Kebiasaan Sehari-hari yang Sebabkan Neuropati Radialis

Umumnya saraf terjepit terjadi bagian tulang belakang. Namun, tahukah Anda bahwa saraf terjepit juga bisa terjadi di bagian tangan? Dunia medis mengenalnya sebagai neuropati radialis, yang merupan kondisi terjadinya saraf terjepit di bagian siku bawah sampai lengan bagian atas.

Saraf terjepit yang terjadi di bagian tangan tersebut menyebabkan Anda menjadi sulit mengontrol gerakan tangan Anda. Mati rasa dan kesemutan menjadi gejala yang umum terjadi pada penderita neuropati radialis. Selain itu seperti penyakit saraf terjepit di bagian lain, kondisi ini akan membuat Anda merasa nyeri kuat di bagian yang mengalami pembengkakan.

Kondisi masalah saraf yang muncul di lengan ini biasa dialami seseorang akibat mengalami cedera di bagian tersebut. Namun selain itu, ternyata ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat Anda juga rentan terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang menimbulkan risiko neuropati radialis.

  1. Pemakaian Jam Tangan dan Gelang

Pernah tidak berpikir bahwa memakai jam tangan dan gelang bisa menimbulkan risiko penyakit pada tangan Anda lama-kelamaan? Nyatanya, memakai jam tangan maupun gelang secara terus-menerus memang bisa menimbulkan risiko penyakit neuropati radialis. Risiko akan semakin besar apabila Anda termasuk orang yang senang menggunakan jam tangan ataupun gelang secara ketat.

Pemakaian jam tangan dan gelang secara terus-menerus membuat pegelangan tangan menjadi menyempit. Kondisi inilah yang memengaruhi saraf radial yang berada di sekitar area tersebut. Saraf radial menjadi terjepit ketika terjadinya penyempitan sehingga pada akhirnya menimbulkan pembengkakan yang dikenal sebagai neuropati radialis.

  • Salah Tidur

Kebanyakan orang tidak menyadari bagaimana posisi badannya ketika sedang terlelap. Tidak jarang, posisi tubuh seseorang salah ketika sedang tidur sehingga menimbulkan berbagai keluhan. Risiko saraf terjepit di berbagai area tubuh pun mengintai Anda yang sering salah tidur, tidak terkecuali pada saraf radial di bagian tangan.

Ada kemungkinan Anda tidur dengan menindihkan kepala di salah satu pegelangan tangan Anda. Sekali dua kali, posisi tersebut mungkin tidak menimbulkan keluhan apa-apa. Namun lama-kelamaan coba Anda rasakan, Anda pasti akan sering mengalami kesemutan dan mati rasa di bagian pegelangan tangan yang merupakan tanda terjepitnya saraf radial.

  • Menyandarkan Lengan ke Sandaran Kursi

Menyandarkan lengan ke sandaran kursi banyak dipilih seseorang untuk menghasilkan kesan santai. Dengan menyandarkan lengan ke sandaran, Anda juga merasa lebih rileks. Namun ternyata, kebiasaan yang satu ini cukup berbahaya bagi saraf radial Anda.

Kebiasan menyandarkan lengan ke sandaran kursi bisa membuat lengan bagian atas tertekan sehingga menimbulkan pembengkakan pada saraf radial. Jika sudah seperti itu, Anda akan merasa nyeri dan sering mengalami kesemutan, yang merupakan tanda-tanda umum dari neuropati radialis.

  • Posisi Mengetik Salah

Dewasa ini menjadi hal yang sangat lumrah orang menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari di depan laptop, entah itu untuk pekerjaan ataupun sekadar menghabiskan waktu. Namun berhati-hatilah, risiko terserang neuropati radialis juga besar bagi Anda yang banyak beraktivita di depan laptop, khususnya untuk mengetik.

Bagaimana posisi mengetik Anda? Jika saat mengetik bagian lengan Anda menggantung, waspadalah terhadap posisi yang salah tersebut. Tangan yang menggantung ketika sedang mengetik membuat tekanan pada lengan dan saraf radial semakin besar. Pada akhirnya, posisi tersebut akan memicu pembengkakan pada saraf radial.

*** Mulai sekarang cobalah lebih berhati-hati dalam melakukan kebiasaan sehari-hari di atas, ya? Tujuannya jelas agar kondisi tangan Anda terhindar dari penyakit neuropati radialis. Dengan demikian, aktivitas harian Anda tidak akan terganggu.

Read More Hidup Sehat

Bisakah Seseorang Meningkatkan Kadar Cairan Synovial?

Ada begitu banyak “komponen” di dalam tubuh manusia, baik itu yang tampak dan berbentuk jelas, hingga yang tak tampak dan mungkin tak pernah kita ketahui bentuknya. Selain, misalnya, enzim atau senyawa-senyawa lain, ada pula yang mungkin tak pernah kita ketahui sebelumnya seperti cairan synovial.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mengetahui apa itu cairan synovial. Kita dapat mengenali cairan synovial dengan mudah jika istilahnya diganti dengan “pelumas” sendi. Ya, cairan sinovial adalah cairan yang bertugas melubrikasi sekaligus berperan sebagai bantalan sendi.  

Jika keberadaan cairan ini berkurang atau malah hilang sama sekali, beberapa gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sendi dan tulang akan datang menyerang yang bersangkutan. Masalahnya, cairan synovial di dalam tubuh manusia ini akan berkurang secara alamiah atau dengan sendirinya seiring bertambahnya usia seseorang.

