5 Kelainan yang Sering Terjadi pada Bayi

Banyak orang tua menginginkan anak yang dilahirkan memiliki fisik yang sempurna, namun karena beberapa faktor ternyata bisa membuat bayi terlahir dengan kelainan bawaan atau disebut juga kelainan kongenital. Sebuah kondisi tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin, dampaknya memengaruhi fisik dan fungsi anggota tubuh anak bahkan cacat lahir.

Pada banyak kasus, kelainan ini terjadi pada tiga bulan pertama masa kehamilan, tepatnya di saat organ tubuh bayi mulai terbentuk. Kelainan ini pada umumnya tidak berbahaya, namun terdapat beberapa kasus pada kelainan ini yang harus ditangani segera. Untuk mendeteksi kelainan ini bisa dilakukan pada masa kehamilan atau ketika bayi dilahirkan.

Jenis Kelainan Kongenital

  1. Bibir Sumbing

Kondisi ini ditandai dengan adanya kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik dalam masa pertumbuhan dalam rahim. Keadaan ini memunculkan celah bibir atau langit-langit mulut, namun yang sering terjadi adalah pada keduanya. Disebut dengan bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit), kondisi ini bisa didiagnosa melalui pemindaian.

  • Dislokasi Panggul

Panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya hingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami sekitar satu dari seribu bayi, selain itu pada umumnya lebih dijumpai pada anak perempuan ketimbang laki-laki. Bayi dengan risiko dislokasi panggul adalah dari keluarga dengan riwayat kelainan yang sama pula.

  • Talipes

Terdapat beberapa kasus bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Keadaan ini bisa dijelaskan sebagai talipes posisional atau club foot, pada umumnya bayi yang mengalami kondisi ini bisa diberikan pemijatan dan perentangan pergelangan kaki untuk mengatasinya secara sederhana.

  • Hipospadias

Merupakan kondisi yang diderita oleh anak laki-laki, di mana lubang uretra atau saluran yang terhubung melalui penis tidak berada di ujung penis seperti seharusnya. Lubang uretra tersebut bisa berada di sepanjang penis bagian bawah, kondisi ini juga cukup umum dijumpai pada sekitar satu dari 300 anak laki-laki.

Operasi sebagai langkah pencegahan kondisi ini pada umumnya dilakukan sebelum anak berusia dua tahun. Kulit yang menutupi ujung penis atau kulup, bagian kulit ini merupakan jaringan sempurna yang digunakan untuk melakukan operasi ini. Hal ini pula yang membuat bayi dengan kondisi hipospadias tidak diperbolehkan untuk disunat sebelum menjalani operasi.

  • Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan muncul ketika adanya kondisi tidak normal pada struktur dan fungsi jantung bayi. Sebelum lahir bayi akan menerima semua oksigen melalui plasenta, namun ketika bayi menghirup napas pertama, jantung pada bayi mulai menerima darah yang dipenuhi dengan oksigen dan paru-paru.

Kondisi tersebut memungkinkan jika saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arterious) dan lubang (foramen ovale) yang terdapat pada dua ruang jantung menutup. Agar bisa menyebar ke seluruh tubuh, darah yang mengalir harus dengan urutan tepat, melalui empat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

Sebagai pencegahan kelainan kongenital, para orang tua harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan penuhi semua jadwal imunisasi yang sesuai dengan anjuran dokter. Langkah tersebut penting dilakukan guna membantu dan memantau proses tumbuh kembang bayi, selain itu juga digunakan sebagai pemberian penanganan lebih dini.

Konsultasi genetik sebelum menikah juga sangat disarankan, terutama terdapat pasangan yang memiliki penyakit yang bisa diturunkan kepada anak sebagai penyakit bawaan. Periksakan kehamilan secara rutin dan tetap ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran dokter dan secara rutin menurut jadwal.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*