Kesalahan Parenting Bagi Orangtua Baru

Parenting menjadi pondasi utama dalam usaha orang tua membentuk karakter anak, kepribadian seseorang yang bermasalah di masa sekarang bisa jadi disebabkan karena kesalahan yang dilakukan orang. Tidak heran mengapa banyak para orang tua membutuhkan ilmu parenting ketika mendidik anak mereka.

Meskipun sudah belajar parenting terkadang para orang tua masih mengalami kesalahan-kesalahan kecil dalam menjalankan pola asuh terhadap anak-anaknya. Menariknya kesalahan ini muncul tanpa disadari oleh para orang tua, mengenali masalah yang biasa muncul ketika mengasuh anak sangat penting diketahui agar nanti lebih mudah mencari solusi.

Kesalahan Menerapkan Ilmu Parenting

  • Gaya Parenting Jaman Dulu

Mencontek gaya parenting orang tua jaman dulu sudah pasti tidak cocok untuk diterapkan pada anak-anak di era modern saat ini. Gaya parenting yang efektif yang diterapkan dulu, tidak selalu efektif jika digunakan untuk membentuk kepribadian anak-anak di jaman sekarang.

Misalnya dulu orang tua tidak memperbolehkan anak untuk keluar malam, bermain atau hanya bertemu dengan teman. Jika gaya ini diterapkan di jaman sekarang, anak-anak tersebut pasti akan langsung protes.

  • Anak Sibuk

Beberapa orang tua di jaman sekarang berusaha untuk membuat anak sibuk, ini menjadi kesalahan dalam parenting. Padahal, anak-anak juga membutuhkan ruang dan waktu untuk dirinya sendiri, baik untuk istirahat atau bermain.

  • Tidak Sabar

Kesalahan dalam parenting selanjutnya dan yang paling sering dilakukan orang tua baru adalah tidak memiliki kesabaran dalam mengajarkan kesabaran pada anak. Hal ini sering ditemui, misalnya ketika orang tua membantu anak belajar menulis tentunya ini membutuhkan kesabaran yang lebih agar mendapat hasil yang baik.

  • Konsekuensi

Biasanya orang tua selalu berusaha menyelamatkan anak dari segala bahaya dan kesengsaraan, namun sebenarnya sudah dalam menjalani hidup di masa anak-anak merupakan bekal berharga ketika anak itu menjadi dewasa.

Orang tua penting membiarkan konsekuensi alam dialami oleh sang anak, nantinya dari konsekuensi tersebut si anak diharapkan bisa mengambil hikmah. Misalnya, anak sulit bangun pagi dan kemudian orang tua selalu membangunkannya.

Hal itu tidak salah tetapi juga tidak 100 persen benar, seharusnya orang tua hanya wajib memberi saran agar si anak dapat bangun pagi. Konsekuensi dari hal tersebut bisa jadi anak telat masuk sekolah, namun di sisi lain juga bisa menjadi pembelajaran.

  • Kompetisi Parenting

Beberapa orang tua baru bahkan menanggap parenting merupakan sebuah kompetisi, sering meremehkan dan memojokkan gaya parenting orang tua lain. Padahal setiap orang tua memiliki gaya parenting yang berbeda, tentu akan menjadi lebih baik jika sesama orang tua saling memberikan dukungan satu sama lain dan bukan malah menjadikannya sebagai kompetisi.

  • Tidak Memberi Contoh yang Diharapkan

Jika ingin mengharapkan anak melakukan kebaikan, sebaiknya hal itu dicontohkan terlebih dulu oleh orang tuanya. Seperti membersihkan rumah, baik ibu dan ayah perlu mencotohkan bagaimana cara membersihkan dan merawat rumah dengan baik.

Berikan contoh perilaku baik jika ingin anak juga melakukan hal baik juga, selain membersihkan rumah juga bisa dengan contoh kecil lainnya. Jangan sampai orang tua sama sekali tidak tahu mengenai hal yang menyangkut ilmu parenting dan mengandalkan naluri.

Perubahan jaman akan terus terjadi, sehingga kehidupan kecil para orang tua tidak dapat disamakan dengan kehidupan anak jaman sekarang. Hal inilah yang membuat ilmu mengenai parenting terus berkembang karena memang di sesuaikan dengan kondisi jaman.

Parenting

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*