Jantung Sehat Berkat Manfaat Selada Romaine Lezat

Siapa tidak kenal salada? Sayuran lezat ini merupakan salah satu sayuran yang sangat populer. Tidak hanya karena rasanya saja, tetapi karena manfaat selada yang baik bagi kesehatan. Selada romaine merupakan salah satu jenis selada yang biasa ditemukan di hidangan salad Caesar. Selada jenis ini memiliki warna kuning dengan tekstur yang renyah dan segar. Selada romaine kaya akan kandungan nutrisi yang lengkap, seperti kalori, protein, serat, folate, vitamin A, C, K, manganese, dan potassium. Kandungan vitamin A dan C dalam selada romaine menjadikan sayuran ini sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan merupakan nutrisi yang penting untuk kesehatan kulit, mata, dan sistem kekebalan tubuh.

Selain sebagai sumber antioksidan, manfaat selada romaine yang lain adalah kemampuannya dalam menjaga jantung agar tetap sehat. Selada romaine  mengandung kadar potassium yang tinggi, yang dapat membantu tubuh menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sebagai tambahan, vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan dapat mencegah kolesterol untuk menumpuk dan membentuk plak di pembuluh darah atau arteri. Zat folate yang ada di selada romaine juga dapa mencegah komplikasi kesehatan jantung yang serius. Folate bekerja dengan cara menghancurkan homocysteine kimia sehingga tubuh dapat membuangnya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa orang-orang yang menderita kekurangan folate memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki homoxysteine di dalam darah. Homocysteine ini dapat menyebabkan gangguan kondisi jantung. Karena selada romaine mengandung banyak folate, dengan mengonsumsinya secara teratur dapat membuat zat kimia ini tetap terjaga jumlahnya di dalam tubuh. Tidak berhenti sampai di situ saja, selada romaine juga kaya akan serat yang memiliki peran penting dalam menjaga kadar kolesterol sehat.

Selada romaine kaya akan mineral potassium yang menyehatkan jantung. Potassium dapat membantu otot jantung untuk berkontraksi dengan teratur. Satu buah review dalam BMJ menyimpulkan bahwa tingginya level potassium di dalam tubuh dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terkena stroke. Sodium dan potassium adalah elektrolit. Tubuh membutuhkan potassium dan sodium untuk menjaga level cairan tubuh dalam jumlah yang sehat dan mengalirkan darah. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan. Para ahli merekomendasikan Anda untuk meningkatkan konsumsi potassium dibandingkan dengan sodium. Karena terlalu banyak asupan sodium dapat meningkatkan risiko masalah jantung.

Panduan Diet Amerika tahun 2015 hingga 2020 merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi 4700 mg potassium dan tidak lebih dari 2300 mg sodium setiap harinya. Karena selada romaine menyediakan potassium dan sodium dalam porsi yang sehat, selada ini sangat baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.  Tidak hanya manfaat selada romaine yang baik bagi jantung saja, selada ini juga sangat baik untuk kesehatan mata dan mencegah kanker. Vitamin A yang terkandung di dalam selada ini dapat melindungi kesehatan mata. Vitamin A tersebut juga dapat mencegah beberapa kondisi kesehatan mata seperti katarak saat seseorang bertambah tua. Selain itu, menurut Institut Kesehatan Nasional, beta-carotene yang ada di dalam salad dapat mencegah kondisi kesehatan yang disebut degenerasi macular. Hal ini merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan akibat penuaan. Tidak hanya untuk kesehatan mata saja, antioksidan dan folate juga memiliki peran penting dalam mencegah penyakit kronis seperti kanker. Institut Kesehatan Nasional menyatakan bahwa folate dapat mengurangi risiko beberapa tipe kanker menyerang tubuh.

Read More Hidup Sehat

Perawatan dan Pencegahan Floaters

Floaters mata adalah bintik atau titik pada penglihatan seseorang. Floaters akan tampak melayang atau mengapung menjauh saat seseorang ingin melihatnya langsung. Floaters terbentuk di daerah vitreous pada mata, dan merupakan suatu kondisi yang biasa atau normal terjadi. Daerah vitreous adalah bagian seperti gel yang mengisi mata. Pada umumnya, floaters tidak membutuhkan perawatan karena sifatnya yang tidak membahayakan pandangan. Namun, dalam beberapa kasus, floaters dapat membuat seseorang kesulitan dalam melihat dan membutuhkan pembersihan untuk mengembalikan kemampuan melihat.