Namun, jangan khawatir, kita tetap dapat melakukan upaya terbaik. Dengan beberapa langkah, seorang manusia tetap dapat menjaga stabilitas atau keseimbangan kadar dan jumlah cairan synovial di dalam dirinya.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan, atau setidaknya menjaga kadar dan jumlah cairan synovial:

  1. Memperbaiki Pola Makan

Metode atau cara ini memang selalu keluar ketika kita berbicara mengenai upaya menjaga tubuh tetap sehat, termasuk menjaga cairan synovial. Pengaruh makanan memang amat besar bagi kondisi tubuh seseorang. Jika makanan yang dikonsumsi baik, baik pula kondisi tubuhnya. Begitu juga sebaliknya.

Di kelompok cara ini, seseorang bisa menjaga kadar cairan synovial di dalam tubuhnya dengan beberapa aturan, antara lain:

  • Pastikan Tubuh Selalu Terhidrasi

Selain memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, air juga mampu menghidrasi tubuh dan melubrikasi sendi. Porsi air yang direkomendasikan sangatlah bergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor personal lain.

  • Perbanyak Konsumsi Ikan dan Lemak Sehat

Ikan berlemak tinggi seperti salmon atau trout adalah sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan sendi. Oleh karena itu, cobalah menyantap 2-3 porsi jenis ikan tersebut setiap minggu. Selain itu alpukat, kacang tanah, minyak zaitun, dan sumber lemak tak jenuh lain juga ampuh menjaga jumlah cairan synovial untuk melubrikasi sendi Anda.

  • Jaga Asupan Buah dan Sayur

Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, cairan bergizi, dan zat antipembengkakan yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran berdaun hijau, brokoli, buah berry, dan anggur merah pun sangat kaya antioksidan. Sementara itu, keluarga jeruk dan paprika sangat kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi risiko erosi tulang rawan.

  • Kurangi Makanan dengan Kadar Gula dan Garam yang Tinggi

Meski tubuh membutuhkan garam dan gula, mengonsumsi terlalu banyak garam sejatinya berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, batasi konsumsi gula dan garam untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan sendi Anda.

  • Bantuan Suplemen

Ada banyak manfaat suplemen selain melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak atau kurang didapatkan dari konsumsi makanan harian. Anda juga mungkin bisa menjaga cairan synovial dengan bantuan suplemen.

  • Konsumsi Multivitamin Harian

Mengonsumsi multivitamin adalah salah satu cara untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang diperlukan demi memproduksi cairan synovial. Selenium, seng, mangan, serta vitamin A, C, dan E adalah beberapa sumber nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga kesehatan sendi.

  • Pertimbangkan Glukosamina dan Chondroitin

Beberapa penelitian membuktikan bahwa glukosamina dan chondroitin dapat meredakan nyeri sendi, mencegah erosi tulang rawan, meningkatkan produksi cairan synovial, dan meregenerasi struktur sendi.

  • Kapsul Asam Hialuronat

Asam hialuronat mampu meningkatkan kemampuan cairan synovial untuk melubrikasi dan menyerap getaran atau goncangan pada sendi. Bagi penderita radang sendi, umumnya dokter akan langsung menyuntikkan asam hialuronat ke dalam sendi. Namun sejatinya, Anda pun bisa mengonsumsinya dalam bentuk kapsul.

  • Minyak Ikan atau Suplemen Omega 3

Asam lemak omega 3 memproduksi zat yang mampu memperbaiki kesehatan tulang rawan dan kondisi cairan sendi. Cobalah mengonsumsi suplemen atau memenuhi kebutuhan omega 3 tubuh dengan menyantap ikan berlemak, kacang walnut, dan produk biji flaks

  • Jangan Lupa Konsultasi dengan Dokter

Meski efektivitas suplemen masih diperdebatkan, banyak orang yang mengalami gangguan sendi mengaku merasakan dampak positif setelah mengonsumsinya. Oleh karena itu, tetaplah mengonsultasikan kemungkinan mengonsumsi suplemen diet kepada dokter dan meminta rekomendasi suplemen yang tepat.

***

Tak ada salahnya mencoba dua langkah di atas untuk menjaga atau menambah jumlah cairan synovial Anda. Dua cara di atas digadang-gadang sebagai upaya yang baik untuk mencegah peradangan sendi atau masalah persendian lain.

Read More Hidup Sehat

Bagaimana Speech Delay Didiagnosis & Hubungannya dengan Kemungkinan Kesembuhan

Umumnya, ketika anak berusia 2 tahun mereka sudah mampu mengatakan sekitar 50 kata dan berbicara dalam kalimat pendek, dua sampai tiga kata. Kosakata mereka akan mengalami peningkatan menjadi sekitar 1.000 kata saat usianya tiga tahun. Jika anak Anda belum memiliki kemampuan tersebut, patut diwaspadai, mungkin saja buah hati Anda mengalami speech delay.

Speech delay atau keterlambatan berbicara merupakan gangguan yang paling umum terjadi pada anak berusia 3-16 tahun. Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh National Centre for Biotechnology Information dipaparkan bahwa gangguan tersebut dialami oleh 1 hingga 32 persen pada populasi normal.

Perkembangan bicara setiap anak berbeda-beda. Namun, terdapat patokan dasar yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak Anda sesuai usianya. Hal ini bisa diterapkan untuk mendeteksi apakah anak Anda mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak.

