Musik dan Kesehatan Jantung

Apa lagu favorit Anda? Pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi. Sebab menurut Brian Harris, terapis musik neurologis bersertifikat di Rumah Sakit Rehabilitasi Spaulding yang berafiliasi dengan Harvard University Amerika Serikat, mendengarkan musik dapat membantu meningkatkan kesehatan dan suasana hati Anda.

Mendengarkan musik melibatkan banyak bagian otak, termasuk area yang bertugas untuk gerakan, bahasa, memori, konsentrasi dan emosi. Tidak ada stimulus lain yang secara bersamaan dapat melibatkan seluruh bagian otak, selain musik.

Penelitian tentang Manfaat Mendengarkan Musik

Secara mengejutkan, musik dapat mengubah kimia otak yang mendukung kesehatan jantung. Berdasarkan tes yang dilakukan oleh peneliti, manfaat mendengarkan musik bagi jantung adalah:

  • Memungkinkan seseorang berolahraga lebih lama selama tes tekanan jantung dilakukan pada sepeda treadmill
  • Memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan mengendurkan otot saraf arteri
  • Membantu denyut jantung dan tingkat tekanan darah untuk kembali ke baseline lebih cepat, setelah beraktivitas fisik
  • Meredakan kecemasan pada korban serangan jantung
  • Membantu pasien yang baru sembuh dari operasi jantung, untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan

Musik Picu Kebahagiaan

Mendengarkan atau menciptakan musik dapat memicu rasa bahagia, karena melepaskan hormon senyawa otak berupa dopamin. Zat kimia otak ini membuat seseorang bersemangat dan termotivasi.

Pemrosesan indera pendengaran dimulai dari batang otak, yang sekaligus mengontrol laju detak jantung dan pernapasan. Hubungan inilah yang menjelaskan alasan musik berirama lambat dapat menurunkan detak jantung, laju pernapasan dan tekanan darah. Selain itu, musik yang lembut juga dapat meringankan rasa stres, nyeri, maupun cemas.

Musik Apa yang Cocok untuk Anda?

Bicara tentang musik favorit, tentu kembali pada selera masing-masing individu. Namun, penelitian menunjukkan bahwa musik yang dipilih oleh pasien sendiri menunjukkan dampak yang lebih signifikan, daripada pilihan orang lain.

Menurut American Music Therapy Association, musik dapat “memancing” respons otak terhadap rasa aman dan kenyamanan dengan lingkungannya.

Dalam studi tes tekanan jantung yang dilakukan di universitas Texas, sebagian besar peserta tes berdarah Spanyol-Hispanik. Sehingga, para peneliti memilih musik dengan tempo cepat seperti musik Latin.

Sementara itu dalam studi relaksasi arteri, para peneliti menggunakan musik klasik dan musik rock. Ternyata, sebagian besar peserta lebih mampu mendengarkan musik klasik ketimbang musik rock yang hingar-bingar. Musik klasik lebih ramah telinga dan bisa didengarkan untuk memberikan efek ketenangan dan lebih menyenangkan.

Pada dasarnya, tidak ada ruginya bagi Anda untuk mencoba mendengarkan musik, baik untuk relaksasi atau menambah semangat dalam setiap rutinitas berolahraga. Asalkan, Anda menjaga volume musik agar tidak terlalu kencang, dan tetap kisaran yang normal.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*