Jenis-jenis Infeksi Saluran Pencernaan

Jenis infeksi saluran pencernaan sangat bergantung pada jenis penyebabnya

Infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan diare, muntah, dan gejala tidak nyaman lain. Infeksi jenis ini disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Perawatannya cukup mudah, dan berfokus pada tetap membuat tubuh terus terhidrasi dan mendapatkan cukup banyak istirahat. Namun, perawatan berbeda-beda tergantung jenis dari infeksi yang diderita. Artikel ini akan membahas gejala dan jenis-jenis infeksi saluran pencernaan. 

Jenis infeksi saluran pencernaan

Ada tiga jenis infeksi saluran pencernaan, yaitu bakteri, virus, dan parasit. Perbedaan dari ketiganya antara lain adalah:

  • Bakteri

Infeksi saluran pencernaan bakteri terdiri dari infeksi yang ditularkan lewat makanan dan keracunan makanan. Beberapa bakteri penyebab infeksi jenis ini di antaranya adalah salmonella, E. coli, listeria, clostridium perfringens, dan infeksi staph. Meskipun semua jenis makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ini, beberapa jenis makanan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, seperti daging dan telur mentah atau tidak matang, produk olahan susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, air yang terkontaminasi, makanan yang tidak dimasukkan ke dalam kulkas dengan baik, daging deli, dan buah dan sayur segar yang tidak dicuci. Selain itu, orang-orang dengan infeksi saluran pencernaan bakteri juga dapat menyebarkan bakteri tersebut pada makanan yang mereka sentuh, untuk kemudian makanan tersebut akan menginfeksi mereka yang mengonsumsinya. 

  • Virus

Infeksi saluran pencernaan virus merupakan jenis infeksi yang umum terjadi. Orang-orang lebih suka menyebut kondisi ini dengan nama flu perut. Norovirus merupakan salah satu jenis virus pencernaan. Menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan Nasional (NIDDK), norovirus menyebabkan 21 juta kasus flu perut di Amerika Serikat setiap tahunnya. Virus jenis lain yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan jarang ditemui di Amerika Serikat. Vaksin dapat mencegah beberapa jenis infeksi virus, termasuk rotavirus. 

  • Parasit

Cacing usus atau parasite protozoa dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan parasite. Dua infeksi parasit yang paling umum dijumpai adalah giardiasis dan cryptosporidiosis. Menyentuh kotoran manusia yang ada di tanah secara langsung dapat menyebarkan parasite ini. Orang-orang juga dapat terinfeksi penyakit ini dengan meminum atau berenang di air yang terkontaminasi. Beberapa jenis infeksi parasite juga dapat menyebar lewat hewan ke manusia, salah satunya adalah toxoplasmosis yang dapat menular lewat sentuhan langsung dengan kotoran kucing. 

Gejala infeksi saluran pencernaan

Kebanyakan infeksi saluran pencernaan memiliki gejala yang sama, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Gejala infeksi saluran pencernaan umumnya adalah diare, mual, muntah, kram perut, hilangnya nafsu makan, demam, sakit otot, ketidakseimbangan elektrolit, kembung dan perut penuh gas, turunnya berat badan tanpa diinginkan. Infeksi saluran pencernaan umumnya bermula dengan tiba-tiba dan akan bertahan selama kurang dari 1 minggu (dalam kasus tertentu dapat bertahan lebih lama). Selain itu, infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang sama dengan infeksi virus, namun beberapa kasus dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi atau diare berdarah. Infeksi saluran pencernaan parasite dapat menyebabkan lendir atau darah pada diare dan akan terus menimbulkan gejala tersebut hingga penderita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

Infeksi saluran pencernaan dapat disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit. Tidak peduli apapun penyebabnya, gejala yang ditimbulkan akan memberikan rasa tidak nyaman pada perut, diare, kram perut, dan mual. Kebanyakan kasus infeksi akan sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun, apabila seseorang menunjukkan gejala dehidrasi atau adanya komplikasi serius, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat.

Read More Penyakit

Kebiasaan Sehari-hari yang Sebabkan Neuropati Radialis

Umumnya saraf terjepit terjadi bagian tulang belakang. Namun, tahukah Anda bahwa saraf terjepit juga bisa terjadi di bagian tangan? Dunia medis mengenalnya sebagai neuropati radialis, yang merupan kondisi terjadinya saraf terjepit di bagian siku bawah sampai lengan bagian atas.

