Apakah CT Scan Dapat Menyebabkan Kanker?

Pemeriksaan pencitraan medis merupakan alat diagnosa yang kuat. Pemeriksaan seperti CT scan misalnya, mampu menyediakan gambar tampilan tubuh bagian dalam. CT merupakan singkatan dari “computed topography” atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai topografi terkomputerisasi. Pada tes CT scan, pasien akan digerakkan masuk ke dalam pemindai sinar-X untuk mengambil gambar dari segala arah. Ini bertujuan untuk mendapatkan tampilan tubuh “cross-sectional” yang detail. CT scan sangat penting untuk diagnosa suatu penyakit yang akurat dan dini. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa radiasi yang di bawa CT scan dapat meningkatkan risiko kanker. CT scan merupakan sumber radiasi pengion yang cukup signifikan, yang dikenal dengan istilah karsinogen. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Kedokteran Taipei tentang efek paparan radiasi pengion kadar rendah kepada orang dewasa terhadap kemungkinan berkembangnya tipe kanker tertentu, ditemukan bahwa paparan terhadap radiasi medis dari CT scan dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker tiroid dan leukima. Hasil penelitian ini diterbitkan ke dalam Spektrum Kanker JNCI.

Namun para peneliti lain memiliki kesimpulan bahwa tidak ada bukti radiasi kadar rendah dari alat pencitraan medis, seperti sinar-X dan CT scan, dapat menyebabkan kanker. Ditulis dalam Jurnal Onkologi Klinis Amerika, para peneliti menjelaskan bagaimana LNT model (linear no threshold), pertama kali diajukan sekitar 70 tahun yang lalu, digunakan untuk memperkirakan risiko kanker akibat radiasi dosis rendah dari pencitraan medis. James Welsh, seorang professor onkologi radiasi menyatakan bahwa risiko yang diestimasikan berdasarkan dari model LNT dan hanya sebatas teori saja, namun belum pernah didemonstrasikan melalui bukti empiris yang konklusif. Selanjutnya, model LNT tersebut juga mengacuhkan fakta bahwa tubuh manusia memperbaiki kerusakan akibat radiasi dosis rendah, sesuatu yang sudah berevolusi selama ribuan tahun pada hewan dan organisme lain yang secara terus-menerus terpapar radiasi yang muncul secara alami di lingkungan.

Apakah CT scan bebas risiko?

Risiko yang ditimbulkan CT scan sangat sedikit. Walaupun CT scan memberikan paparan radiasi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan sinar-X, risiko kanker yang disebabkan oleh radiasi sangat sedikit apabila Anda hanya melakukan satu kali pemeriksaan CT scan. Namun, risiko Anda terkena kanker dapat meningkat setelah beberapa waktu apabila Anda melakukan pemeriksaan sinar-X atau CT scan, terutama pada anak-anak yang berulang kali mendapatkan pemeriksaan dada dan perut. Selain itu, beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap zat pengontras. Hal ini dikarenakan kebanyakan zat pengontras mengandung iodin. Sehingga, apabila Anda memiliki reaksi alergi terhadap iodine di masa lalu, pastikan untuk memberitahukannya kepada dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan memberikan obat alergi atau steroid yang dapat melawan potensi efek samping apapun apabila Anda memiliki alergi iodine namun tetap harus diberikan zat pengontras. Selain itu, penting untuk memberi tahu dokter apabila Anda sedang hamil. Meskipun radiasi dari CT scan tidak akan membahayakan janin Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan metode pemeriksaan lain seperti ultrasound dan MRI scan untuk meminimalisir risiko.

Risiko kanker akibat CT scan sangatlah kecil. Dan tidak akan memberikan dampak negatif apabila Anda hanya melakukan pemeriksaan tersebut sekali saja. Manfaat yang dapat Anda dapatkan dari CT scan tentunya lebih penting. CT scan dapat memberikan diagnosa yang tepat dan akurat apabila Anda memiliki penyakit tertentu, sehingga perawatan yang dibutuhkan dapat dilakukan secepatnya.

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*