat intens. Bahkan hanya denga memukuli sandbag saja ada banyak kalori yang bisa Anda bakar.

Latihan bela diri selain untuk melindungi diri, juga merupakan aktivitas yang menyenangkan. Kapan lagi Anda bisa merasa lebih sehat dan mendapatkan banyak teman baru selain dari olahraga?

Read More Olahraga

Cara Agar Anak Terhindar Dari Cedera Ketika Main Sepak Bola

Berdasarkan penelitian pada Februari 2007 oleh the American Journal of Sports Medicin, pemain bola usia belia (mulai dari 2 sampai 18 tahun) menderita 120,000 cedera serius yang membuat mereka harus dibawa ke unit gawat darurat. Jumlah angka cedera yang berkaitan dengan sepak bola, termasuk yang tidak ditangani ke rumah sakit, berjumlah sekitar 500,000 setiap tahunnya.

Angka total korban cedera tersebut bisa berkurang dan dicegah oleh para orang tua, para atlet dan organisasi sepak bola, dengan cara-cara berikut:

  1. Kurangi cedera lewat penanganan yang sesuai. Cedera seperti terkilir yang sering terjadi ketika anak-anak bisa dicegah, jika sebelumnya anak-anak mengikuti program conditioning (pengkondisian) khusus untuk pemain bola. Pengkondisian yang tepat terutama untuk perempuan.
  2. Kurangi cedera dengan peregangan, pemanasan dan pendinginan. Penelitian menunjukan otot yang kaku rentan terkena cedera dan atlet dengan otot yang tidak terlalu fleksibel memiliki kemungkinan mengalami rasa nyeri, dan sakit setelah olahraga. Tidak seperti gimnastik (senam) atau berenang, sepak bola tidak menciptakan kelenturan.
  3. Kurangi cedera dengan merawat lapangan. Menurut penelitian, 25% dari cedera, dikarenakan kondisi lapangan yang tidak baik. Rajinlah mengecek kebersihan lapangan. Selalu pastikan lapangan bebas dari benda-benda yang membahayakan seperti pecahan kaca, kerikil, puing-puing.
  4. Kurangi cedera dengan menggunakan shin guards atau alat pelindung tulang kering. Penelitian yang sudah dilakukan, bagian tulang kering merupakan area yang paling sering mengalami cedera. Pastikan setiap pemain menggunakan shin guards yang memenuhi standar syarat keamanan.
  5. Kurangi cedera dari benturan gawang. Penelitian dari Consumer Product Safety Commission (CPSC) menyebutkan bahwa bantalan gawang secara signifikan mengurangi jumlah dan tingkat keparahan cedera, dan lebih spesifik efektif mengurangi cedera kepala. Penelitian pada 471 pemain sepak bola menggunakan bantalan gawang terdapat tujuh benturan yang besar antara kipper dan gawang, tetapi tidak ada cidera.
  6. Kurangi cedera orofacial dengan menggunakan pelindung mulut. Sebanyak 30% dari seluruh cedera sepak bola merupakan bagian orofacial. Tetapi hanya 7% nya yang menggunakan pelindung mulut (mouth guards).
  7. Amankan gawang. CPCS merekomendasikan agar gawang dipasang sekuat mungkin pada tempatnya untuk meningkatkan keamanan supaya tidak mudah bergeser.
  8. Kurangi resiko gegar otak dan cedera otak traumatis lainnya. Penelitian yang baru saja dilakukan menyebutkan efek jangka pendek menyudul bola mengakibatkan berkurangnya kecepatan memproses informasi, kesulitan memahami ucapan, menurunkan fungsi kognitif, kesulitan fokus. Untuk efek jangka panjang, masih kurang jelas. Pemain, pelatih, orang tua, ahli kesehatan harus di edukasi tentang potensi cedera dari menyundul bola. Bentuk bola harus sesuai dengan ukuran dan berat yang sesuai dengan umur pemain dan terbuat dari bahan sintetik, dan tidak menyerap air.
  9. Kurangi cedera yang terus-menerus dengan membatasi permainan. Berikan batasan terhadap jumlah permainan yang dijalani anak-anak. Setidaknya beri jeda tiga bulan dari olahraga dalam setahun dan waktu latihan dan bermain bola tidak lebih dari 12 jam per minggu.
  10. Siapkan keadaan darurat medis. Persiapkan dengan baik first-aid kit atau pertolongan pertama pada setiap permainan atau latihan sepak bola. Pelatih olahraga anak-anak usia belia harus dibekali dengan pelatihan pertolongan pertama dan rencana medis saat keadaan darurat.
Read More Olahraga