Saraf terjepit yang terjadi di bagian tangan tersebut menyebabkan Anda menjadi sulit mengontrol gerakan tangan Anda. Mati rasa dan kesemutan menjadi gejala yang umum terjadi pada penderita neuropati radialis. Selain itu seperti penyakit saraf terjepit di bagian lain, kondisi ini akan membuat Anda merasa nyeri kuat di bagian yang mengalami pembengkakan.

Kondisi masalah saraf yang muncul di lengan ini biasa dialami seseorang akibat mengalami cedera di bagian tersebut. Namun selain itu, ternyata ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat Anda juga rentan terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang menimbulkan risiko neuropati radialis.

  1. Pemakaian Jam Tangan dan Gelang

Pernah tidak berpikir bahwa memakai jam tangan dan gelang bisa menimbulkan risiko penyakit pada tangan Anda lama-kelamaan? Nyatanya, memakai jam tangan maupun gelang secara terus-menerus memang bisa menimbulkan risiko penyakit neuropati radialis. Risiko akan semakin besar apabila Anda termasuk orang yang senang menggunakan jam tangan ataupun gelang secara ketat.

Pemakaian jam tangan dan gelang secara terus-menerus membuat pegelangan tangan menjadi menyempit. Kondisi inilah yang memengaruhi saraf radial yang berada di sekitar area tersebut. Saraf radial menjadi terjepit ketika terjadinya penyempitan sehingga pada akhirnya menimbulkan pembengkakan yang dikenal sebagai neuropati radialis.

  • Salah Tidur

Kebanyakan orang tidak menyadari bagaimana posisi badannya ketika sedang terlelap. Tidak jarang, posisi tubuh seseorang salah ketika sedang tidur sehingga menimbulkan berbagai keluhan. Risiko saraf terjepit di berbagai area tubuh pun mengintai Anda yang sering salah tidur, tidak terkecuali pada saraf radial di bagian tangan.

Ada kemungkinan Anda tidur dengan menindihkan kepala di salah satu pegelangan tangan Anda. Sekali dua kali, posisi tersebut mungkin tidak menimbulkan keluhan apa-apa. Namun lama-kelamaan coba Anda rasakan, Anda pasti akan sering mengalami kesemutan dan mati rasa di bagian pegelangan tangan yang merupakan tanda terjepitnya saraf radial.

  • Menyandarkan Lengan ke Sandaran Kursi

Menyandarkan lengan ke sandaran kursi banyak dipilih seseorang untuk menghasilkan kesan santai. Dengan menyandarkan lengan ke sandaran, Anda juga merasa lebih rileks. Namun ternyata, kebiasaan yang satu ini cukup berbahaya bagi saraf radial Anda.

Kebiasan menyandarkan lengan ke sandaran kursi bisa membuat lengan bagian atas tertekan sehingga menimbulkan pembengkakan pada saraf radial. Jika sudah seperti itu, Anda akan merasa nyeri dan sering mengalami kesemutan, yang merupakan tanda-tanda umum dari neuropati radialis.

  • Posisi Mengetik Salah

Dewasa ini menjadi hal yang sangat lumrah orang menghabiskan waktunya berjam-jam setiap hari di depan laptop, entah itu untuk pekerjaan ataupun sekadar menghabiskan waktu. Namun berhati-hatilah, risiko terserang neuropati radialis juga besar bagi Anda yang banyak beraktivita di depan laptop, khususnya untuk mengetik.

Bagaimana posisi mengetik Anda? Jika saat mengetik bagian lengan Anda menggantung, waspadalah terhadap posisi yang salah tersebut. Tangan yang menggantung ketika sedang mengetik membuat tekanan pada lengan dan saraf radial semakin besar. Pada akhirnya, posisi tersebut akan memicu pembengkakan pada saraf radial.

*** Mulai sekarang cobalah lebih berhati-hati dalam melakukan kebiasaan sehari-hari di atas, ya? Tujuannya jelas agar kondisi tangan Anda terhindar dari penyakit neuropati radialis. Dengan demikian, aktivitas harian Anda tidak akan terganggu.

Read More Hidup Sehat

Bisakah Seseorang Meningkatkan Kadar Cairan Synovial?

Ada begitu banyak “komponen” di dalam tubuh manusia, baik itu yang tampak dan berbentuk jelas, hingga yang tak tampak dan mungkin tak pernah kita ketahui bentuknya. Selain, misalnya, enzim atau senyawa-senyawa lain, ada pula yang mungkin tak pernah kita ketahui sebelumnya seperti cairan synovial.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mengetahui apa itu cairan synovial. Kita dapat mengenali cairan synovial dengan mudah jika istilahnya diganti dengan “pelumas” sendi. Ya, cairan sinovial adalah cairan yang bertugas melubrikasi sekaligus berperan sebagai bantalan sendi.  

