5 Kelainan yang Sering Terjadi pada Bayi

Banyak orang tua menginginkan anak yang dilahirkan memiliki fisik yang sempurna, namun karena beberapa faktor ternyata bisa membuat bayi terlahir dengan kelainan bawaan atau disebut juga kelainan kongenital. Sebuah kondisi tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin, dampaknya memengaruhi fisik dan fungsi anggota tubuh anak bahkan cacat lahir.

Pada banyak kasus, kelainan ini terjadi pada tiga bulan pertama masa kehamilan, tepatnya di saat organ tubuh bayi mulai terbentuk. Kelainan ini pada umumnya tidak berbahaya, namun terdapat beberapa kasus pada kelainan ini yang harus ditangani segera. Untuk mendeteksi kelainan ini bisa dilakukan pada masa kehamilan atau ketika bayi dilahirkan.

Jenis Kelainan Kongenital

  1. Bibir Sumbing

Kondisi ini ditandai dengan adanya kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik dalam masa pertumbuhan dalam rahim. Keadaan ini memunculkan celah bibir atau langit-langit mulut, namun yang sering terjadi adalah pada keduanya. Disebut dengan bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit), kondisi ini bisa didiagnosa melalui pemindaian.

  • Dislokasi Panggul

Panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya hingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami sekitar satu dari seribu bayi, selain itu pada umumnya lebih dijumpai pada anak perempuan ketimbang laki-laki. Bayi dengan risiko dislokasi panggul adalah dari keluarga dengan riwayat kelainan yang sama pula.

  • Talipes

Terdapat beberapa kasus bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Keadaan ini bisa dijelaskan sebagai talipes posisional atau club foot, pada umumnya bayi yang mengalami kondisi ini bisa diberikan pemijatan dan perentangan pergelangan kaki untuk mengatasinya secara sederhana.

  • Hipospadias

Merupakan kondisi yang diderita oleh anak laki-laki, di mana lubang uretra atau saluran yang terhubung melalui penis tidak berada di ujung penis seperti seharusnya. Lubang uretra tersebut bisa berada di sepanjang penis bagian bawah, kondisi ini juga cukup umum dijumpai pada sekitar satu dari 300 anak laki-laki.

Operasi sebagai langkah pencegahan kondisi ini pada umumnya dilakukan sebelum anak berusia dua tahun. Kulit yang menutupi ujung penis atau kulup, bagian kulit ini merupakan jaringan sempurna yang digunakan untuk melakukan operasi ini. Hal ini pula yang membuat bayi dengan kondisi hipospadias tidak diperbolehkan untuk disunat sebelum menjalani operasi.

  • Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan muncul ketika adanya kondisi tidak normal pada struktur dan fungsi jantung bayi. Sebelum lahir bayi akan menerima semua oksigen melalui plasenta, namun ketika bayi menghirup napas pertama, jantung pada bayi mulai menerima darah yang dipenuhi dengan oksigen dan paru-paru.

Kondisi tersebut memungkinkan jika saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arterious) dan lubang (foramen ovale) yang terdapat pada dua ruang jantung menutup. Agar bisa menyebar ke seluruh tubuh, darah yang mengalir harus dengan urutan tepat, melalui empat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

Sebagai pencegahan kelainan kongenital, para orang tua harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan penuhi semua jadwal imunisasi yang sesuai dengan anjuran dokter. Langkah tersebut penting dilakukan guna membantu dan memantau proses tumbuh kembang bayi, selain itu juga digunakan sebagai pemberian penanganan lebih dini.

Konsultasi genetik sebelum menikah juga sangat disarankan, terutama terdapat pasangan yang memiliki penyakit yang bisa diturunkan kepada anak sebagai penyakit bawaan. Periksakan kehamilan secara rutin dan tetap ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran dokter dan secara rutin menurut jadwal.

Read More Penyakit

Kenali Perbedaan Jamur & Psoriasis Kuku agar Tidak Tertukar

Kuku tidak hanya melengkapi kondisi fisik manusia, lebih jauh dari itu, kuku memiliki fungsi penting yang tak bisa dilupakan begitu saja. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, kuku juga rentan penyakit. Salah satunya psoriasis kuku.

Psoriasis kuku hanyalah salah satu jenis dari penyakit autoimun tersebut. Pengertian sederhananya, psoriasis membuat tubuh manusia memproduksi terlalu banyak sel kulit. Nah, jika terjadi pada kuku, psoriasis akan menyebabkan beberapa perubahan.

Masalahnya, beberapa gejala “kelaianan” yang terjadi di kuku belum tentu merupakan efek dari psoriasis. Pasalnya, jamur kuku juga bisa menyebabkan gejala yang sama. Psoriasis kuku dan jamur kuku dapat terlihat sama, tetapi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Oleh karenanya, menjadi amat penting untuk mengenali perbedaan di antaranya.

  • Gejala Psoriasis Kuku

Sebenarnya gejala psoriasis kuku tak dapat digeneralisir. Pasalnya, jenis psoriasis amat mungkin menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Belum lagi, gejala itu dapat berubah atau memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, secara garis besar, seseorang yang menderita psoriasis kuku akan mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Kuku Berlekuk

Psoriasis akan membuat kuku mengalami penguningan, kemudian itu akan memicu terjadinya pelubangan yang semakin dalam. Kuku mungkin mulai terlihat agak kering, kemudian muncul tonjolan yang akhirnya membentuk celah yang dalam atau bahkan lubang.