  • Penyebab-Penyebab Speech Delay

Meski ada banyak kemungkinan, tetapi beberapa hal penting yang dapat diketahui soal terjadinya speech delay antara lain:

  • Gangguan mulut, seperti masalah dengan lidah atau langit-langit (atap mulut).
  • Frenulum pendek (lipatan di bawah lidah), yang dapat membatasi pergerakan lidah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Perkembangan lambat.
  • Cacat intelektual.

Penyebab lain termasuk:

  • Perampasan psikososial (anak tidak menghabiskan cukup waktu berbicara dengan orang dewasa).
  • Menjadi saudara kembar.
  • Autisme (gangguan perkembangan).
  • Mutisme pilihan (anak tidak mau bicara).
  • Cerebral palsy (gangguan gerakan yang disebabkan oleh kerusakan otak).

Fakta unik yang bisa dimasukkan ke dalam kelompok penyebab speech delay adalah penggunaan dua bahasa atau bilingual di rumahnya. Penggunaan dwibahasa atau  bilingual bisa memengaruhi bahasa dan ucapan anak.

Pasalnya, otak anak harus bekerja lebih keras untuk menafsirkan dan menggunakan 2 bahasa. Jadi mungkin perlu waktu lebih lama bagi anak-anak ini untuk mulai menggunakan satu atau kedua bahasa yang mereka pelajari.

  • Mendapatkan Diagnosis Speech Delay

Jika anak Anda diduga mengalami masalah komunikasi ini, Anda bisa segera menemui ahli patologi wicara-bahasa (SLP). Anda dapat menemukan ahli patologi bahasa sendiri atau meminta penyedia layanan kesehatan untuk merujukkan pada satu dokter ahli.

Peran SLP (atau ahli terapi wicara) di sini akan memeriksa kemampuan bicara dan bahasa anak. Mereka akan memeriksa mulut, langit-langit, dan lidah anak Anda. Ahli patologi akan melakukan tes standar dan mencari tonggak dalam perkembangan bicara dan bahasa anak. Mereka mungkin juga memeriksa pendengaran anak Anda. SLP juga akan memeriksa:

  • Apa yang dipahami anak Anda (disebut bahasa reseptif)
  • Apa yang bisa dikatakan anak Anda (disebut bahasa ekspresif)
  • Perkembangan suara dan kejernihan bicara
  • Status motorik lisan anak Anda (bagaimana mulut, lidah, langit-langit, dll—bekerja bersama untuk berbicara serta makan dan menelan).

Berdasarkan hasil diagnosis tersebut, ahli patologi wicara-bahasa mungkin akan merekomendasikan terapi wicara atau penanganan lain untuk mengatasi masalah speech delay anak Anda.

  • Peran Orang Tua Dalam Menangani Speech Delay

Adapun kemungkinan dari kesembuhan speech delay, selain terapi atau penanganan yang diberikan tenaga medis, peran orang tua juga amat dibutuhkan. Sebagai orang tua, Anda bisa melakukan di bawah ini untuk mendorong perkembangan anak Anda:

  • Fokus pada komunikasi. Bicaralah dengan anak Anda, bernyanyi, dan dorong peniruan suara dan gerak tubuh.
  • Bacakan untuk anak Anda. Mulailah membaca ketika anak Anda masih bayi. Cari buku-buku lunak atau papan atau buku bergambar yang sesuai dengan usia yang mendorong anak-anak untuk melihat saat Anda memberi nama gambar.
  • Gunakan situasi sehari-hari. Untuk membangun pidato dan bahasa anak Anda, ajaklah mengobrol sesering mungkin seperti berbicara mengenai aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan saat di rumah.

***

Jika anak Anda mengalami speech delay, bukan berarti selalu ada sesuatu yang salah. Kuncinya ada pada seberapa cepat Anda mendapatkan diagnosis untuk segera memberikan dan penanganan. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara atau bahasa anak Anda.

Read More Hidup Sehat

Mengolah Daun Sage yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan

Tumbuh-tumbuhan sejak dahulu kala telah dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Banyak kepentingan yang bisa dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan, salah satunya di bidang kesehatan untuk digunakan sebagai obat. Tumbuhan yang bisa memenuhi kebutuhan itu disebut tanaman herbal. Belakangan muncul satu jenis tumbuhan lagi yang diyakini mampu memberikan efek baik bagi kesehatan manusia, yakni daun sage.

Sage (Salvia officinalis) adalah tumbuhan yang masuk ke dalam keluarga daun mint (Lamiaceae). Disebutkan tumbuhan ini berasal dari Mediterania. Kendati seperti baru muncul belakangan ini, ternyata daun sage telah dimanfaatkan sejak zaman dahulu kala.

Bahkan, daun sage telah tercatat dalam literatur zaman Romawi sebagai “ramuan suci” yang digunakan dalam serangkaian ritual keagamaan mereka. Dahulu kala, daun sage dimanfaatkan untuk menangkal kejahatan atau sihir, gigitan ular, hingga meningkatkan kesuburan wanita.

  • Kandungan Daun Sage dan Kaitannya dengan Kesehatan

Di zaman sekarang, mulai banyak orang mempercayai khasiat daun sage untuk kesehatan mereka. Bahkan, beberapa penelitian, kendati masih perlu uji lanjutan, telah menemukan manfaat dari ekstrak daun sage dapat memberikan efek positif pada otak manusia.

