Awas! Stres Bisa Memicu Depresi Berat, Begini Pencegahannya

Apa yang Anda rasakan ketika dihadapkan pada deadline tugas? Apakah stres atau depresi? Banyak orang yang masih keliru perbedaan antara stres dan depresi berat. Dua hal ini memang memiliki gejala yang sama, namun juga memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Berikut ini kami akan memaparkan persamaan dan perbedaan gejala depresi berat dan stres serta cara pencegahannya.

Stres bukanlah depresi

Stres merupakan respon tubuh terhadap hal atau kejadian yang dirasa terlalu berat. Bisa dikatakan stres akan memacu tubuh untuk bekerja lebih keras, misalnya ketika dihadapkan dengan deadline pekerjaan.

Stres bukanlah sebuah gangguan dan umum dirasakan oleh siapapun. Meskipun stres bisa memotivasi, paparan stres yang terlalu sering dan tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan stres kronis.

Sedangkan depresi berat atau depresi mayor merupakan gangguan mental yang melibatkan perasaan sedih berlarut-larut. Umumnya depresi disebabkan oleh beban mental yang telah menumpuk hingga muncul ke permukaan. Depresi juga bisa disebabkan oleh stres kronis.

Persamaan dan perbedaan stres vs depresi berat

Persamaan dan perbedaan antara stres dan depresi dapat terlihat dari gejala, dampak, dan pemicunya. Berikut ini persamaan antara stres dan depresi:

  • Menjadi tidak berenergi
  • Mengalami perubahan suasana hati
  • Terganggunya pola tidur
  • Mengalami gangguan makan, bisa terlalu banyak makan atau terlalu sedikit
  • Kesulitan untuk berfungsi secara normal
  • Mudah tersinggung
  • Menarik diri dari bersosialisasi dengan teman dan keluarga
  • Sulit berkonsentrasi
  • Memengaruhi tubuh dan otak dengan cara yang sama

Adapun perbedaan yang harus dipahami antara stres dan depresi yaitu:

  • Stres cenderung hilang jika terjadinya peristiwa kehidupan vsdepresi dapat berlangsung hingga bertahun-tahun
  • Stres memiliki pemicu yang jelas vs depresi dapat terjadi meski hidup terlihat baik-baik saja
  • Stres disebabkan oleh peristiwa terkini vs depresi terkait dengan peristiwa masa lalu yang belum terselesaikan
  • Stres kronis dapat menyebabkan depresi atau gangguan kecemasan vs depresi berat dapat mendorong pikiran bunuh diri
  • Stres dapat diterima secara sosial vs depresi masih mengandung stigma negatif di masayarakat sekitar
  • Stres tinggi dapat berisiko terkena serangan jantung vs depresi tingkat tinggi meningkatkan risiko bunuh diri

Cara mencegah stres berubah menjadi depresi berat

Tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari stres terkait peristiwa, seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, terdampak bencana alam, dan lainnya. Stres meningkatkan produksi hormon kortisol (hormon stres).

Ketika seseorang terpapar pemicu stres secara terus menerus dan tak ada upaya untuk mengatasinya, hormon kesenangan seperti serotonin dan dopamin akan menurun secara drastis. Penurunan hormon dopamin berkaitan dengan risiko depresi.

Untuk mencegah depresi berat dan meningkatkan ketahanan tubuh dari stres, Anda bisa memulainya dengan perubahan gaya hidup seperti berikut ini:

  • Rutin berolahraga

Olahraga memiliki dampak positif bagi fisik dan mental. Berolahraga akan meningkatkan suasan hati dan merangsang hormon endorfin yang membantu mengurangi stres.

Anda bisa melakukan olahraga tingkat sedang seperti berjalan atau berenang dan direkomendasikan untuk berolahraga selama setengah jam.

  • Memiliki hubungan yang kuat dan suportif

Penarikan diri tidak akan membantu menangani stres dan merupakan faktor risiko depresi. Anda bisa tergabung dengan komunitas yang positif untuk mencegah hal itu terjadi.

  • Batasi konsumsi alkohol

Orang cenderung menjadikan alkohol sebagai pelepas stres. Sayangnya, alkohol dapat mempengaruhi mood dan bekerja sebagai depresan. Mengonsumsi alkohol untuk meringankan stres tidak akan membantu.

  • Sempatkan waktu untuk me-time

Sempatkan waktu untuk mengistirahatkan diri dari rutinitas harian. Isi waktu dengan melakukan hal yang disukai, misalnya menonton film atau bermain video game.

  • Mengikuti konseling

Jika Anda tidak cukup mampu memanajemen stres, Anda bisa meminta bantuan psikolog.