  • Kuku Terlepas

Psoriasis kuku biasanya akan menyebabkan kuku terlepas dari dasar kuku. Ada kemungkinan juga kuku jatuh sepenuhnya atau hanya putus sebagian. Sebelum kuku jatuh, celah biasanya terbentuk di antara kuku dan ujung jari.

Kondisi itu berbeda dengan infeksi jamur yang cenderung mengubah bentuk dan tampilan kuku tetapi jarang menyebabkan kuku jatuh.

  • Perubahan Warna dan Struktur Kuku

Keratin adalah protein yang membantu membentuk kulit dan kuku. Psoriasis kuku terkadang menyebabkan terlalu banyak keratin tumbuh di bawah kuku. Ini disebut hiperkeratosis subungual.

Orang-orang dengan gejala ini mungkin melihat substansi putih lantaran berkapur di bawah kuku. Ketika ini terjadi pada kuku kaki, kaki bisa sakit karena adanya tekanan. Terlebih lagi jika sedang memakai sepatu.

  • Gejala Jamur Kuku

Infeksi jamur biasanya memengaruhi jari kaki, bukan pada kuku. Ini karena jari kaki lebih mungkin bersentuhan dengan jamur saat berjalan tanpa alas kaki. Namun, kondisi itu bisa berkembang dan merembet hingga menyebabkan jari kaki juga terdampak.

Orang yang melakukan manikur teratur atau tangan yang sering basah, sama-sama rentan terhadap infeksi jamur pada kuku. Beberapa gejala infeksi jamur pada kuku antara lain:

  • Warna Kuku

Infeksi jamur dapat menyebabkan hiperpigmentasi di kuku, artinya warna kuku berubah dimulai dengan titik abu-abu, kehijauan, atau cokelat samar yang menjadi lebih gelap dan lebih luas selama beberapa minggu atau bulan.

Bedanya dengan psoriasis kuku adalah, kondisi gangguan autoimun itu biasanya tidak menyebabkan bintik-bintik hitam pada kuku.

  • Perubahan Bentuk Kuku

Tidak seperti psoriasis kuku, infeksi jamur tidak menyebabkan lubang pada kuku. Sebaliknya, kuku cenderung berubah dari waktu ke waktu. Kuku mungkin menipis atau menebal, bahkan tak jarang menyebabkan kuku pecah.

  • Menyebar

Baik psoriasis kuku maupun infeksi jamur di kuku cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, psoriasis kuku tidak menyebar atau menular melalui kontak fisik seperti infeksi jamur.

***

Dilihat dari gejalanya, sebenarnya perbedaan psoriasis kuku dan jamur kuku bisa dengan mudah kita kenali. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kita tak bisa atau ragu dalam membuat satu keputusan. Oleh karena itu, disarankan untuk memeriksakan kondisi Anda di fasilitas medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat dari tenaga medis yang berkompeten.

Read More Penyakit

Dilakukan Pada Pasien Tuberkulosis, Apa Itu Tes IGRA?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis dan menyerang paru-paru. Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan menjalani serangkaian tes khusus bernama Interferon-Gamma Release Assays atau yang disebut sebagai tes IGRA.

Apa itu tes IGRA?

Tes IGRA merupakan pemeriksaan darah lengkap yang akan membantu mendiagnosa paparan bakteri penyebab tuberkulosis pada seseorang. Biasanya, tes ini dilakukan apabila pasien tidak mengalami gejala atau menunjukkan tanda-tanda kondisi TB.

Saat seseorang terkena bakteri penyebab TB, sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengendalikan infeksi sehingga bakteri tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Situasi ini dinamakan dengan TB aktif.

Kemudian, bakteri yang dihentikan oleh sistem kekebalan tubuh akan terus menetap dalam tubuh meski tidak menimbulkan gejala dan tidak dapat ditularkan ke orang lain. Situasi ini disebut TB laten.

TB laten inilah yang kemudian didiagnosa dengan tes IGRA untuk menguji keaktifan bakteri. Hasil tes yang negatif menandakan tidak adanya bakteri TB dalam tubuh. Sementara, hasil tes positif menandakan pernah adanya keberadaan TB laten dalam tubuh Anda.

Seseorang yang mengalami infeksi TB laten memiliki resiko kecil untuk terserang penyakit TB. Resiko ini meningkat pada orang tua dan anak-anak, serta pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Meski begitu, hasil infeksi TB laten dapat diobati dengan antibiotik khusus untuk mencegah berkembangan infeksi menjadi penyakit TB di masa depan.

Bagaimana cara kerja tes IGRA?

Tes IGRA bekerja dengan mengukur reaktivitas kekebalan seseorang terhadap bakteri penyebab TB. Umumnya, orang yang terinfeksi bakteri TB laten memiliki sel darah putih yang akan melepaskan interferon-gamma ketika dicampur dengan antigen, yaitu zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi.

Secara garis besar, prosedur yang mungkin dijalani pasien ketika melakukan tes IGRA adalah:

  • Pengambilan sampel darah di laboratorium dengan jumlah yang telah ditentukan oleh dokter
  • Menerima hasil tes pada waktu yang telah dijanjikan pihak laboratorium
  • Mendapat evaluasi dan penilaian dari dokter berdasarkan hasil tes

Hasil dari tes akan diuji di laboratorium. Pihak laboratorium jugalah yang akan memastikan sampel darah yang diambil untuk pengujian merupakan sampel darah yang layak. 