4 Cedera Sepak Bola yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menanganinya

Bagi Anda para penggemar atau pemain sepakbola, pertandingan merupakan sebuah ajang yang kompetitif yang menampilkan beragam aksi serangan dan pertahanan. Namun, tidak bisa dipungkiri, bersama dengan sepak bola, akan ada kasus-kasus kecelakaan yang berujung pada cedera olahraga. Jangankan pemain sepak bola jalanan, para atlet profesional pun memiliki risiko yang juga cukup tinggi untuk kasus cedera.

Dari semua cedera dan kecelakaan olahraga yang terjadi, para pemain sepak bola biasanya paling banyak mengalami luka pada tubuh bagian bawah. Sebut saja bagian pinggul, selangkangan, paha, hamstring, lutut, betis, tulang kering, pergelangan kaki dan kaki. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari saat berlari, menendang, mengubah arah, memutar, dan melompat. Selain itu, cedera juga dapat terjadi karena terlalu sering membebankan gerakan pada satu otot berulang kali, membenturkan atau menyakiti kembali bagian tubuh dengan riwayat cedera, ataupun karena melakukan kesalahan dan bertabrakan dengan lawan. Para pemain juga lebih berisiko mengalami cedera selama pertandingan kompetitif daripada selama sesi latihan. Berikut ini adalah ulasan mengenai daftar cedera sepak bola yang harus diwaspadai.

Pergelangan Kaki Terkilir
Saat bermain sepak bola, para pemain biasanya akan menghadapi permukaan yang tidak rata untuk berlari dan bergerak mengubah arah secara tiba-tiba. Kondisi inilah yang kerap menyebabkan pergelangan kaki terkilir. Kaki yang terkilir menandakan adanya kontraksi pada ligamen yang bekerja menstabilkan sendi pergelangan kaki menjadi terlalu kaku. Cedera ini dapat menyebabkan pergelangan kaki bergulung ke dalam atau ke arah luar.

Cedera Hamstring
Paha belakang terdiri dari tiga otot besar dan kuat yang menghasilkan kekuatan gerakan saat berlari. Saat bermain sepak bola, para pemain sering melakukan perubahan kecepatan dengan signifikan, berlari, berhenti total, kemudian kembali lagi berlari dengan kecepatan tinggi hanya dalam beberapa detik. Jika otot paha belakang Anda tidak memiliki elastisitas dan kekuatan yang cukup, mereka dapat mengalami kelebihan beban yang akhirnya menyebabkan cedera.

Untuk membantu mencegah cedera hamstring, pastikan untuk selalu melakukan peregangan sebelum memulai latihan. Anda juga dapat melakukan latihan pengondisian secara rutin sehingga menambah kekuatan dari otot-otot paha belakang. Jika terjadi kram atau kaku, gunakan foam roller untuk memijat dan meredakan nyeri.

Cedera Pangkal Paha
Ketika seorang pemain berada di lapangan, gerakan-gerakan menendang, memutar, atau melompat dapat berisiko melukai otot paha bagian dalam (juga dikenal sebagai adduktor), yang mengakibatkan cedera pada selangkangan. Untuk membantu mencegah cedera pangkal paha dari aktivitas olahraga sepak bola, pastikan untuk melakukan peregangan paha bagian dalam secara teratur. Selain itu, lakukan juga latihan penguatan, seperti adductor side bridges dan side lunges dalam latihan rutin Anda.