Jika keberadaan cairan ini berkurang atau malah hilang sama sekali, beberapa gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sendi dan tulang akan datang menyerang yang bersangkutan. Masalahnya, cairan synovial di dalam tubuh manusia ini akan berkurang secara alamiah atau dengan sendirinya seiring bertambahnya usia seseorang.

Namun, jangan khawatir, kita tetap dapat melakukan upaya terbaik. Dengan beberapa langkah, seorang manusia tetap dapat menjaga stabilitas atau keseimbangan kadar dan jumlah cairan synovial di dalam dirinya.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan, atau setidaknya menjaga kadar dan jumlah cairan synovial:

  1. Memperbaiki Pola Makan

Metode atau cara ini memang selalu keluar ketika kita berbicara mengenai upaya menjaga tubuh tetap sehat, termasuk menjaga cairan synovial. Pengaruh makanan memang amat besar bagi kondisi tubuh seseorang. Jika makanan yang dikonsumsi baik, baik pula kondisi tubuhnya. Begitu juga sebaliknya.

Di kelompok cara ini, seseorang bisa menjaga kadar cairan synovial di dalam tubuhnya dengan beberapa aturan, antara lain:

  • Pastikan Tubuh Selalu Terhidrasi

Selain memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, air juga mampu menghidrasi tubuh dan melubrikasi sendi. Porsi air yang direkomendasikan sangatlah bergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor personal lain.

  • Perbanyak Konsumsi Ikan dan Lemak Sehat

Ikan berlemak tinggi seperti salmon atau trout adalah sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan sendi. Oleh karena itu, cobalah menyantap 2-3 porsi jenis ikan tersebut setiap minggu. Selain itu alpukat, kacang tanah, minyak zaitun, dan sumber lemak tak jenuh lain juga ampuh menjaga jumlah cairan synovial untuk melubrikasi sendi Anda.

  • Jaga Asupan Buah dan Sayur

Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, cairan bergizi, dan zat antipembengkakan yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran berdaun hijau, brokoli, buah berry, dan anggur merah pun sangat kaya antioksidan. Sementara itu, keluarga jeruk dan paprika sangat kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi risiko erosi tulang rawan.

  • Kurangi Makanan dengan Kadar Gula dan Garam yang Tinggi

Meski tubuh membutuhkan garam dan gula, mengonsumsi terlalu banyak garam sejatinya berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, batasi konsumsi gula dan garam untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan sendi Anda.

  • Bantuan Suplemen

Ada banyak manfaat suplemen selain melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak atau kurang didapatkan dari konsumsi makanan harian. Anda juga mungkin bisa menjaga cairan synovial dengan bantuan suplemen.

  • Konsumsi Multivitamin Harian

Mengonsumsi multivitamin adalah salah satu cara untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang diperlukan demi memproduksi cairan synovial. Selenium, seng, mangan, serta vitamin A, C, dan E adalah beberapa sumber nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga kesehatan sendi.

  • Pertimbangkan Glukosamina dan Chondroitin

Beberapa penelitian membuktikan bahwa glukosamina dan chondroitin dapat meredakan nyeri sendi, mencegah erosi tulang rawan, meningkatkan produksi cairan synovial, dan meregenerasi struktur sendi.

  • Kapsul Asam Hialuronat

Asam hialuronat mampu meningkatkan kemampuan cairan synovial untuk melubrikasi dan menyerap getaran atau goncangan pada sendi. Bagi penderita radang sendi, umumnya dokter akan langsung menyuntikkan asam hialuronat ke dalam sendi. Namun sejatinya, Anda pun bisa mengonsumsinya dalam bentuk kapsul.

  • Minyak Ikan atau Suplemen Omega 3

Asam lemak omega 3 memproduksi zat yang mampu memperbaiki kesehatan tulang rawan dan kondisi cairan sendi. Cobalah mengonsumsi suplemen atau memenuhi kebutuhan omega 3 tubuh dengan menyantap ikan berlemak, kacang walnut, dan produk biji flaks

  • Jangan Lupa Konsultasi dengan Dokter

Meski efektivitas suplemen masih diperdebatkan, banyak orang yang mengalami gangguan sendi mengaku merasakan dampak positif setelah mengonsumsinya. Oleh karena itu, tetaplah mengonsultasikan kemungkinan mengonsumsi suplemen diet kepada dokter dan meminta rekomendasi suplemen yang tepat.