Beberapa rumah sakit memiliki laboratorium khusus untuk menguji hasil sampel darah. Dalam kasus terentu, tes IGRA tidak harus dilakukan dengan mengunjungi laboratorium, melainkan dengan mengambil sampel darah di rumah sakit dan membiarkan pihak rumah sakit yang memprosesnya.

Apabila hasil tes dinyatakan positif, ada kemungkinan anda terinfeksi TB laten. Untuk memastikan hal tersebut, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa x-ray pada bagian dada.

Kapan waktu yang tepat untuk menjalani tes IGRA?

Sebagian orang mungkin pernah melakukan vaksin TB sejak usia dini untuk mencegah terkena penyakit TB. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, perlindungan dari vaksin ini akan berangsur-angsur menghilang.

Orang yang pernah menjalani vaksin TB mungkin akan tetap terinfeksi oleh TB laten. Untuk mengetahui hal ini, tes IGRA merupakan pilihan yang paling tepat karena hasilnya tidak akan terpengaruh oleh vaksin TB.

Dengan kata lain, hasil tes akan menunjukkan positif hanya bila Anda memang memiliki bakteri TB laten dalam tubuh.

Tes ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang:

  • Sering atau baru saja berhubungan dekat dengan orang yang terkena penyakit TB
  • Tinggal di daerah yang memiliki banyak pasien TB
  • Bekerja atau tinggal di panti jompo, klinik, rumah sakit, atau penjara
  • Memiliki infeksi HIV
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Tes IGRA tidak dianjurkan bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun. Pemeriksaan TB bagi anak di bawah 2 tahun bisa dilakukan dengan tes kulit atau yang disebut dengan tes mantoux.

Read More Operasi

Apa Penyebab Enteritis? Berikut Penjelasannya

Istilah umum yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kondisi peradangan usus, terutama khusus halus dikenal dengan enteritis. Munculnya peradangan ini bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, meskipun istilah ini tidak digunakan secara spesifik untuk menjelaskan bagian usus halus mana yang terkena peradangan.

Kondisi peradangan terjadi pada seluruh bagian usus halus seperti usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum). Kondisi peradangan pada usus ini merupakan bagian dari gastroenteritis, yakni peradangan yang tak hanya terjadi di usus halus tetapi juga muncul pada lambung.

Penyebab Enteritis

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi munculnya penyakit ini, salah satunya jika seseorang terkena flu perut yang menular. Penyebab utama kondisi tersebut adalah keracunan makanan, jika seseorang tengah mengonsumsi makanan dan mencerna makanan atau air yang sudah terkontaminasi bakteri, bakteri ini tentu akan masuk ke dalam tubuh.

Bakteri itu pula yang akan menjadi penyebab munculnya peradangan pada usus halus, sementara kontaminasi makanan juga bisa disebabkan karena banyak hal seperti kondisi makanan yang buruk atau kurangnya sanitasi ketika mengolah unggas atau daging. Makanan yang sering membuat seseorang keracunan adalah daging unggas.

Termasuk daging mentah, lalu susu yang tidak terpasteurisasi hingga produk segar. Sementara itu, terdapat beberapa bakteri yang menjadi biang kerok munculnya peradangan pada usus halus, hal ini penting untuk diketahui agar seseorang yang mengalami kondisi ini segera mendapat penanganan yang tepat, berikut beberapa jenis bakteri yang berperan dalam peradangan.

  • Salmonella, bakteri yang secara umum bisa menyebabkan diare, demam hingga kram perut selama 12 sampai 72 jam setelah terkena infeksinya.
  • Escherichia Coli, bakteri ini juga dikenal dengan nama E.Coli, virus yang bisa menyebabkan gejala ringan penyakit sakit perut dan demam hingga parah, seperti feses darah hingga gagal ginjal.
  • Stapylococcus Aureus (S. Aureus), merupakan jenis bakteri yang bisa menyebabkan sekaligus tujuh jenis racun yang membuat seseorang keracunan makanan.
  • Campylobacter jejuni (C. Jejuni), adalah bakteri yang bisa membuat seseorang keracunan setelah mengonsmsi makanan.
  • Yersinia Enterocolitica (Y. Enterocolitica), merupakan bakteri yang bisa menyebabkan seseorang mengalami diare akut, hingga menyebabkan seseorang mengalami sepsis fatal.

Sementara itu, terdapat penyebab lain yang memungkinkan seseorang terkena peradangan usus tetapi jarang dialami, yakni orang yang melakukan kontak fisik dengan hewan yang terlebih dahulu terinfeksi. Selain itu, proses menjalani terapi radiasi juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami peradangan pada usus.

Terapi radiasi tidak hanya menyebabkan sel kanker mati, tetapi juga banyak sel-sel sehat yang akhirnya terbunuh disaat melakukan terapi. Termasuk sel pada mulut, lambung dan usus, dampak buruk yang terjadi apabila sel-sel usus normal dan sehat rusak akibat terapi adalah munculnya peradangan.

Jenis Enteritis

  • Akibat Infeksi

Peradangan ini lebih sering terjadi karena keracunan makanan, seseorang bisa mengalami kondisi ini karena konsumsi makanan dan minuman yang telah terlebih dahulu terkontaminasi bakteri. Dengan berbagai cara, bakteri bisa masuk dengan mudah pada makanan, salah satunya ketika cara pengolahan makanan kurang bersih.