Bila Anda atau keluarga Anda khawatir akan kecenderungan terkena depresi berat, jangan sungkan untuk mendiskusikannya langsung dengan konselor. Stres adalah wajar, dan depresi bukan berarti Anda lemah.

Read More Kesehatan Mental

Yuk Cari Tahu, Tes Kepribadian Ganda dan Pengobatannya!

Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif (Dissociative Identity Disorder) adalah gangguan mental yang disebabkan oleh kurangnya koneksi antara pikiran, ingatan, lingkungan, tindakan, dan identitas diri. Seseorang dikatakan mengalami DID hanya jika telah menjalani tes kepribadian ganda dan ditegakkan diagnosisnya oleh dokter kejiwaan atau psikolog. 

Penderita DID dapat melarikan diri dari kenyataan dengan cara yang tidak sehat dan memengaruhi kehidupan sehari-harinya. Mungkin pengobatan kepribadian ganda bisa menjadi sulit, tetapi dengan melakukan pengobatan dapat membantu penderitanya mengatasi dan menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

Gejala orang berkepribadian ganda

Tanda dan gejala DID bergantung pada jenis gangguan disosiatif yang dimiliki. Namun, secara umum meliputi:

  1. Lupa ingatan (amnesia) dari waktu tertentu tentang kejadian, orang, dan diri sendiri.
  2. Hilang kendali atas emosi dan diri sendiri.
  3. Pendapat orang-orang dan hal-hal sekitar terlihat menyimpang dan tidak nyata.
  4. Identitas diri yang kabur.
  5. Stres dalam hubungan, pekerjaan, dan aspek penting lainnya dalam hidup Anda.
  6. Tidak mampu mengelola stres dengan baik.
  7. Memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan pikiran atau perilaku untuk bunuh diri.

Jika Anda atau orang yang dekat dengan Anda memiliki gejala-gejala di atas, sebaiknya segera hubungi dokter untuk menjalani tes kepribadian ganda. Hal ini untuk memastikan dan memperoleh pengobatan secepat mungkin.

Apa saja yang dilalui dalam tes kepribadian ganda?

Tes kepribadian ganda dilakukan untuk menegakkan diagnosis apakah seseorang mengalami DID atau tidak. Diagnosis ditetapkan berdasarkan penilaian gejala tanpa memperhatikan kondisi medis apapun yang memicu gejala. 

Tes kepribadian ganda, meliputi:

  1. Tes fisik

Tahap tes fisik ini, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan, mengajukan pertanyaan mendalam, serta meninjau gejala dan riwayat pribadi Anda. Tes tertentu dapat menghilangkan kondisi fisik, seperti cedera kepala, penyakit otak tertentu, kurang tidur, atau keracunan, yang dapat menyebabkan gejala kehilangan memori dan perasaan tidak nyata pada masalah DID.

  1. Tes kejiwaan

Dokter atau ahli kesehatan mental akan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku Anda, serta membahas gejala yang Anda alami. Sesuai atas izin Anda, informasi dari anggota keluarga atau hal penting lainnya mungkin dapat berguna.

  1. Kriteria diagnostik di DSM-5

Dokter akan membandingkan gejala yang dialami dengan kriteria diagnosis dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Pengobatan untuk penderita kepribadian ganda

Setelah menjalani tes kepribadian ganda dan diagnosisnya telah ditetapkan oleh dokter, maka Anda pun akan diberikan perawatan yang sesuai. Secara umum, perawatannya mencakup:

  • Psikoterapi

Psikoterapi adalah pengobatan yang paling utama untuk mengatasi masalah kepribadian ganda. Terapi ini juga dikenal sebagai terapi bicara, konseling, atau terapi psikososial, dengan melibatkan pembicaraan tentang gangguan dan masalah Anda dengan ahli kesehatan mental. 

Terapis Anda akan membantu Anda memahami penyebab dari kondisi Anda dan membentuk cara baru untuk mengelola stres dengan lebih baik. Seiring berjalannya waktu, terapis Anda dapat membuat Anda berbicara lebih banyak tentang trauma yang pernah dialami. Perlu dicatat, keberhasilan terapi sangat bergantung dengan keterampilan dan hubungan dengan terapis Anda.

  • Pengobatan

Memang, tidak ada obat spesifik untuk mengobati kepribadian ganda. Namun, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antidepresan, anticemas, atau antipsikotik untuk membantu mengendalikan gejala kesehatan mental.

Beberapa terapi lain yang mungkin bisa Anda dapatkan antara lain terapi hipnotis, terapi kognitif perilaku, terapi dialektik perilaku, terapi keluarga, dan terapi kreatif. Selain itu, Anda mungkin dianjurkan melakukan meditasi dan relaksasi untuk membuat kondisi mental Anda lebih tenang dan lebih mudah memahami diri sendiri. 