Jika ditilik dari kandungannya, klaim itu mungkin bisa menjadi benar. Sebab dalam satu sendok atau sekitar 0,7 gram daun sage mengandung:

  • Kalori: 2
  • Protein: 0,1 gram
  • Karbohidrat: 0,4 gram
  • Lemak: 0,1 gram
  • Vitamin K: 10% dari rekomendasi asupan harian (RAH)
  • Zat besi: 1,1% dari RAH
  • Vitamin B6: 1,1% dari RAH
  • Kalsium: 1% dari RAH
  • Mangan: 1% dari RAH

Tak hanya itu, daun sage juga masuk ke dalam dedaunan yang banyak mengandung antioksidan. Tak kurang dari 160 jenis polifenol atau antioksidan berbeda terdapat dalam daun sage. Selain itu, daun sage juga mengandung senyawa asam klorogenat, asam kafeat, asam rosmarinic, asam ellagic, dan rutin.

  • Cara Mengolah Daun Sage

Cara pemanfaatan daun sage yang paling populer adalah dijadikan sebagai bahan campuran masakan. Akan tetapi, daun sage juga bisa dikonsumsi dengan cara menyeduhnya seperti teh. Berikut panduan sederhana mengolah daun sage menjadi minuman penuh khasiat:

  1. Siapkan Daun Sage

Daun sage dengan kualitas terbaik dibutuhkan jika ingin memanfaatkannya dengan cara ini. Anda bisa mendapatkan tanaman ini dengan mudah di pasar atau toko, baik dalam kondisi segar maupun sudah dikeringkan.

Pilih daun sage yang kondisinya masih segar, yakni tidak layu maupun rusak. Kemudian, cuci lebih dahulu sebelum Anda meraciknya menjadi teh. Sementara jika Anda menggunakan sage yang dikeringkan, selalu perhatikan masa berlaku yang terdapat pada kemasan.

  • Bahan-Bahan yang Diperlukan

Cara selanjutnya untuk membuat teh sage adalah menyiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Anda butuh panci untuk merebus air, saringan, dan wadah untuk teh. Kemudian, siapkan bahan untuk membuat teh, seperti:

  • 1 liter air
  • 141 gram daun sage segar (kira-kira 45 buah daun) atau 4 sendok makan sage kering
  • 2 sendok makan gula
  • 1 1/2 sendok parutan kulit lemon
  • 3 sendok makan perasan lemon
  • Proses Pembuatan

Cara membuat teh sage ini dimulai dengan merebus air. Kemudian, tambahkan semua bahan ke dalam wadah rebusan air dan aduk perlahan. Diamkan air mendidih dalam 20 hingga 30 menit dan aduk sesekali.

Setelah mendidih, matikan api dan saring daun-daun dari rebusan air supaya lebih mudah untuk diminum. Anda bisa meminumnya selagi panas atau hangat sesuai keinginan.

***

Bagaimanapun cara Anda memanfaatkan daun sage ini sebenarnya tidak jadi soal. Namun, jika Anda ingin ingin mereguk jutaan manfaatnya untuk kesehatan sekaligus menikmatinya dengan kudapan di pagi atau sore hari sambil duduk di beranda, mengolahnya sebagai teh merupakan pilihan yang tepat sekali.

Read More Hidup Sehat

Cara Memilih Conditioner Terbaik untuk Berbagai Jenis Rambut

Memiliki rambut yang lembut berkilau tentu menjadi dambaan setiap orang, khususnya wanita. Memakai berbagai merek conditioner terbaik pun dilakukan guna bisa mencapai rambut yang demikian. Hanya saja, kerap banyak orang merasa kesal ketika akhirnya menjajal suatu produk conditioner yang dianggap bagus, tapi ternyata tidak terlalu berpengaruh pada rambut mereka.

Mungkin, Anda termasuk salah satunya yang sampai saat ini masih selalu kesal setiap habis mencoba conditioner yang dianggap bagus, tapi ternyata kurang memberikan hasil memukau untuk tampilan rambut Anda.

Sebaiknya jika berada di kondisi seperti itu jangan marah-marah dahulu. Jangan juga langsung menyalahkan suatu produk conditioner karena tidak mampu membuat rambut Anda tampak lembut dan berkilau. Soalnya sangat mungkin terjadi, hasil yang tidak maksimal dari conditioner tersebut disebabkan tidak cocoknya jenis rambut Anda dengan conditioner yang Anda pilih.

Berikut ini trik cara memilih conditioner terbaik berdasarkan jenis rambut Anda. Dengan produk yang tepat, rambut pun akan cepat terasa lembut dan berkilau.

Conditioner untuk rambut ikal dan keriting

Anda yang memiliki rambut ikal atau keriting pasti kerap mengalami masalah rambut kusut. Bahkan ketika sudah diolesi conditioner, rambut Anda masih saja susah dibuat patuh untuk tidak kusut. Karena itulah, beberapa orang dengan rambut ikal dan keriting menganggap penggunaan conditioner menjadi tidak berpengaruh untuk jenis rambut mereka.

Padahal, tidak seperti itu. Anda bisa memilih conditioner dengan kandungan pelembap yang tinggi jika memiliki rambut ikal dan keriting. Dengan kandungan pelembap yang tinggi, rambut Anda akan lebih halus dan lebih mudah diatur. Produk-produk dengan label moisturizing atau hydrating menjadi conditioner terbaik untuk jenis rambut Anda yang ikal dan keriting.

Conditioner untuk rambut lurus dan tipis

Pernah tidak Anda menjadi kesal memakai conditioner karena membuat rambut Anda terlihat sangat lepek dan membuat kulit kepala Anda justru kelihatan? Alih-alih terlihat sempurna, tampilan rambut Anda justru membuat Anda terlihat lesu.