  • Akibat Radiasi

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa penyakit peradangan pada usus bisa muncul setelah seseorang menjalani terapi radiasi atau radioterapi. Sel-sel sehat yang terdapat di dalam usus yang rusak bisa menimbulkan beberapa gejala kronis dan bahkan terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Read More Penyakit

Prosedur Adrenalektomi yang Perlu Diketahui

Merupakan sebuah prosedur pengangkatan kelenjar adrenal, bisa pada salah satu atau kedua kelenjar sekaligus. Prosedur operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah dan dinamakan sebagai adrenalektomi. Kelenjar adrenal merupakan salah satu kelenjar kecil yang terletak tepat di bagian atas ginjal.

Fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan hormon yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mengatur metabolisme, sistem imun, tekanan darah hingga kadar gula darah, pada sebagian orang, sel-sel dari kelenjar adrenal tumbuh secara tidak normal atau abnormal dan tak terkendali yang berujung pada munculnya tumor.

Prosedur Adrenalektomi

Sebagai akibat dari tumbuhnya sel secara tidak normal berakibat pada produksi hormon yang meningkat dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk menangani masalah gangguan kesehatan ini, seseorang perlu melakukan prosedur pengangkatan kelenjar adrenal dan sangat mungkin dianjurkan oleh dokter dengan beberapa kondisi berikut ini.

  • Munculnya tumor kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon berlebih dengan ukuran besar, misalnya seperti berdiameter lebih dari empat hingga lima centimeter.
  • Tumor kelenjar adrenal bersifat ganas atau dikenal dengan nama kanker atau juga tumor yang dicurigai bisa menjadi ganas.
  • Kanker pada bagian tubuh lain yang menyebar ke kelenjar adrenal, contohnya seperti dari paru-paru ke ginjal.

Beberapa persiapan pun harus dilakukan sebelum masuk dalam prosedur operasi, seperti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari proses operasi. Lalu pasien harus memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dokter kemungkinan akan meminta pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut, selain itu pasien juga harus berpuasa.

Terdapat empat metode yang harus dilakukan dalam prosedur operasi ini, dokter akan kembali berdiskusi dengan pasien untuk menentukan jenis yang terbaik untuk pasien. Hal ini didasarkan pada ukuran dan tipe tumor kelenjar adrenal yang muncul dan kondisi kesehatan pasien secara umum, berikut di antaranya.

  • Operasi laparoskopi, merupakan operasi minimal invasif yang bida dipilih untuk menangani tumor adrenal dalam ukuran kecil.
  • Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA) juga merupakan operasi minimal invasif dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien untuk mengangkat kelenjar adrenal.
  • Bedah terbuka, operasi ini dipilih jika tumor kelenjar adrenal berukuran besar atau tumor bersifat ganas.
  • Krioblasi, proses ini menggunakan senyawa kimia untuk membekukan dan menghancurkan tumor, prosedur ini dipilih untuk menangani tumor kelenjar adrenal berukuran kecil.

Setelah melakukan proses operasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, pasien mungkin akan merasa nyeri yang muncul di sekitar area bekas sayatan. Kemudian, waktu penyembuhan pasca operasi juga terbilang bervariasi. Namun pada umumnya, seseorang bisa kembali beraktivitas secara normal kembali dalam dua hingga enam minggu.

Selain itu, seperti tindakan medis umum yang lainnya, adrenalektomi juga memiliki risiko komplikasi, bisa dalam bentuk luka ringan, sedang hingga cukup parah. Jika pasien khawatir dengan risiko komplikasi yang muncul bisa melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter, berikut ini beberapa risiko yang mungkin dialami setelah melakukan operasi.

  • Munculnya infeksi.
  • Munculnya perdarahan
  • Reaksi alergi, seperti misalnya karena terkena obat bius.
  • Mengalami cedera pada organ di sekitar kelenjar.
  • Mengalami hernia.

Sebelum melakukan operasi, pada umumnya dokter akan memberikan anestesi bisa berupa bisu lokal atau bius umum. Hal ini membuat pasien tidak akan merasa sakit selama operasi berlangsung, sementara itu operasi dilakukan hanya untuk mengangkat tumor, tetapi juga bisa untuk mengangkat kelenjar adrenal sekaligus.

Read More Penyakit

Bagaimana Speech Delay Didiagnosis & Hubungannya dengan Kemungkinan Kesembuhan

Umumnya, ketika anak berusia 2 tahun mereka sudah mampu mengatakan sekitar 50 kata dan berbicara dalam kalimat pendek, dua sampai tiga kata. Kosakata mereka akan mengalami peningkatan menjadi sekitar 1.000 kata saat usianya tiga tahun. Jika anak Anda belum memiliki kemampuan tersebut, patut diwaspadai, mungkin saja buah hati Anda mengalami speech delay.

Speech delay atau keterlambatan berbicara merupakan gangguan yang paling umum terjadi pada anak berusia 3-16 tahun. Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh National Centre for Biotechnology Information dipaparkan bahwa gangguan tersebut dialami oleh 1 hingga 32 persen pada populasi normal.

Perkembangan bicara setiap anak berbeda-beda. Namun, terdapat patokan dasar yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak Anda sesuai usianya. Hal ini bisa diterapkan untuk mendeteksi apakah anak Anda mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak.