Inilah bentuk tes kepribadian ganda dan perawatan yang mungkin Anda dapatkan saat dinyatakan memiliki kepribadian ganda. Segeralah temui dokter atau ahli kesehatan mental jika Anda mengalami tanda atau gejala gangguan identitas disosiatif untuk segera diatasi dengan baik. 

Read More Kesehatan Mental

Kegiatan Favorit untuk Lari dari Kenyataan

Lari dari kenyataan adalah ciri gangguan mental

Biasanya istilah ini berkaitan dengan perilaku kurang baik atau tindakan yang dilakukan oleh seorang pengecut, yakni lari dari kenyataan. Padahal semua orang mengetahui bahwa banyak orang pernah lari atau sekadar ingin terhindar dari kenyataan. Hal itu bisa disebabkan beberapa faktor yang mampu membuat seseorang merasakan demikian.

Bisa karena capek secara fisik dan berujung bosan, capek hati, jiwa yang lelah atau hanya ingin pergi sejenak dari pergaulan yang tidak akan ada habisnya. Lari menghindar dari kenyataan bahkan sudah menjadi olahraga tersendiri bagi banyak masyarakat. Tak hanya berlaku bagi masyarakat kalangan bawah tetapi juga kalangan atas.

Kegiatan Favorit Lari dari Kenyataan

  • Nonton TV

Kegiatan paling sering dilakukan jika seseorang ingin pergi dari kenyataan yang dialami adalah menonton televisi. Perkembangan yang terjadi selama bertahun-tahun dari televisi kotak dengan tabung hingga monokrom layar tipis LED yang keren. Acara televisi masih menjadi pilihan terbaik bagi banyak orang untuk terhindar dari kenyataan.

Meskipun dalam beberapa acara atau program yang ditayangkan televisi dianggap berada di bawah standar kualitas modern. Namun, kebanyakan masyarakat tidak memiliki beragam jenis pilihan hiburan televisi. Tidak dipungkiri jika banyak orang yang mengatasi rasa bosan dengan melihat acara atau program hiburan di TV.

  • Membaca Buku

Banyak hal menarik yang ditawarkan buku, meskipun sebenarnya buku identik dengan kaum intelektual, tetapi buku bisa menjangkau semua masyarakat dari lapisan yang ada. Yang hanya perlu dibutuhkan adalah waktu luang, ketimbang menonton TV, membaca buku terbukti mampu memberi manfaat pada hidup lebih banyak.

Pada dasarnya, seseorang yang memilih buku sebagai pelarian secara tidak sadar dalam tempo waktu yang sama mereka justru menambah wawasan melalui buku yang dibaca. Selain itu, hal ini juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif, deduktif, linguistik dan semantik yang dimiliki seorang manusia.

  • Main Game

Pada umumnya, bermain game untuk menghindari kenyataan banyak dilakukan oleh masyarakat dari kalangan remaja. Memainkan game ini sudah dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan menggunakan media elektronik, misalnya seperti ponsel, komputer dan konsol. Pemain biasanya memiliki keterikatan emosional dengan game yang dimainkan.

Terutama terhadap karakter pada game tersebut, sehingga kondisi ini mampu memunculkan istilah bahwa seorang yang suka memainkan game dapat hidup di dua dunia berbeda. Namun demikian, banyak dari para pemain justru tidak dapat mengendalikan diri, hingga berujung pada pilihan cenderung memilih dunia game ketimbang dunia nyata.

  • Minum-minuman

Meski terdengar agak jadul atau jaman dulu, namun hingga saat ini banyak orang yang percaya bisa melupakan masalah mereka dengan mengonsumsi minuman beralkohol. Entah apa yang menjadi dasar seseorang untuk menenggak sedikit demi sedikit minuman alkohol, tetapi dengan kehilangan kesadaran seseorang juga sekaligus bisa melupakan kejadian yang baru saja menimpanya.

  • Bermain dengan Peliharaan

Meskipun tidak semua orang bisa untuk memelihara hewan, namun memiliki hewan peliharaan merupakan salah satu cara untuk bisa lari dari kenyataan. Tidak semua orang menggunakan hewan peliharaan mereka untuk mengalihkan pikiran, tetapi ada pula yang menjadikan hewan sebagai pelampiasan rasa emosional yang ada.

Ada yang marah, bahkan sampai menyiksa hewan tersebut, ini merupakan contoh buruk tetapi juga ada sisi positif. Bagi seorang dengan kepribadian cenderung menutup diri, bisa menjadikan hewan peliharaan sebagai temannya hingga bahkan ada manusia yang memilih untuk menikahi hewan peliharaannya di dunia ini.

Read More Kesehatan Mental