Jika sudah begitu, bisa dipastikan Anda salah memilih conditioner. Kalau Anda memiliki jenis rambut yang lurus dan tipis, baiknya Anda menghindari memakai conditioner dengan kandungan pelembap tinggi karena akan membuat lambut terlihat lepek. Baiknya, Anda memilih volumizing conditioner. Jenis conditioner ini bisa membuat rambut Anda terlihat lebih tebal.

Conditioner untuk rambut bergelombang

Bagaimana jika rambut Anda termasuk jenis bergelombang? Di bagian dengan akar, rambut Anda tergolong lurus dan tipis. Namun dari tengah hingga ujung, rambut Anda justru mengarah ke jenis ikal. Tenang saja, rambut bergelombang nyatanya juga bisa memilih conditioner terbaik, kok.

Kalau Anda memiliki jenis rambut ini, carilah conditioner dengan kandungan pelembap yang minim. Kandungan pelembap yang minim membuat bagian pangkal rambut yang tipis tidak akan terlihat lepek. Di sisi lain, adanya pelembap akan membuat bagian rambut yang ikal tetap mudah diatur dan tidak mudah kusut.

Conditioner untuk rambut kering dan rapuh

Rambut kering dan rapuh tergolong jenis rambut yang paling susah diurus. Bahkan ketika sudah menggunakan perawatan rambut yang baik, tidak jarang berbagai masalah kerusakan rambut menghampiri jenis rambut ini, seperti rambut patah, bercabang, sampai kusam.

Menggunakan conditioner dapat menjadi salah satu perawatan yang baik untuk jenis rambut kering dan rapuh. Namun, pastikan conditioner yang Anda pakai mengandung formulasi untuk memperbaki rambut rusak. Carilah conditioner dengan label deep repair. Conditioner jenis itu akan membuat rambut Anda terlihat lembut, berkilau, dan tentu saja sehat.

*** Tidak bingung lagi bukan sekarang untuk memilih conditioner terbaik berdasarkan jenis rambut Anda? Nah, bagaimana jika jenis rambut Anda termasuk rambut berminyak? Disarankan jika demikian, Anda tidak perlu menambahkan pemakaian conditioner untuk rambut tiap harinya karena hanya akan membuat rambut terlihat lepek.

Read More Hidup Sehat

Cari Tahu Aneka Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan

Banyak sekali ramuan tradisional yang mengandung daun kelor di dalamnya. Ternyata, tak hanya dipercaya secara turun temurun, manfaat daun kelor pun banyak diteliti secara ilmiah.

Menilik manfaat daun kelor

Daun kelor mengandung antioksidan tinggi serta diyakini mampu mengontrol kadar gula darah. Ragam nutrisi yang terdapat di dalam daun moringa atau kelor ini juga membuatnya memiliki banyak manfaat. Mari cari tahu lebih lanjut terkait manfaat daun kelor bagi kesehatan!

1. Menangkal radikal bebas

Di dalam daun kelor, terkandung antioksidan yang cukup tinggi. Oleh karenanya, daun kelor dapat membantu menangkal efek buruk radikal bebas.

Radikal bebas sering kali menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung.

2. Membantu mengatasi kanker

Salah satu manfaat daun kelor yang lain adalah membantu mengatasi kanker. Kemampuan tersebut dimiliki daun kelor karena isotiosianat yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cancer Chemoprevention Research Center, Farmasi UGM, disebutkan bahwa isotiosianat merupakan agen kemopreventif.

Berdasarkan penelitian in vitro, efektivitas daun kelor sebagai antikanker terbukti dari kemampuan isotiosianat memicu apoptosis pada sel kanker ovarium. Selain itu, diketahui isotiosianat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker pankreas. Namun, hal tersebut masih dalam penelitian in vitro, sehingga perlu penelitian tahap berikutnya pada hewan uji.

3. Menurunkan kolesterol

Inilah manfaat daun kelor yang telah cukup banyak diketahui orang, yaitu membantu menurunkan kolesterol. Kemampuan daun kelor menurunkan kolesterol disebut-sebut hampir menyerupai almon dan oat.

Karena kemampuannya menurunkan kolesterol, ekstrak daun kelor juga disebut mampu membantu mengatasi dislipidemia. Suatu gangguan atau penyakit jantung yang disebabkan oleh naiknya kadar kolesterol atau trigliserida di dalam tubuh.

4. Membantu mengatasi infeksi bakteri

Di dalam daun kelor, diyakini terkandung zat antimikroba. Oleh sebab itu, daun kelor dipercaya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Terutama, infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif.

5. Suplemen bagi anak malnutrisi

Ini merupakan manfaat daun kelor yang relatif jarang diketahui, dapat membantu meningkatkan berat badan anak-anak yang mengalami malnutrisi. Untuk memperoleh manfaat daun kelor yang satu ini, perlu mengonsumsi bubuk daun kelor secara teratur, selama dua bulan.

Meski demikian, sebaiknya Anda tidak langsung memberikan olahan daun kelor pada anak. Tetap perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

6. Melindungi tubuh dari keracunan arsen

Dari sebuah penelitian yang melibatkan hewan uji, diketahui bahwa daun kelor dapat melindungi tubuh dari racun arsenik. Racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan air.