  • Penyebab-Penyebab Speech Delay

Meski ada banyak kemungkinan, tetapi beberapa hal penting yang dapat diketahui soal terjadinya speech delay antara lain:

  • Gangguan mulut, seperti masalah dengan lidah atau langit-langit (atap mulut).
  • Frenulum pendek (lipatan di bawah lidah), yang dapat membatasi pergerakan lidah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Perkembangan lambat.
  • Cacat intelektual.

Penyebab lain termasuk:

  • Perampasan psikososial (anak tidak menghabiskan cukup waktu berbicara dengan orang dewasa).
  • Menjadi saudara kembar.
  • Autisme (gangguan perkembangan).
  • Mutisme pilihan (anak tidak mau bicara).
  • Cerebral palsy (gangguan gerakan yang disebabkan oleh kerusakan otak).

Fakta unik yang bisa dimasukkan ke dalam kelompok penyebab speech delay adalah penggunaan dua bahasa atau bilingual di rumahnya. Penggunaan dwibahasa atau  bilingual bisa memengaruhi bahasa dan ucapan anak.

Pasalnya, otak anak harus bekerja lebih keras untuk menafsirkan dan menggunakan 2 bahasa. Jadi mungkin perlu waktu lebih lama bagi anak-anak ini untuk mulai menggunakan satu atau kedua bahasa yang mereka pelajari.

  • Mendapatkan Diagnosis Speech Delay

Jika anak Anda diduga mengalami masalah komunikasi ini, Anda bisa segera menemui ahli patologi wicara-bahasa (SLP). Anda dapat menemukan ahli patologi bahasa sendiri atau meminta penyedia layanan kesehatan untuk merujukkan pada satu dokter ahli.

Peran SLP (atau ahli terapi wicara) di sini akan memeriksa kemampuan bicara dan bahasa anak. Mereka akan memeriksa mulut, langit-langit, dan lidah anak Anda. Ahli patologi akan melakukan tes standar dan mencari tonggak dalam perkembangan bicara dan bahasa anak. Mereka mungkin juga memeriksa pendengaran anak Anda. SLP juga akan memeriksa:

  • Apa yang dipahami anak Anda (disebut bahasa reseptif)
  • Apa yang bisa dikatakan anak Anda (disebut bahasa ekspresif)
  • Perkembangan suara dan kejernihan bicara
  • Status motorik lisan anak Anda (bagaimana mulut, lidah, langit-langit, dll—bekerja bersama untuk berbicara serta makan dan menelan).

Berdasarkan hasil diagnosis tersebut, ahli patologi wicara-bahasa mungkin akan merekomendasikan terapi wicara atau penanganan lain untuk mengatasi masalah speech delay anak Anda.

  • Peran Orang Tua Dalam Menangani Speech Delay

Adapun kemungkinan dari kesembuhan speech delay, selain terapi atau penanganan yang diberikan tenaga medis, peran orang tua juga amat dibutuhkan. Sebagai orang tua, Anda bisa melakukan di bawah ini untuk mendorong perkembangan anak Anda:

  • Fokus pada komunikasi. Bicaralah dengan anak Anda, bernyanyi, dan dorong peniruan suara dan gerak tubuh.
  • Bacakan untuk anak Anda. Mulailah membaca ketika anak Anda masih bayi. Cari buku-buku lunak atau papan atau buku bergambar yang sesuai dengan usia yang mendorong anak-anak untuk melihat saat Anda memberi nama gambar.
  • Gunakan situasi sehari-hari. Untuk membangun pidato dan bahasa anak Anda, ajaklah mengobrol sesering mungkin seperti berbicara mengenai aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan saat di rumah.

***

Jika anak Anda mengalami speech delay, bukan berarti selalu ada sesuatu yang salah. Kuncinya ada pada seberapa cepat Anda mendapatkan diagnosis untuk segera memberikan dan penanganan. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara atau bahasa anak Anda.

Read More Hidup Sehat

Membuat Eye Mask Di Rumah, Mengapa Tidak?

Anda sangat disarankan untuk menjaga kesehatan area mata, misalnya dengan rutin menggunakan masker mata alias eye mask.

Apakah Anda menyadari bahwa area sekitar mata merupakan bagian wajah yang biasanya paling dominan menunjukkan tanda-tanda penuaan? Itu sebabnya, penting sekali untuk menjaga kesehatan kulit pada daerah tersebut. Salah satu caranya dengan memakai masker mata atau eye mask

Sesuai namanya, eye mask merupakan masker yang penggunaannya khusus pada area sekitar mata. Dibanding kulit pada bagian wajah lain, kulit di sekitar mata memang lebih tipis dan karakternya lebih kompleks, sehingga rentan terjadi kerutan. Terlebih, pada wajah mereka yang kerap terpapar sinar ultraviolet. 

Beberapa waktu lalu, kebanyakan masker mata yang beredar di pasaran berbentuk gel atau krim. Kini, Anda sudah bisa menemukan masker mata dalam bentuk patch atau sheet yang ditempel langsung ke area sekitar mata. 

Apakah Anda harus selalu mengandalkan eye mask yang tersedia di pasaran? Tentu tidak. Anda bisa membuat masker mata sendiri di rumah loh. 

Cara mudah membuat eye mask

Sebagian besar produk masker mata berisi bahan untuk memperlambat proses penuaan dini. Bahan-bahan yang umum digunakan, antara lain vitamin C, vitamin E, niacinamide, serta teh hijau. 