***

Tak ada salahnya mencoba dua langkah di atas untuk menjaga atau menambah jumlah cairan synovial Anda. Dua cara di atas digadang-gadang sebagai upaya yang baik untuk mencegah peradangan sendi atau masalah persendian lain.

Read More Hidup Sehat

Inilah 5 Cara Penanganan Fibrilasi Ventrikel!

Fibrilasi ventrikel adalah gangguan yang menyebabkan jantung kehilangan kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini mengakibatkan penurunan bahkan hilangnya cardiac output yang diikuti dengan hipoperfusi jaringan karena kekurangan oksigen, sehingga berakhir dengan iskemia jaringan. Otak dan miokardium adalah jaringan yang paling rentan mengalami ini. Oleh sebab itu, fibrilasi ventrikel yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan sudden cardiac death (SCD).

Penyebab fibrilasi ventrikel.

Kondisi fibrilasi ventrikel disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak teratur pada jantung, sehingga mengganggu irama jantung. Ritme jantung yang tidak stabil ini akan membuat aliran darah ke seluruh tubuh terhambat, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan tubuh jadi terganggu. Gangguan ini tidak boleh disepelekan, sebab terlambat sedikit saja penanganannya, dapat berakhir dengan kematian hanya dalam beberapa menit saja.

Gejala awal fibrilasi ventrikel.

Hilang kesadaran adalah gejala umum pada kasus fibrilasi ventrikel. Selain itu, biasanya diawali dengan tanda-tanda berikut.

  • Nyeri dada hebat.
  • Takikardia, yaitu detak jantung terlalu cepat.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Sesak napas.

5 Cara penanganan tepat fibrilasi ventrikel.

Penderita fibrilasi ventrikel dapat berakhir dengan henti jantung. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat. Pertolongan yang diberikan harus sesuai dengan protokol Advanced Cardiac Life Support (ACLS), agar kemungkinan bertahan hidup penderita lebih besar.

  • Memberikan pertolongan pertama CPR.

Semua pasien dengan henti jantung harus diberikan pertolongan pertama berupa CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) oleh seseorang yang terlatih. Hal ini bertujuan membantu mengalirkan darah melalui tubuh ke organ-organ vital. Berikan tekanan yang keras dan cepat pada bagian dada penderita dengan kecepatan 100 kali per menit. Lanjutkan melakukan CPR sampai bantuan darurat tiba.

  • Menggunakan defibrillator.

Defribillator merupakan alat untuk memberikan sengatan energi listrik tinggi ke jantung seseorang yang mengalami henti jantung. Tegangan energi listrik yang tinggi ini disebut dengan defibrilasi. Dikutip dari NCBI, pasien yang menerima defibrilasi dengan segera menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup lebih tinggi (39,3%) dibandingkan pasien dengan defibrilasi yang tertunda 2 menit atau lebih (22,2%). Umumnya, tegangan yang diberikan sebesar 120-200 J menggunakan biphasic defibrillator atau 360 J menggunakan monophasic defibrillator.

  • Memberikan obat antiritmia.

Dokter akan meresepkan obat epinephrine dan amiodarone sesuai dengan protokol ACLS pada pasien untuk mempertahankan ritme jantung. Amiodarone secara signifikan dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien saat masuk rumah sakit tanpa memengaruhi kelangsungan hidup saat keluar dari rumah sakit.

  • Pemasangan defibrillator implan.

Setelah denyut jantung pasien stabil, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemasangan alat defibrillator implan ke jantung. Tujuannya adalah untuk memantau irama jantung. Apabila melambat, maka alat tersebut dapat memberikan sinyal listrik untuk memacu detak jantung.

  • Evaluasi arteri koroner.

Tim medis akan melakukan pengawasan ketat, seperti memantau pernapasan, keseimbangan elektrolit, kebutuhan cairan, serta mengeringkan tamponade jantung sambil menyadarkan pasien. Setelah kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) pada jantung pasien, dokter segera melakukan evaluasi definitif untuk penyakit arteri koroner.

Apabila ditemukan penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah jantung, maka tindakan operasi diperlukan. Prosedur angioplasti koroner akan dilakukan untuk membuka sumbatan pembuluh darah dan menempatkan stent untuk menjaganya tetap terbuka, sehingga darah dapat mengalir kembali ke jantung. 

Pencegahan kasus kematian jantung pada penderita fibrilasi ventrikel perlu dilakukan. Beberapa kasus detak jantung abnormal yang mendapatkan penanganan lebih awal dapat mencegah terjadinya fibrilasi ventrikel. Pemeriksaan dengan alat elektrokardiografi rawat jalan dan monitor jantung implan dianjurkan untuk hal ini, terutama pasien dengan sindrom aritmia karena faktor keturunan. Diskusi dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasi fibrilasi ventrikel.