Waspada efek samping daun kelor

Tidak terlalu banyak penelitian yang mendalami terkait efek samping daun kelor. Namun, para ahli mengkhawatirkan, penggunaan daun kelor dalam jangka waktu yang panjang dapat memicu mual, muntah, serta heartburn.

Daun kelor memang telah diketahui bermanfaat bagi kesehatan, namun disarankan Anda tidak mencoba bagian tumbuhan yang lainnya, sebab belum diketahui khasiat dan kegunaannya. Mencoba mengonsumsi akar pohon kelor misalnya. Hal tersebut sebaiknya dihindari, akar pohon kelor disebut-sebut mengandung bahan beracun.

Di samping itu, meski manfaat daun kelor cukup banyak, Anda tetap perlu waspada tentang reaksi alergi yang mungkin timbul. Apabila Anda mengonsumsi daun kelor dan merasakan reaksi yang tidak normal, seperti muncul ruam, gatal, atau kesulitan bernapas, segeralah meminta bantuan medis.

Read More Hidup Sehat

Kenali Seluk Beluk Veneer Gigi Sebelum Mendapatkannya

Veneer gigi adalah lapisan tipis berwarna seperti gigi yang dipasang di bagian depan permukaan gigi untuk memperbaiki tampilannya. Biasanya, veneer gigi terbuat dari bahan porcelain atau resin dan dipasang permanen pada gigi. Veener gigi dapat digunakan untuk merawat beberapa masalah tampilan gigi seperti gigi yang rusak, hilang warna, renggang, dan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada gigi rata-rata pada umumnya. Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan satu buah veener apabila terdapat gigi yang rusak atau cuil, namun banyak orang membutuhkan sekitar satu hingga 8 veneer gigi agar dapat menciptakan tampilan yang simetris. 8 gigi depan merupakan gigi yang paling sering digunakan untuk tempat penempelan veneer.

Manfaat dan kerugian menggunakan veneer gigi

Manfaat terbesar menggunakan veneer gigi adalah tampilan gigi yang berubah menjadi semakin lebih baik, lebih putih, dan gigi terlihat simetris. Veneer gigi biasanya digunakan untuk merawat masalah kosmetik seperti gigi yang cuil atau rusak, memudarnya warna atau warna gigi yang tidak rata yang tidak dapat diatasi dengan pemutih gigi biasa, adanya jarak lebar di antara gigi, gigi berukuran kecil, dan gigi yang memiliki bentuk aneh. Veneer gigi dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun, tergantung dengan tipe veneer yang Anda pilih. Hal ini membuat veneer sebagai bentuk investasi semi-permanen agar Anda merasa lebih percaya diri saat tersenyum atau berbicara.

Namun, selain manfaat di atas, ada kerugian tersendiri apabila Anda memutuskan untuk memasang veneer gigi. Beberapa kerugian tersebut seperti:

  • Proses veneer gigi tidak reversible dan membutuhkan biaya yang tinggi
  • Apabila veneer gigi rusak atau retak, veneer tidak dapat diperbaiki
  • Karena lapisan enamel telah dihilangkan, gigi akan berubah menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang panas ataupun dingin
  • Warna veneer dapat berbeda dengan warna gigi asli Anda. Selain itu, warna veneer tidak bisa diubah apabila sudah dipasang. Apabila Anda ingin memutihkan gigi, lakukan pemutihan gigi terlebih dahulu sebelum mendapatkan veneer
  •  Meskipun jarang terjadi, veneer dapat terlepas. Untuk menghindari hal tersebut, hindari menggigit kuku, pensil, es, atau benda-benda keras lainnya. Selain itu, hindari menempatkan tekanan yang besar pada gigi
  • Gigi yang dipasangi veneer masih dapat mengalami kerusakan, sehingga bukan pilihan yang cocok bagi orang-orang yang memiliki kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat (misalnya memiliki gigi berlubang dan penyakit gusi, gigi yang lemah, dan tidak memiliki lapisan enamel yang cukup pada permukaan gigi)

Veneer gigi membutuhkan perawatan khusus?

Veneer gigi tidak membutuhkan perawatan khusus. Pastikan Anda terus melakukan praktik menjaga kesehatan mulut dengan menyikat gig, melakukan flossing, dan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik dengan rutin seperti biasa. Namun, hal yang perlu diketahui adalah walaupun veneer gigi tidak mudah ternoda, dokter gigi mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda pada veneer seperti kopi, teh, dan anggur merah.

Meskipun ada alternatif perawatan gigi lain seperti bonding dan crown, veneer gigi menawarkan pilihan yang baik dan menengah serta cocok bagi mereka yang ingin mengubah tampilan gigi lebih baik dari bonding, namun tidak membutuhkan komitmen seperti pada crown. Veneer gigi juga cukup terjangkau, dengan biaya sekitar 700ribu rupiah per veneer. Namun, biasanya, biaya untuk mendapatkan veneer tidak oleh asuransi kesehatan. Untuk memastikannya, hubungi langsung pihak asuransi gigi Anda.

Read More Hidup Sehat

Tips Menurunkan Berat Badan dengan Diet Beras Merah

Ingin mencoba diet beras merah? Anda perlu tahu bahwa di antara banyaknya jenis nasi, diet beras merah adalah salah satu yang paling efektif. Jenis nasi merah memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi jika dibandingkan dengan nasi putih. Namun, unggulannya adalah kandungan antioksidan di dalamnya.