Beberapa jenis bahan kimia juga kadang ditambahkan ke dalam eye mask. Sebagai contoh, untuk mengatasi kerutan, kadang digunakan retinol. Contoh lainnya, untuk memudarkan warna hitam di bawah mata, digunakan asam kojic. Kafein juga kadang dimanfaatkan untuk mengempiskan kantong mata. 

Di antara Anda mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah aman menggunakan bahan kimia untuk masker mata? Perihal keamanan ini tidak menjadi masalah, selama Anda membeli produk yang telah terdaftar dan memperoleh izin edar dari BPOM. 

Namun, bagi Anda yang ingin memanfaatkan bahan alami dalam melawan tanda penuaan dini di sekitar mata, cobalah untuk membuat eye mask sendiri di rumah. 

1. Masker timun

Khasiat timun sebagai masker mata rasanya sudah bukan rahasia lagi. Dapat dikatakan ini merupakan bahan klasik yang digunakan oleh banyak orang, hampir di seluruh dunia. 

Cara penggunaannya pun tidak rumit sekali, Anda cukup masukkan timun ke dalam lemari pendingin selama kurang lebih 30 menit. Kemudian, tempelkan timun di area sekitar mata. Diamkan masker timun ini selama 30 menit. 

Sederhana sekali, bukan? Meski demikian, masker timun ini dapat menyegarkan kulit di sekitar mata serta mengatasi mata lelah akibat terlalu lama menatap layar komputer misalnya. 

2. Masker daun teh

Kabar baik bagi Anda pecinta teh. Tak hanya nikmat saat diminum, daun teh juga dapat Anda manfaatkan sebagai eye mask

Jadi mulai sekarang, daun teh yang telah digunakan sebaiknya tidak langsung dibuang. Simpan daun teh di dalam kulkas selama 5-10 menit. Lalu, aplikasikan pada mata kurang lebih 10-15 menit. Setelahnya dibilas dengan air bersih. 

Baik daun teh hijau atau teh teh hitam dapat digunakan sebagai masker mata. Menggunakan masker daun teh dapat membantu meredakan bagian bawah mata yang bengkak atau mata panda. 

Seperti disebutkan sebelumnya, kafein dapat membantu untuk mengempiskan kantong mata. Di dalam teh, terkandung kafein dan berbagai zat lainnya. Tidak heran, bila daun teh dapat memberikan manfaat ketika digunakan sebagai eye mask

Untuk memperoleh manfaat yang optimal, Anda tentu perlu menggunakan masker mata tersebut secara rutin. Jadi, masker mata dari timun atau daun teh yang akan segera Anda coba?

Read More Uncategorized

10 Obat Tradisional untuk Sembuhkan Demam Berdarah

Bukan rahasia umum lagi jika demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang banyak memakan korban jiwa di Indonesia. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi penyakit ini, tak hanya dengan penanganan medis tetapi juga konsumsi obat demam berdarah. Salah satunya jambu biji yang memiliki kandungan yang terbukti bisa mengatasi DBD.

Selain jambu biji, ternyata terdapat beberapa jenis tanaman lain yang terbukti ampuh melawan penyakit demam berdarah. Menariknya, berbagai jenis tanaman ini juga merupakan bahan dari pembuatan jamu. Sehingga tak perlu susah-susah mencari karena dapat dengan mudah ditemukan di sekitar lingkunan.

Obat Demam Berdarah Dengue (DBD)

  1. Sambiloto

Memiliki nama latin Andrographis paniculata, dikenal banyak orang sebagai bahan jamu dalam kebudayaan Indonesia, terutama di Jawa. Jenis tanaman ini dikenal karena cita rasanya yang sangat pahit. Ekstrak metanol pada tanaman ini mampu menjadi penghambat dan antivirus tertinggi pada salah satu serotipe dengue.

  • Pepaya

Yang dimanfaatkan dari pepaya sebagai obat untuk demam berdarah adalah daunnya, karena memiliki potensi mematikan DBD. Hasil penelitian menyebut bahwa ekstrak berair daun pepaya menunjukkan aktivitas potensial terhadap DBD dengan peningkatan jumlah trombosit, sel darah putih dan neutrofil setelah lima hari pemberian ekstrak daun pepaya.

  • Bakau

Sifat anti demam berdarah berasal dari ekstrak etanol pohon bakau yang diketahui di dalam sel vero, ditandai dengan aktivitas penghambatan dan partikel virus yang tidak aktif. Pohon bakau sangat mudah ditemui di Indonesia karena manfaatnya yang banyak terutama di daerah pesisir pantai.

  • Pare

Merupakan salah satu jenis sayuran yang dikenal dengan rasa pahitnya dan kerap diolah menjadi masakan oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini ternyata juga mampu dimanfaatkan sebagai obat DBD, berasal dari ekstrak metanol tanaman ini, menunjukkan dampak penghambatan demam berdarah setelah uji antivirus berdasarkan efek sitopatik.

  • Patikan Kebo

Bisa dibilang tanaman ini sangat asing bagi kebanyakan orang meskipun sangat mudah ditemui karena merupakan jenis rumput yang umum di Indonesia. Tanaman ini bahkan dianggap gulma di kebun, di Filipina air rebusan patikan kebo dikenal sebagai obat tradisional yang sangat manjur untuk mengobati DBD.

  • Petai China

Juga dikenal dengan nama lamtoro, merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat sering ditemui di Indonesia. Tanaman ini berkhasiat melawan DBD dengan galaktomanan yang sudah diektrasi sebelumnya dari biji petai china. Bahan tersebut terbukti menunjukkan aktivitas melawan virus demam kuning dan serotip demam berdarah.