Penyebab Floaters

Floaters mata merupakan fenomena alami yang terjadi pada bagian vitreous pada mata. Vitreous inilah yang menyebabkan mata memiliki bentuk bulat. Floaters terjadi saat tubuh vitreous mulai menyusut. Saat hal ini terjadi, serat-serat kecil akan terlepas atau dokter biasa menyebutnya sebagai detasemen vitreous. Detasemen ini menyebabkan kumpulan serpihan yang dapat mengganggu cahaya untuk masuk ke dalam mata. Serpihan tersebut akan membentuk bayangan, yang menyebabkan floaters terlihat. Floaters mata merupakan hal yang normal terjadi pada seseorang dengan bertambahnya usia. Perkumpulan Ahli Retina Amerika menyatakan bahwa detasemen vitreous, yang menyebabkan banyak floaters, umum terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun. Semua orang dapat memiliki floaters, dan banyak pula yang mengabaikannya. Kebanyakan orang baru akan menyadari memiliki floaters saat mereka melihat permukaan yang kosong dan terang seperti langit. Pada awalnya, floaters dapat mengganggu penglihatan dan aktivitas. Namun, kebanyakan floaters akan mengendap di bagian bawah mata, di bawah bidang visi. Meskipun demikian, Perkumpulan Ahli Retina Amerika merekomendasikan mereka yang tiba-tiba memiliki gejala floaters untuk memeriksakan mata ke dokter mata pada beberapa bulan pertama setelah gejala timbul, untuk memastikan adanya gangguan kesehatan lebih serius atau tidak.

Perawatan floaters

Kebanyakan kasus floaters tidak membutuhkan perawatan. Floaters biasanya hanya berupa gangguan kecil pada mereka yang memiliki tubuh sehat, dan jarang menjadi penanda masalah kesehatan yang lebih serius. Apabila floaters mengganggu pandangan Anda, gerakkan mata Anda dari kiri ke kanan, atas ke bawah untuk menggerakan serpihan. Saat cairan di dalam mata bergerak, floaters juga akan ikut bergerak. Akan tetapi, floaters dapat merusak penglihatan Anda, terutama apabila kondisinya semakin memburuk. Apabila hal ini terjadi, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan dalam bentuk operasi dan pembersihan menggunakan metode laser.

Pada perawatan laser, dokter mata menggunakan laser untuk menghancurkan floaters dan membuatnya tidak terlihat pada bidang visi. Metode laser ini tidak banyak digunakan karena dianggap eksperimental dan memiliki risiko kerusakan retina. Untuk perawatan berupa operasi, dokter mata akan vitreous dalam sebuah prosedur yang disebut dengan vitrectomy. Setelah vitreous dibersihkank, mata akan diisi dengan larutan garam steril untuk menjaga mata tetap dalam bentuk alaminya. Seiring berjalannya waktu, tubuh akan mengganti larutan garam steril tersebut dengan cairan alaminya. Vitrectomy mungkin tidak akan membersihkan semua floaters, dan tidak akan mencegah floaters terbentuk. Prosedur ini juga dianggap sangat berisiko karena dapat merusak atau membuat retina sobek dan berdarah.

Pencegahan floaters

Karena sifatnya yang terbentuk akibat bertambahnya usia, tidak ada metode khusus untuk mencegah terjadinya floaters. Namun, Anda masih bisa memastikan floaters bukan berasal dari masalah kesehatan yang lebih serius. Apabila Anda melihat terdapat floaters pada pandangan Anda, segera hubungi dokter mata untuk memastikan floaters buan gejala atau tanda-tanda kondisi kesehatan yang lebih serius yang dapat merusak penglihatan Anda.

Read More Penyakit

Mengenal Cacar Monyet Lebih Dalam

Cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus monkeypox termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae.  Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Virus monkeypox adalah virus ortopox yang menyebabkan penyakit pada manusia dengan gejala yang sama, tetapi tidak terlalu parah, yang sebelumnya terlihat pada cacar.

Cacar monyet adalah zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.  Kasus-kasus sering ditemukan berlokasi dekat dengan hutan hujan tropis, di mana sering terjadi kontak dengan hewan yang membawa virus. Bukti infeksi virus monkeypox telah ditemukan pada banyak hewan termasuk tupai tali, tupai pohon, tikus rebus Gambia, berbagai spesies monyet dan lain-lain.

Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh Anda, atau pada permukaan mukosa internal Anda, seperti di mulut atau tenggorokan, tetesan pernapasan dan benda lain yang terkontaminasi.

Terdapat dua kelompok genetik yang berbeda dari virus monkeypox, yaitu Afrika Tengah dan Afrika Barat. Infeksi manusia dengan genetik virus monkeypox Afrika Tengah biasanya lebih parah dibandingkan dengan genetik virus Afrika Barat dan memiliki angka kematian yang lebih tinggi.

Gejala-gejala cacar monyet serupa dengan cacar pada umumnya tetapi lebih ringan daripada gejala-gejala cacar lainnya.

Cacar monyet dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar biasa dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening Anda membengkak (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. 

Gejala cacar air dimulai dengan:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Panas dingin
  • Kelelahan

Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, Anda akan mengalami ruam, seringkali dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi virus cacar monyet:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menampung virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar air terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa un, seperti tempat tidur, yang telah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang bisa berisiko terinfeksi.
  • Lakukan kebersihan tangan yang baik setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

Saat ini, belum ada pengobatan yang terbukti dan aman untuk infeksi virus cacar monyet. Namun, telah terbukti bahwa orang yang melakukan vaksin cacar berisiko lebih sedikit untuk terkena cacar monyet. Segera kunjungi dan diskusi dengan dokter Anda mengenai cara yang sesuai untuk mencegah Anda dari cacar monyet.

Read More Hidup Sehat