Cara Agar Anak Terhindar Dari Cedera Ketika Main Sepak Bola

Berdasarkan penelitian pada Februari 2007 oleh the American Journal of Sports Medicin, pemain bola usia belia (mulai dari 2 sampai 18 tahun) menderita 120,000 cedera serius yang membuat mereka harus dibawa ke unit gawat darurat. Jumlah angka cedera yang berkaitan dengan sepak bola, termasuk yang tidak ditangani ke rumah sakit, berjumlah sekitar 500,000 setiap tahunnya.

Angka total korban cedera tersebut bisa berkurang dan dicegah oleh para orang tua, para atlet dan organisasi sepak bola, dengan cara-cara berikut:

  1. Kurangi cedera lewat penanganan yang sesuai. Cedera seperti terkilir yang sering terjadi ketika anak-anak bisa dicegah, jika sebelumnya anak-anak mengikuti program conditioning (pengkondisian) khusus untuk pemain bola. Pengkondisian yang tepat terutama untuk perempuan.
  2. Kurangi cedera dengan peregangan, pemanasan dan pendinginan. Penelitian menunjukan otot yang kaku rentan terkena cedera dan atlet dengan otot yang tidak terlalu fleksibel memiliki kemungkinan mengalami rasa nyeri, dan sakit setelah olahraga. Tidak seperti gimnastik (senam) atau berenang, sepak bola tidak menciptakan kelenturan.
  3. Kurangi cedera dengan merawat lapangan. Menurut penelitian, 25% dari cedera, dikarenakan kondisi lapangan yang tidak baik. Rajinlah mengecek kebersihan lapangan. Selalu pastikan lapangan bebas dari benda-benda yang membahayakan seperti pecahan kaca, kerikil, puing-puing.
  4. Kurangi cedera dengan menggunakan shin guards atau alat pelindung tulang kering. Penelitian yang sudah dilakukan, bagian tulang kering merupakan area yang paling sering mengalami cedera. Pastikan setiap pemain menggunakan shin guards yang memenuhi standar syarat keamanan.
  5. Kurangi cedera dari benturan gawang. Penelitian dari Consumer Product Safety Commission (CPSC) menyebutkan bahwa bantalan gawang secara signifikan mengurangi jumlah dan tingkat keparahan cedera, dan lebih spesifik efektif mengurangi cedera kepala. Penelitian pada 471 pemain sepak bola menggunakan bantalan gawang terdapat tujuh benturan yang besar antara kipper dan gawang, tetapi tidak ada cidera.
  6. Kurangi cedera orofacial dengan menggunakan pelindung mulut. Sebanyak 30% dari seluruh cedera sepak bola merupakan bagian orofacial. Tetapi hanya 7% nya yang menggunakan pelindung mulut (mouth guards).
  7. Amankan gawang. CPCS merekomendasikan agar gawang dipasang sekuat mungkin pada tempatnya untuk meningkatkan keamanan supaya tidak mudah bergeser.
  8. Kurangi resiko gegar otak dan cedera otak traumatis lainnya. Penelitian yang baru saja dilakukan menyebutkan efek jangka pendek menyudul bola mengakibatkan berkurangnya kecepatan memproses informasi, kesulitan memahami ucapan, menurunkan fungsi kognitif, kesulitan fokus. Untuk efek jangka panjang, masih kurang jelas. Pemain, pelatih, orang tua, ahli kesehatan harus di edukasi tentang potensi cedera dari menyundul bola. Bentuk bola harus sesuai dengan ukuran dan berat yang sesuai dengan umur pemain dan terbuat dari bahan sintetik, dan tidak menyerap air.
  9. Kurangi cedera yang terus-menerus dengan membatasi permainan. Berikan batasan terhadap jumlah permainan yang dijalani anak-anak. Setidaknya beri jeda tiga bulan dari olahraga dalam setahun dan waktu latihan dan bermain bola tidak lebih dari 12 jam per minggu.
  10. Siapkan keadaan darurat medis. Persiapkan dengan baik first-aid kit atau pertolongan pertama pada setiap permainan atau latihan sepak bola. Pelatih olahraga anak-anak usia belia harus dibekali dengan pelatihan pertolongan pertama dan rencana medis saat keadaan darurat.
Read More Olahraga