  • Ruku-ruku

Bagi masyarakat Minangkabau mungkin sudah tidak asing lagi dengan jenis tanaman ini, biasanya daun ruku-ruku digunakan sebagai bumbu dalam memasak gulai Minangkabau. Digunakan karena bau wanginya yang khas, sementara penelitian menyebut air rebusan daun ini efektif mencegah demam berdarah.

  • Cabai Jawa

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air cabai Jawa mampu meningkatkan aktivitas tinggi terhadap larva nyamuk. Tanaman ini juga dikenal sebagai cabai jamu, biasanya diuntai dan dikeringkan, ekstrak etanol dari cabai Jawa menunjukkan aktivitas partikel virus yang tidak aktif.

  • Amis-amisan

Tanaman ini juga dianggap seperti Patikan Kebo yakni sebagai rumput liar karena bisa hidup di berbagai jenis tanah. Namun, ekstrak etanol dari amis-amisan memperlihatkan aktivitas anti-dengue dengan cari 40 persen penghambatan terhadap DENV-2.

  1. Temu Kunci

Temu kunci atau juga dikenal dengan jahe China merupakan bahan rempah selanjutnya yang bisa digunakan sebagai obat demam berdarah. Aktivitas senyawa yang diektraksi dari temu kunci mampu menghambat protease virus yang juga telah diuji pada DENV-2.

Read More Penyakit

Mengenal Manfaat Coklat Bagi Ibu Hamil

Setiap calon ibu mengerti bahwa selama masa kehamilan asupan nutrien perlu diperhatikan secara ekstra. Sebab pada masa-masa tersebut, ibu bukan hanya memikirkan kebutuhan dirinya, tetapi juga kebutuhan janin dalam kandungan.

Dan tak hanya menimbang kebutuhan, para calon ibu juga perlu menimbang keamanan dan manfaat dari tiap jenis makanan yang dikonsumsi. Nah, bagi ibu hamil yang senang mengonsumsi camilan, coklat dapat menjadi pilihan. Di samping memunculkan perasaan bahagia saat mengonsumsinya, terdapat manfaat coklat bagi kesehatan ibu hamil.

Risiko preeklampsia lebih rendah

Preeklampsia termasuk salah satu komplikasi kehamilan yang sangat dikhawatirkan oleh banyak calon ibu. Sebab preeklampsia akan membuat suplai darah untuk janin berkurang.

Ternyata, salah satu manfaat coklat bagi ibu hamil adalah dapat menurunkan risiko terjadinya preeklampsia. Mengapa demikian?

Di dalam coklat, terdapat senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Flavonol merupakan jenis senyawa flavonoid yang terkandung di dalam coklat. Biasanya, semakin tinggi kadar kokoa di dalam produk coklat, semakin tinggi juga kadar flavonol di dalamnya.

Flavonol inilah yang diketahui memegang peranan penting dalam menurunkan risiko preeklampsia pada ibu hamil. Kemampuan flavonol mengurangi kadar kolesterol di dalam darah membuatnya mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Mendukung perkembangan janin

Manfaat coklat dalam mendukung perkembangan janin juga masih terkait dengan senyawa flavonol yang dikandungnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Pregnancy Meeting of The Society for Maternal-Fetal Medicine, flavonol dalam coklat dilaporkan memberikan dampak positif bagi perkembangan janin.

Penelitian tersebut melibatkan 129 calon ibu dengan usia kehamilan antara 11-14 minggu. Riset ini diawali dengan pemeriksaan uterine artery doppler pulsatility index, yaitu indeks yang mengukur aliran darah ke rahim, plasenta, serta janin. Pemeriksaan indeks ini dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya preeklampsia, tekanan darah tinggi, dan masalah kehamilan lainnya.

Para ibu hamil yang terlibat di dalam penelitian, secara acak diberikan 30 gram coklat dengan kadar flavonol yang bervariasi. Coklat ini harus dikonsumsi setiap hari, dalam jangka waktu 12 minggu.

Pengukuran uterine artery doppler pulsatility index kembali dilakukan setelah 12 minggu. Kondisi ibu hamil juga terus dipantau hingga waktu persalinan tiba.

Dari penelitian ini diketahui, ibu hamil yang diberi coklat dengan kadar flavonol tinggi maupun rendah menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan uterine artery doppler pulsatility index. Artinya, konsumsi coklat tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan janin, terlepas dari kadar flavonol yang terkandung di dalamnya.

Konsumsi coklat secukupnya

Memang benar, terdapat manfaat coklat bagi ibu yang sedang mengandung. Akan tetapi, disarankan untuk tidak mengonsumsi coklat secara berlebihan.

Aneka produk-produk coklat yang beredar di pasaran, rata-rata memiliki kalori yang tinggi. Hal ini dapat membuat ibu hamil bertambah berat badan dengan mudah, bahkan pesat. Sementara kenaikan berat badan yang terlalu tinggi pada ibu hamil itu berbahaya.

Bukan hanya gula atau kalori yang perlu diwaspadai, coklat juga mengandung kafein. Para ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari. Sedangkan dalam keseharian, ibu hamil mungkin mengonsumsi teh yang juga mengandung kafein. Sehingga dikhawatirkan asupan jumlah kafein per hari menjadi terlalu tinggi.