Cedera Cruciate Ligament Anterior (ACL)
ACL adalah jaringan ligamen penting yang bekerja menstabilkan gerakan kaki pada lutut. Sayangnya, bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling sering mengalami cedera. Biasanya, cedera ACL terjadi saat kaki bawah berada dalam posisi diam, sementara kaki bagian atas melintir atau bergerak. Hal ini terjadi saat para pemain melakukan tekel atau saat mendarat dari lompatan. Cedera ACL dengan robekan ligamen yang menyeluruh kemungkinan besar akan membutuhkan tindakan operasi. Sementara itu, ACL yang terkilir dapat ditangani dengan fisioterapi dan rehabilitasi intensif.

Jika Anda mengalami cedera lutut dan masih terasa sakit dan bengkak setelah beberapa hari, segera lakukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan fisioterapis. Dengan begitu, cedera yang Anda alami dapat diketahui tingkat keparahan dan cara penanganannya yang paling tepat.

Tips Menangani Cedera Sepak Bola
Ketika Anda memilih untuk aktif dalam kegiatan fisik seperti olahraga sepak bola, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk dapat mengurangi risiko cedera. Berikut adalah tips untuk menjaga tubuh Anda tetap aman dan terlindungi saat bermain sepak bola.

1. Perkuat Anggota Tubuh Bagian Bawah
Sebelum mulai bermain atau berlatih di lapangan, lakukan latihan penguatan bagian tubuh bawah seperti calf raises, squat, lunges dan deadlifts. Latihan ini penting untuk memastikan otot-otot utama Anda cukup kuat dan siap untuk melakukan aktivitas berat dalam sebuah pertandingan sepak bola.

2. Lakukan Pemanasan
Hanya butuh beberapa menit untuk melakukan pemanasan dengan baik sebelum mulai masuk ke lapangan. Bermain sepak bola membutuhkan persiapan tubuh yang baik dengan peregangan dinamis (peregangan sambil menggerakkan tubuh seperti ayunan kaki dengan posisi lutut ke atas), selain beberapa set putaran jogging untuk meningkatkan aliran darah ke otot-otot tubuh. Tambahkan pula beberapa latihan dengan bola yang melibatkan beberapa gerakan perubahan arah dan perubahan kecepatan.

3. Lakukan Pendinginan
Meluangkan sedikit waktu setelah permainan untuk melakukan pendinginan juga akan membantu mengurangi risiko cedera. Anda dapat menggunakan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan latihan kardiovaskular dengan intensitas rendah. Regangkan seluruh anggota tubuh bagian bawah Anda secara menyeluruh untuk menenangkan otot-otot yang baru saja bekerja keras.

4. Gunakan Perlengkapan yang Tepat
Lindungi tubuh Anda dengan memakai jenis pakaian yang tepat. Selain itu, gunakan pula sepatu bola dengan ukuran yang pas disertai pelindung tulang kering. Dengan begitu, risiko cedera dapat diminimalisir dengan baik.

5. Konsumsi Makanan Sehat
Selalu pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik dan mengonsumsi makanan yang tepat akan membantu memenuhi energi tubuh untuk digunakan selama berolahraga dan dalam proses pemulihan setelahnya. Pahami aturan nutrisi sehat untuk para atlet untuk rincian menu yang dianjurkan.

6. Istirahat yang Cukup
Terakhir, pastikan untuk menjadwalkan waktu yang cukup untuk beristirahat di antara masa pelatihan dan pertandingan. Hal ini sangat penting agar dapat memberikan waktu pada tubuh untuk memulihkan diri. Jika Anda merasa sakit atau mengalami cedera ringan, pastikan untuk menambah waktu istirahat Anda. Lebih baik untuk melewatkan satu pertandingan daripada berakhir dengan cedera serius.

Read More Olahraga