4 Cedera Sepak Bola yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menanganinya

Bagi Anda para penggemar atau pemain sepakbola, pertandingan merupakan sebuah ajang yang kompetitif yang menampilkan beragam aksi serangan dan pertahanan. Namun, tidak bisa dipungkiri, bersama dengan sepak bola, akan ada kasus-kasus kecelakaan yang berujung pada cedera olahraga. Jangankan pemain sepak bola jalanan, para atlet profesional pun memiliki risiko yang juga cukup tinggi untuk kasus cedera.

Dari semua cedera dan kecelakaan olahraga yang terjadi, para pemain sepak bola biasanya paling banyak mengalami luka pada tubuh bagian bawah. Sebut saja bagian pinggul, selangkangan, paha, hamstring, lutut, betis, tulang kering, pergelangan kaki dan kaki. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari saat berlari, menendang, mengubah arah, memutar, dan melompat. Selain itu, cedera juga dapat terjadi karena terlalu sering membebankan gerakan pada satu otot berulang kali, membenturkan atau menyakiti kembali bagian tubuh dengan riwayat cedera, ataupun karena melakukan kesalahan dan bertabrakan dengan lawan. Para pemain juga lebih berisiko mengalami cedera selama pertandingan kompetitif daripada selama sesi latihan. Berikut ini adalah ulasan mengenai daftar cedera sepak bola yang harus diwaspadai.

Pergelangan Kaki Terkilir
Saat bermain sepak bola, para pemain biasanya akan menghadapi permukaan yang tidak rata untuk berlari dan bergerak mengubah arah secara tiba-tiba. Kondisi inilah yang kerap menyebabkan pergelangan kaki terkilir. Kaki yang terkilir menandakan adanya kontraksi pada ligamen yang bekerja menstabilkan sendi pergelangan kaki menjadi terlalu kaku. Cedera ini dapat menyebabkan pergelangan kaki bergulung ke dalam atau ke arah luar.

Cedera Hamstring
Paha belakang terdiri dari tiga otot besar dan kuat yang menghasilkan kekuatan gerakan saat berlari. Saat bermain sepak bola, para pemain sering melakukan perubahan kecepatan dengan signifikan, berlari, berhenti total, kemudian kembali lagi berlari dengan kecepatan tinggi hanya dalam beberapa detik. Jika otot paha belakang Anda tidak memiliki elastisitas dan kekuatan yang cukup, mereka dapat mengalami kelebihan beban yang akhirnya menyebabkan cedera.

Untuk membantu mencegah cedera hamstring, pastikan untuk selalu melakukan peregangan sebelum memulai latihan. Anda juga dapat melakukan latihan pengondisian secara rutin sehingga menambah kekuatan dari otot-otot paha belakang. Jika terjadi kram atau kaku, gunakan foam roller untuk memijat dan meredakan nyeri.

Cedera Pangkal Paha
Ketika seorang pemain berada di lapangan, gerakan-gerakan menendang, memutar, atau melompat dapat berisiko melukai otot paha bagian dalam (juga dikenal sebagai adduktor), yang mengakibatkan cedera pada selangkangan. Untuk membantu mencegah cedera pangkal paha dari aktivitas olahraga sepak bola, pastikan untuk melakukan peregangan paha bagian dalam secara teratur. Selain itu, lakukan juga latihan penguatan, seperti adductor side bridges dan side lunges dalam latihan rutin Anda.

Cedera Cruciate Ligament Anterior (ACL)
ACL adalah jaringan ligamen penting yang bekerja menstabilkan gerakan kaki pada lutut. Sayangnya, bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling sering mengalami cedera. Biasanya, cedera ACL terjadi saat kaki bawah berada dalam posisi diam, sementara kaki bagian atas melintir atau bergerak. Hal ini terjadi saat para pemain melakukan tekel atau saat mendarat dari lompatan. Cedera ACL dengan robekan ligamen yang menyeluruh kemungkinan besar akan membutuhkan tindakan operasi. Sementara itu, ACL yang terkilir dapat ditangani dengan fisioterapi dan rehabilitasi intensif.

Jika Anda mengalami cedera lutut dan masih terasa sakit dan bengkak setelah beberapa hari, segera lakukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan fisioterapis. Dengan begitu, cedera yang Anda alami dapat diketahui tingkat keparahan dan cara penanganannya yang paling tepat.

Tips Menangani Cedera Sepak Bola
Ketika Anda memilih untuk aktif dalam kegiatan fisik seperti olahraga sepak bola, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk dapat mengurangi risiko cedera. Berikut adalah tips untuk menjaga tubuh Anda tetap aman dan terlindungi saat bermain sepak bola.

1. Perkuat Anggota Tubuh Bagian Bawah
Sebelum mulai bermain atau berlatih di lapangan, lakukan latihan penguatan bagian tubuh bawah seperti calf raises, squat, lunges dan deadlifts. Latihan ini penting untuk memastikan otot-otot utama Anda cukup kuat dan siap untuk melakukan aktivitas berat dalam sebuah pertandingan sepak bola.

2. Lakukan Pemanasan
Hanya butuh beberapa menit untuk melakukan pemanasan dengan baik sebelum mulai masuk ke lapangan. Bermain sepak bola membutuhkan persiapan tubuh yang baik dengan peregangan dinamis (peregangan sambil menggerakkan tubuh seperti ayunan kaki dengan posisi lutut ke atas), selain beberapa set putaran jogging untuk meningkatkan aliran darah ke otot-otot tubuh. Tambahkan pula beberapa latihan dengan bola yang melibatkan beberapa gerakan perubahan arah dan perubahan kecepatan.

3. Lakukan Pendinginan
Meluangkan sedikit waktu setelah permainan untuk melakukan pendinginan juga akan membantu mengurangi risiko cedera. Anda dapat menggunakan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan latihan kardiovaskular dengan intensitas rendah. Regangkan seluruh anggota tubuh bagian bawah Anda secara menyeluruh untuk menenangkan otot-otot yang baru saja bekerja keras.

4. Gunakan Perlengkapan yang Tepat
Lindungi tubuh Anda dengan memakai jenis pakaian yang tepat. Selain itu, gunakan pula sepatu bola dengan ukuran yang pas disertai pelindung tulang kering. Dengan begitu, risiko cedera dapat diminimalisir dengan baik.

5. Konsumsi Makanan Sehat
Selalu pastikan tubuh Anda terhidrasi dengan baik dan mengonsumsi makanan yang tepat akan membantu memenuhi energi tubuh untuk digunakan selama berolahraga dan dalam proses pemulihan setelahnya. Pahami aturan nutrisi sehat untuk para atlet untuk rincian menu yang dianjurkan.

6. Istirahat yang Cukup
Terakhir, pastikan untuk menjadwalkan waktu yang cukup untuk beristirahat di antara masa pelatihan dan pertandingan. Hal ini sangat penting agar dapat memberikan waktu pada tubuh untuk memulihkan diri. Jika Anda merasa sakit atau mengalami cedera ringan, pastikan untuk menambah waktu istirahat Anda. Lebih baik untuk melewatkan satu pertandingan daripada berakhir dengan cedera serius.

Olahraga

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*