Ada banyak manfaat diet nasi merah untuk kesehatan, terutama karena kandungannya yang tinggi nutrisi. Beberapa manfaat nasi merah di antaranya:

  • Tinggi serat

Berbeda dengan nasi putih, nasi merah mengandung serat yang sangat tinggi. Bahkan, serat di dalamnya sudah memenuhi 10% kebutuhan serat harian manusia. Makanan yang tinggi serat dapat mencegah masalah pada pencernaan. Selain itu, bagi mereka yang sedang menjalani diet nasi merah, tingginya serat membuat sensasi kenyang bertahan lebih lama sehingga berat badan terjaga.

·      Kaya nutrisi penting

Tak hanya serat, beras merah juga merupakan sumber zinc, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin B, mangan, selenium, protein, dan juga potasium. Bahkan, kandungan zat besi dan zinc pada beras merah lebih tinggi ketimbang varietas beras lainnya.

·      Antioksidan

Warna merah pada beras merah menunjukkan tingginya antioksidan atau senyawa flavonoid di dalamnya, disebut antosianin. Substansi ini membantu menangkal zat radikal bebas berlebih dan mencegah seseorang terkena penyakit kanker atau tumor.

·      Menurunkan kolesterol

Diet nasi merah juga baik untuk menurunkan kolestrol jahat dalam tubuh. Kandungan antosianin ternyata tak hanya bertindak sebagai antioksidan saja, tapi juga anti-peradangan serta mencegah penyakit jantung. Tak hanya itu, diet nasi merah juga dapat menekan risiko seseorang mengalami obesitas.

·      Bagus untuk penderita diabetes

Orang yang menderita diabetes sangat disarankan mengonsumsi beras merah karena kandungan indeks glikemiksnya hanya 55, sementara rata-rata varietas beras lain memiliki indeks glikemiks 70.

Penderita diabetes masih bisa memilih alternatif pengganti nasi putih yang lebih aman seperti beras merah. Jangan lupa untuk mengatur porsi sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

Batasan konsumsi beras merah dalam sehari

Saat menjalani diet beras merah, ada beberapa batasan asupan yang diperlukan tubuh setipa harinya. Buat ukuran porsi, setiap orang memiliki batasan yang berbeda-beda. Ada yang mengonsumsi porsi kecil dengan frekuensi lebih sering atau normal sebanyak 3 kali dalam sehari.

Jika Andan ingin menurunkan bedat badan, sebaiknya mengonsumsi beras merah sebanyak 158 gram atau setara dengan satu cangkir. Beras merah yang mengandung lebih banyak serat dan membuat kita lebih cepat kenyang.

Pada sebuah penelitian, sekitar 40 wanita yang mengalami kelebihan berat badan mengonsumsi 150 gram beras merah atau setara 2/3 cangkir perhari salam enam minggu. Hasilnya mereka mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang signifikan dibandingan dengan wanita yang mengonsumsi nasi putih.

Tips diet dengan beras merah

  • Sarapan

Buat Anda yang sedang diet, sarapan tetap perlu dilakukan untuk memberi energi saat beraktivitas seharian. Menu sarapan buat Anda yang ingin menjalani diet nasi merah adalah dengan mengonsumsi 5 sendok nasi merah, sayuran hijau yang dikukus dan 1 gelas jus buah.

  • Makan siang

Saat jam makan siang, kamu bisa mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih banyak dari sarapan. Porsi nasi merah yang bisa kamu konsumsi untuk makan siang adalah satu centong nasi. Pilihlah lauk yang sehat seperti telur, dada ayam dan ikan.

  • Makan malam

Saat makan malam, sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. Cukup konsumsi setengah porsi nasi merah yang ditambah dengan pilihan lauk seperti salmon, sop, sayur bening, tumiis sayur atau tahu.

Read More Hidup Sehat

Pilihan Obat Luka Bakar Alami untuk Mengobati Luka Bakar

Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang paling umum dialami oleh sebagian besar orang. Beberapa contoh luka bakar yang sering terjadi dikarenakan terkena cipratan minyak saat memasak, ketumpahan teh atau kopi panas, terkena panas dari alat setrika, tersenggol knalpot motor, hingga terpapar sinar matahari.

Ada beberapa obat luka bakar alami yang dapat anda gunakan untuk mengobati luka bakar. Pengobatan alami untuk luka bakar ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan luka bakar, serta membantu meningkatkan penyembuhan luka bakar.

Proses pemulihan luka bakar ringan biasanya hanya sekitar 1-2 minggu dan tidak menyebabkan jaringan parut. Jika Anda mengalami luka bakar tingkat pertama dan tergolong ringan, bisa diobati dengan obat luka bakar alami berikut ini.

  1. Aliri dengan air dingin

Sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi luka bakar ringan adalah aliri dengan air dingin selama 20 menit. Anda juga bisa mengompres luka bakar dengan menggunakan kain yang sudah dibasahi air dingin selama 5-15 menit. Cara ini mampu meredakan rasa nyeri dan pembengkakan.

Namun perlu diingat, jangan terlalu sering atau terlalu lama mengompres luka bakar dengan air dingin karena bisa menyebabkan luka bakar menjadi iritasi.

  • Lidah buaya

Lidah buaya merupakan bahan alami yang ampuh dalam mengatasi luka bakar. Hal ini dikarenakan kandungan zat antiradang yang terdapat pada lidah buaya mampu melancarkan sirkulasi darah dan memperlambat perkembangbiakkan bakteri.

Beberapa studi membuktikan bahwa lidah buaya efektif dalam mengobati luka bakar tingkat pertama dan kedua. Caranya oleskan gel lidah buaya yang segar langsung dari tanaman ke area kulit yang terkena luka bakar.

