Mengenal Manfaat Coklat Bagi Ibu Hamil

Setiap calon ibu mengerti bahwa selama masa kehamilan asupan nutrien perlu diperhatikan secara ekstra. Sebab pada masa-masa tersebut, ibu bukan hanya memikirkan kebutuhan dirinya, tetapi juga kebutuhan janin dalam kandungan.

Dan tak hanya menimbang kebutuhan, para calon ibu juga perlu menimbang keamanan dan manfaat dari tiap jenis makanan yang dikonsumsi. Nah, bagi ibu hamil yang senang mengonsumsi camilan, coklat dapat menjadi pilihan. Di samping memunculkan perasaan bahagia saat mengonsumsinya, terdapat manfaat coklat bagi kesehatan ibu hamil.

Risiko preeklampsia lebih rendah

Preeklampsia termasuk salah satu komplikasi kehamilan yang sangat dikhawatirkan oleh banyak calon ibu. Sebab preeklampsia akan membuat suplai darah untuk janin berkurang.

Ternyata, salah satu manfaat coklat bagi ibu hamil adalah dapat menurunkan risiko terjadinya preeklampsia. Mengapa demikian?

Di dalam coklat, terdapat senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Flavonol merupakan jenis senyawa flavonoid yang terkandung di dalam coklat. Biasanya, semakin tinggi kadar kokoa di dalam produk coklat, semakin tinggi juga kadar flavonol di dalamnya.

Flavonol inilah yang diketahui memegang peranan penting dalam menurunkan risiko preeklampsia pada ibu hamil. Kemampuan flavonol mengurangi kadar kolesterol di dalam darah membuatnya mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Mendukung perkembangan janin

Manfaat coklat dalam mendukung perkembangan janin juga masih terkait dengan senyawa flavonol yang dikandungnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Pregnancy Meeting of The Society for Maternal-Fetal Medicine, flavonol dalam coklat dilaporkan memberikan dampak positif bagi perkembangan janin.

Penelitian tersebut melibatkan 129 calon ibu dengan usia kehamilan antara 11-14 minggu. Riset ini diawali dengan pemeriksaan uterine artery doppler pulsatility index, yaitu indeks yang mengukur aliran darah ke rahim, plasenta, serta janin. Pemeriksaan indeks ini dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya preeklampsia, tekanan darah tinggi, dan masalah kehamilan lainnya.

Para ibu hamil yang terlibat di dalam penelitian, secara acak diberikan 30 gram coklat dengan kadar flavonol yang bervariasi. Coklat ini harus dikonsumsi setiap hari, dalam jangka waktu 12 minggu.

Pengukuran uterine artery doppler pulsatility index kembali dilakukan setelah 12 minggu. Kondisi ibu hamil juga terus dipantau hingga waktu persalinan tiba.

Dari penelitian ini diketahui, ibu hamil yang diberi coklat dengan kadar flavonol tinggi maupun rendah menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan uterine artery doppler pulsatility index. Artinya, konsumsi coklat tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan janin, terlepas dari kadar flavonol yang terkandung di dalamnya.

Konsumsi coklat secukupnya

Memang benar, terdapat manfaat coklat bagi ibu yang sedang mengandung. Akan tetapi, disarankan untuk tidak mengonsumsi coklat secara berlebihan.

Aneka produk-produk coklat yang beredar di pasaran, rata-rata memiliki kalori yang tinggi. Hal ini dapat membuat ibu hamil bertambah berat badan dengan mudah, bahkan pesat. Sementara kenaikan berat badan yang terlalu tinggi pada ibu hamil itu berbahaya.

Bukan hanya gula atau kalori yang perlu diwaspadai, coklat juga mengandung kafein. Para ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari. Sedangkan dalam keseharian, ibu hamil mungkin mengonsumsi teh yang juga mengandung kafein. Sehingga dikhawatirkan asupan jumlah kafein per hari menjadi terlalu tinggi.

Anda juga perlu waspada bila muncul rasa gatal, bentol, atau kemerahan pada kulit. Kemungkinan besar Anda alergi terhadap coklat dan konsumsinya harus segera dihentikan.

Meskipun ada manfaat coklat bagi kesehatan ibu hamil dan janin, namun jumlah yang dikonsumsi tetap tidak boleh berlebihan. Bila perlu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi makanan tertentu.

Kehamilan

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*