Gurita Bayi Aman Ngga Sih? Ini Mitos dan Faktanya!

Selain bedong, para orang tua zaman dulu banyak yang sekali menggunakan gurita bayi. Mereka meyakini dengan pakai gurita bayi dapat memberikan banyak manfaat. Misalnya, menghangatkan perut bayi, mencegah bayi kembung atau masuk angin, melindungi tali pusar bayi, dan mencegah perut bayi buncit. Alhasil, kepercayaan yang mereka bentuk ini sukses menjadi pelajaran merawat bayi secara turun-temurun. Namun, apa benar pakai gurita bayi ini aman? Yuk, simak mitos dan fakta dari penggunaan kain gurita pada bayi!

Mitos tentang gurita bayi dan faktanya

Mungkin Anda sebagai orang tua sudah sering kali mendengar para tetua yang merekomendasikan penggunaan gurita bayi. Namun, ada baiknya sebelum Anda memutuskan mengikuti saran ini, cek dulu yuk, mitos tentang pemakaian gurita bayi dan faktanya.

  • Katanya, gurita bisa mencegah perut bayi buncit.

Faktanya, orang tua hanya khawatir melihat perut bayinya yang besar, sehingga menganggap dengan memakai gurita dapat mencegah perut bayi jadi buncit. Padahal, hal yang wajar jika perut bayi besar atau kecil, karena ini ditentukan dari ketebalan, jumlah lemak, dan otot perut bayi. Seiring bayi tumbuh dan berkembang, kulit, lemak, dan ototnya pun akan menebal, sehingga bentuk perut bayi akan berubah sesuai dengan ukuran proporsionalnya.

  • Katanya juga, gurita melindungi tali pusar yang belum lepas.

Faktanya, gurita bayi bukanlah perawatan yang tepat untuk melindungi tali pusar bayi yang belum puput atau lepas. Tali pusar akan lepas dengan sendirinya dalam waktu seminggu atau dua minggu setelah lahir. Jika tali pusar si Kecil kotor, cucilah dengan sabun dan air yang bersih, lalu keringkan dengan kain lembut yang bersih. 

  • Gurita bayi dapat mencegah pusar bodong, benarkah?

Faktanya, pusar bodong itu tidak ada kaitannya dengan pakai gurita. Tidak ada bukti penelitian yang menyatakan bahwa gurita bayi dapat mencegah pusar bayi bodong. Pusar bodong terjadi akibat penutupan lubang cincin pusar tidak sempurna saat organ testis (laki-laki) atau ovarium (perempuan) berpindah ke rongga panggul sebelum lahir. Ini pun biasanya tidak menjadi masalah yang serius dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika ada tanda atau gejala masalah pencernaan pada bayi, Anda bisa membawanya langsung ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. 

  • Apa benar gurita bayi mencegah masuk angin?

Faktanya adalah perut kembung yang dialami bayi bisa disebabkan oleh keseringan menangis, cara minum susu masih salah, suhu ruangan, atau gejala dari penyakit yang serius. Para dokter menyarankan untuk memperbaiki posisi bayi saat minum susu, usahakan membuatnya bersendawa setelah minum susu, menghangatkan perut bayi dengan minyak khusus bayi. Selain itu, jika dicurigai bayi mengalami intoleransi laktosa, segera bawa ke dokter.

Dampak buruk yang dapat terjadi

Banyak sekali gurita bayi dijual dengan motif yang lucu-lucu dan bervariasi, sehingga semakin menggemaskan jika dipakai oleh si Kecil. Sayangnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan tidak menyarankan pemakaian gurita bayi ini. Justru sebaliknya, IDAI dan Kemenkes RI berpendapat bahwa penggunaannya dapat mendatangkan masalah, seperti:

  • Bayi jadi sesak napas.
  • Berisiko tinggi bayi mengalami gumoh.
  • Mengalami iritasi kulit.

Dalam jangka panjang, pemakaian gurita bayi ini akan menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi yang ditandai dengan:

  • Perubahan pada pola dan kecepatan pernapasannya.
  • Batuk-batuk.
  • Risiko tersedak.
  • Bayi jadi mendengkur keras.
  • Dalam kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan henti napas, sehingga kulit bayi jadi membiru.

Jika dibiarkan, gangguan pernapasan ini dapat berakibat fatal, karena suplai oksigen yang tidak maksimal ke seluruh tubuh. Akibatnya, bayi berisiko tinggi mengalami henti napas, gagal jantung, kerusakan otak, hingga kematian.

Setelah Anda mengetahui fakta tentang gurita bayi, sebaiknya janganlah menggunakannya. Ini hanya akan berdampak buruk untuk kesehatan dan keselamatan bayi Anda. Terlebih lagi, klaim manfaat-manfaatnya yang tidak terbukti secara ilmiah.

Parenting, Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*