Anda juga perlu waspada bila muncul rasa gatal, bentol, atau kemerahan pada kulit. Kemungkinan besar Anda alergi terhadap coklat dan konsumsinya harus segera dihentikan.

Meskipun ada manfaat coklat bagi kesehatan ibu hamil dan janin, namun jumlah yang dikonsumsi tetap tidak boleh berlebihan. Bila perlu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi makanan tertentu.

Read More Kehamilan

Abortus Imminens & Berbagai Masalah Lain pada Awal Kehamilan

Masa-masa awal kehamilan (trimester pertama) dapat dibilang sebagai masa yang paling rawan. Pasalnya, saat-saat tersebut janin belum berada dalam kondisi yang aman. Banyak sekali masalah yang bisa ditemui ibu hamil pada momen ini. Mulai dari masalah yang menyerang kondisi si ibu, maupun janinnya. Mulai dari morning sickness hingga abortus imminens.

Jika Anda merupakan seorang yang baru saja akan melakoni peran sebagai ibu hamil, memetakan masalah-masalah tersebut amatlah penting. Memahami masalah-masalah tersebut artinya menurunkan risiko terburuk yang bisa saja terjadi. Mengerti masalah-masalah tersebut bisa jadi upaya Anda menjalani masa kehamilan yang aman dan selamat hingga bayi Anda terlahir ke dunia nantinya.

Lantas, apa saja masalah-masalah yang dimaksud di atas? Berikut penjabarannya:

  • Morning Sickness

Morning sickness adalah salah satu masalah ibu hamil yang paling umum. Terutama di tiga bulan pertama kehamilan. Walaupun dinamakan morning sickness, tetapi kondisi ini tidak selamanya terjadi di pagi hari.

Morning sickness disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan. Kondisi ini membuat ibu hamil sering merasa ingin muntah dan mual sehingga  malas makan.

  • Diabetes Gestational

Meski jumlah wanita yang menderita diabetes gestational hanya sedikit, ini bukanlah hal yang bisa diabaikan. Diabetes gestational perlu ditangani dengan baik dan sebaiknya juga dilakukan tindakan agar terhindar dari penyakit ini.

Sebagian wanita akan pulih dari diabetes gestational segera setelah melahirkan. Tapi pada beberapa kasus lainnya, wanita tersebut akan tetap mengidap diabetes gestational. Penyakit itu pun juga bisa memengaruhi bayi yang dikandung. Karenanya cobalah untuk tidak terlalu menuruti keinginan makan berlebih dan mengontrol asupan gula di masa kehamilan.

  • Abortus Imminens

Abortus imminens adalah salah satu tanda atau peringatan keguguran yang terjadi pada 20 minggu pertama usia kehamilan.

Kondisi ini ditandai dengan perdarahan dari vagina. Perdarahan bisa berupa bercak atau flek kecokelatan hingga yang disertai gumpalan darah. Gejala keguguran ini juga disertai dengan rasa nyeri di area perut dan punggung bawah akibat kontraksi rahim, padahal pelebaran leher rahim (serviks) belum terjadi.

Abortus imminens dapat berpotensi menyebabkan keguguran sehingga dikenal pula dengan istilah threatened miscarriage atau ancaman keguguran dalam istilah medis. Disebut sebagai ancaman karena keluarnya flek darah pada trimester awal merupakan salah satu gejala keguguran yang umumnya muncul pertama kali.

  • Keputihan

Masalah keputihan wajar terjadi di trimester pertama kehamilan. Namun, ada pula jenis keputihan yang parah akibat infeksi menular. Oleh karena itu, bererhati-hatilah jika mengalami masalah ini, karena bisa mengganggu pertumbuhan janin.

Kenali ciri-ciri keputihan yang tidak wajar seperti berbau tak sedap, menyebabkan gatal atau sakit, dan berwarna.

  • Demam Tak Wajar

Perubahan kondisi kesehatan memang merupakan hal yang wajar dan dialami oleh hampir seluruh perempuan yang tengah hamil muda. Itu terjadi lantaran perubahan hormon dan hal-hal lain di dalam tubuhnya.

Salah satu perubahan kondisi kesehatan itu mungkin akan menyebabkan demam, seperti gejala flu dan penyakit ringan lainnya. Namun, jika Anda merasa sudah tak wajar, berhati-hatilah sebab bisa jadi ini adalah awal dari masalah yang lebih serius.

Demam atau peningkatan suhu tubuh ini, bisa saja merupakan gejala dari infeksi cytomegalovirus (CMV), parvovirus atau toxoplasma. Bahayanya, infeksi ini dapat berdampak buruk bagi janin di dalam kandungan. Jadi, jangan remehkan jika mengalami demam tinggi saat hamil muda.

***

Beberapa masalah yang disebutkan di atas memang wajar dan kerap terjadi sebagai efek dari kehamilan itu sendiri. Akan tetapi jangan lengah dan menyepelekan gejala-gejala yang terjadi. Kondisi-kondisi tersebut bisa saja bergulir ke arah yang lebih mengkhawatirkan.

Seperti abortus imminens misalnya, jika Anda mengabaikan tanda dari masalah itu, keselamatan janin Anda bisa menjadi taruhannya. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda yakin tengah ada “yang tidak beres” mengenai kandungan Anda. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dengan banyak mengonsumsi makanan bernutrisi, menjaga pola hidup sehat, dan menghindari apa-apa saja yang bisa membahayakan Anda serta janin yang ada di dalam kandungan.

Read More Kehamilan