  • Oleskan madu

Madu ternyata bisa membantu menyembuhkan luka bakar ringan, karena kandungan zat antiradang, antijamur, dan antibakteri yang terdapat di dalamnya. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, cukup oleskan madu pada area kulit yang mengalami luka bakar.

  • Hindari paparan sinar matahari

Area kulit yang mengalami luka bakar biasanya sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari aktivitas di bawah paparan sinar matahari atau melapisinya menggunakan pakaian yang berlengan panjang.

Luka bakar dapat dibagi menjadi tiga tingkatan berbeda, yaitu tingkat pertama, kedua dan ketiga tergantung dari tingkat kedalaman kulit yang terkena. Untuk luka bakar tingkat pertama yang ringan harus diobati untuk mengurangi rasa nyeri, mencegah timbulnya infeksi, dan menyembuhkan kulit lebih cepat.

Beberapa waktu setelah mengalami luka bakar, lepuhan berupa gelembung akan timbul. Sebisa mungkin untuk tidak memecahkan gelembung luka bakar yang melepuh pada kulit. Memecahkan lepuhan luka bakar secara sengaja dapat menyebabkan infeksi.

Jangan pernah menunda pengobatan luka bakar karena dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius. Oleh sebab itu, segera lakukan perawatan luka bakar menggunakan obat luka bakar yang tepat.

Read More Hidup Sehat

Apakah CT Scan Dapat Menyebabkan Kanker?

Pemeriksaan pencitraan medis merupakan alat diagnosa yang kuat. Pemeriksaan seperti CT scan misalnya, mampu menyediakan gambar tampilan tubuh bagian dalam. CT merupakan singkatan dari “computed topography” atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai topografi terkomputerisasi. Pada tes CT scan, pasien akan digerakkan masuk ke dalam pemindai sinar-X untuk mengambil gambar dari segala arah. Ini bertujuan untuk mendapatkan tampilan tubuh “cross-sectional” yang detail. CT scan sangat penting untuk diagnosa suatu penyakit yang akurat dan dini. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa radiasi yang di bawa CT scan dapat meningkatkan risiko kanker. CT scan merupakan sumber radiasi pengion yang cukup signifikan, yang dikenal dengan istilah karsinogen. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Kedokteran Taipei tentang efek paparan radiasi pengion kadar rendah kepada orang dewasa terhadap kemungkinan berkembangnya tipe kanker tertentu, ditemukan bahwa paparan terhadap radiasi medis dari CT scan dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker tiroid dan leukima. Hasil penelitian ini diterbitkan ke dalam Spektrum Kanker JNCI.

Namun para peneliti lain memiliki kesimpulan bahwa tidak ada bukti radiasi kadar rendah dari alat pencitraan medis, seperti sinar-X dan CT scan, dapat menyebabkan kanker. Ditulis dalam Jurnal Onkologi Klinis Amerika, para peneliti menjelaskan bagaimana LNT model (linear no threshold), pertama kali diajukan sekitar 70 tahun yang lalu, digunakan untuk memperkirakan risiko kanker akibat radiasi dosis rendah dari pencitraan medis. James Welsh, seorang professor onkologi radiasi menyatakan bahwa risiko yang diestimasikan berdasarkan dari model LNT dan hanya sebatas teori saja, namun belum pernah didemonstrasikan melalui bukti empiris yang konklusif. Selanjutnya, model LNT tersebut juga mengacuhkan fakta bahwa tubuh manusia memperbaiki kerusakan akibat radiasi dosis rendah, sesuatu yang sudah berevolusi selama ribuan tahun pada hewan dan organisme lain yang secara terus-menerus terpapar radiasi yang muncul secara alami di lingkungan.

Apakah CT scan bebas risiko?

Risiko yang ditimbulkan CT scan sangat sedikit. Walaupun CT scan memberikan paparan radiasi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan sinar-X, risiko kanker yang disebabkan oleh radiasi sangat sedikit apabila Anda hanya melakukan satu kali pemeriksaan CT scan. Namun, risiko Anda terkena kanker dapat meningkat setelah beberapa waktu apabila Anda melakukan pemeriksaan sinar-X atau CT scan, terutama pada anak-anak yang berulang kali mendapatkan pemeriksaan dada dan perut. Selain itu, beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap zat pengontras. Hal ini dikarenakan kebanyakan zat pengontras mengandung iodin. Sehingga, apabila Anda memiliki reaksi alergi terhadap iodine di masa lalu, pastikan untuk memberitahukannya kepada dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan memberikan obat alergi atau steroid yang dapat melawan potensi efek samping apapun apabila Anda memiliki alergi iodine namun tetap harus diberikan zat pengontras. Selain itu, penting untuk memberi tahu dokter apabila Anda sedang hamil. Meskipun radiasi dari CT scan tidak akan membahayakan janin Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan metode pemeriksaan lain seperti ultrasound dan MRI scan untuk meminimalisir risiko.

Risiko kanker akibat CT scan sangatlah kecil. Dan tidak akan memberikan dampak negatif apabila Anda hanya melakukan pemeriksaan tersebut sekali saja. Manfaat yang dapat Anda dapatkan dari CT scan tentunya lebih penting. CT scan dapat memberikan diagnosa yang tepat dan akurat apabila Anda memiliki penyakit tertentu, sehingga perawatan yang dibutuhkan dapat dilakukan secepatnya.

Read More Hidup Sehat