Inilah 4 Risko Dari Tindakan Kuret

Mengalami keguguran merupakan hal yang berat hampir bagi semua wanita. Sang calon ibu harus menghadapi kehilangan janin sekaligus harus menjalani prosedur medis yang cukup berat pula, salah satunya prosedur kuret.

Sebenarnya, kuret merupakan prosedur medis untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim. Tindakan tersebut bukan hanya ditujukan untuk membersihkan janin setelah keguguran, melainkan juga ditujukan untuk menangani kondisi medis tertentu atau menegakkan diagnosis.

Tindakan kuret biasanya diawali dengan pembukaan atau dilatasi rahim terlebih dahulu. Itulah mengapa tindakan ini juga dikenal dengan istilah dilatasi dan kuret (Dilatation and Curettage atau D&C).

Kondisi medis yang membutuhkan tindakan kuret

Seperti disebutkan sebelumnya, kuret sebetulnya bukan hanya untuk membersihkan janin pasca keguguran. Tapi, tindakan ini juga dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit serta mengatasi gangguan kesehatan tertentu.

– Mendiagnosis penyakit

Salah satu cara menegakkan diagnosis yang umum dilakukan adalah biopsi. Kuret termasuk prosedur yang dilakukan untuk mengambil sampel jaringan atau biopsi tersebut.

Tindakan tersebut sering kali dilakukan untuk mencari tahu penyebab perdarahan tidak normal dari jalan lahir, perdarahan setelah menopause, atau mencari tahu jenis sel rahim abnormal yang diketahui melalui pap smear.

– Penanganan gangguan medis tertentu

Kondisi-kondisi berikut ini membutuhkan tindakan kuret.

  • Keguguran

            Seperti diketahui, kuret kadang dibutuhkan untuk membersihkan janin saat           terjadi keguguran. Infeksi atau perdarahan rahim dapat dihindari dengan   tindakan kuret.

  • Hamil anggur

            Pada kehamilan normal, bayi akan memperoleh nutrisi melalui plasenta yang       tumbuh bersamanya di dalam rahim. Sementara bila ibu mengalami hamil   anggur, jaringan yang semestinya menjadi plasenta justru berkembang menjadi       tumor.

            Jaringan tumor tersebut diangkat dengan tindakan kuret.

  • Plasenta yang tersisa setelah persalinan

            Setelah persalinan, plasenta kadang masih tersisa. Hal ini kadang memicu            perdarahan hebat. Tindakan kuret dilakukan untuk mengangkat plasenta            tersebut.

  • Polip serviks atau polip rahim

            Pertumbuhan jaringan tidak normal pada dinding rahim disebut polip rahim atau   polip serviks. Umumnya, kondisi ini jinak dan tindakan kuret dilakukan untuk      mengangkat jaringan abnormal tersebut.

Komplikasi atau risiko tindakan kuret

Kuret sebetulnya merupakan tindakan yang aman dilakukan. Namun, seperti tindakan medis lainnya, tindakan kuret tetap memiliki risiko atau kemungkinan komplikasi. Berikut ini beberapa risiko yang mungkin timbul dari prosedur kuret.

1. Perforasi rahim

Kuret dilakukan dengan menggunakan alat khusus dengan ujung yang tajam. Hal tersebut mengakibatkan kemungkinan terjadi lubang pada rahim akibat alat kuret mengenai rahim terlalu dalam.

Wanita yang baru melahirkan atau telah mengalami menopause lebih berisiko mengalami kondisi ini, sebab dinding rahimnya telah menipis.

2. Luka pada mulut rahim

Saat prosedur kuret dilakukan, ada kemungkinan terjadi luka pada mulut rahim. Apabila hal ini terjadi, maka dokter akan mengatasinya dengan memberi tekanan pada area terjadinya pendarahan. Pemberian obat untuk menghentikan pendarahan juga dapat dilakukan.

3. Sindrom asherman

Tindakan kuret yang dilakukan pada wanita pasca keguguran atau melahirkan, berpotensi menyebabkan sindrom asherman. Kondisi ini merupakan gangguan rahim yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut atau lengketnya rahim serta leher rahim.

4. Infeksi rahim

Kemungkinan alat kuret yang digunakan tercemar oleh kuman atau bakteri tetap ada. Oleh sebab itu, tetap ada potensi terjadinya infeksi pada rahim.

Sebagai prosedur medis, tindakan kuret memang memiliki risiko. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab dokter hanya akan merekomendasikan tindakan tersebut apabila manfaatnya dinilai lebih besar dibanding risiko.

Operasi
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*