Read More Penyakit

5 Kelainan yang Sering Terjadi pada Bayi

Banyak orang tua menginginkan anak yang dilahirkan memiliki fisik yang sempurna, namun karena beberapa faktor ternyata bisa membuat bayi terlahir dengan kelainan bawaan atau disebut juga kelainan kongenital. Sebuah kondisi tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin, dampaknya memengaruhi fisik dan fungsi anggota tubuh anak bahkan cacat lahir.

Pada banyak kasus, kelainan ini terjadi pada tiga bulan pertama masa kehamilan, tepatnya di saat organ tubuh bayi mulai terbentuk. Kelainan ini pada umumnya tidak berbahaya, namun terdapat beberapa kasus pada kelainan ini yang harus ditangani segera. Untuk mendeteksi kelainan ini bisa dilakukan pada masa kehamilan atau ketika bayi dilahirkan.

Jenis Kelainan Kongenital

  1. Bibir Sumbing

Kondisi ini ditandai dengan adanya kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik dalam masa pertumbuhan dalam rahim. Keadaan ini memunculkan celah bibir atau langit-langit mulut, namun yang sering terjadi adalah pada keduanya. Disebut dengan bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit), kondisi ini bisa didiagnosa melalui pemindaian.

  • Dislokasi Panggul

Panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya hingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami sekitar satu dari seribu bayi, selain itu pada umumnya lebih dijumpai pada anak perempuan ketimbang laki-laki. Bayi dengan risiko dislokasi panggul adalah dari keluarga dengan riwayat kelainan yang sama pula.

  • Talipes

Terdapat beberapa kasus bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Keadaan ini bisa dijelaskan sebagai talipes posisional atau club foot, pada umumnya bayi yang mengalami kondisi ini bisa diberikan pemijatan dan perentangan pergelangan kaki untuk mengatasinya secara sederhana.

  • Hipospadias

Merupakan kondisi yang diderita oleh anak laki-laki, di mana lubang uretra atau saluran yang terhubung melalui penis tidak berada di ujung penis seperti seharusnya. Lubang uretra tersebut bisa berada di sepanjang penis bagian bawah, kondisi ini juga cukup umum dijumpai pada sekitar satu dari 300 anak laki-laki.

Operasi sebagai langkah pencegahan kondisi ini pada umumnya dilakukan sebelum anak berusia dua tahun. Kulit yang menutupi ujung penis atau kulup, bagian kulit ini merupakan jaringan sempurna yang digunakan untuk melakukan operasi ini. Hal ini pula yang membuat bayi dengan kondisi hipospadias tidak diperbolehkan untuk disunat sebelum menjalani operasi.

  • Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan muncul ketika adanya kondisi tidak normal pada struktur dan fungsi jantung bayi. Sebelum lahir bayi akan menerima semua oksigen melalui plasenta, namun ketika bayi menghirup napas pertama, jantung pada bayi mulai menerima darah yang dipenuhi dengan oksigen dan paru-paru.

Kondisi tersebut memungkinkan jika saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arterious) dan lubang (foramen ovale) yang terdapat pada dua ruang jantung menutup. Agar bisa menyebar ke seluruh tubuh, darah yang mengalir harus dengan urutan tepat, melalui empat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

Sebagai pencegahan kelainan kongenital, para orang tua harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan penuhi semua jadwal imunisasi yang sesuai dengan anjuran dokter. Langkah tersebut penting dilakukan guna membantu dan memantau proses tumbuh kembang bayi, selain itu juga digunakan sebagai pemberian penanganan lebih dini.

Konsultasi genetik sebelum menikah juga sangat disarankan, terutama terdapat pasangan yang memiliki penyakit yang bisa diturunkan kepada anak sebagai penyakit bawaan. Periksakan kehamilan secara rutin dan tetap ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran dokter dan secara rutin menurut jadwal.

Read More Penyakit

Kenali Perbedaan Jamur & Psoriasis Kuku agar Tidak Tertukar

Kuku tidak hanya melengkapi kondisi fisik manusia, lebih jauh dari itu, kuku memiliki fungsi penting yang tak bisa dilupakan begitu saja. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, kuku juga rentan penyakit. Salah satunya psoriasis kuku.

Psoriasis kuku hanyalah salah satu jenis dari penyakit autoimun tersebut. Pengertian sederhananya, psoriasis membuat tubuh manusia memproduksi terlalu banyak sel kulit. Nah, jika terjadi pada kuku, psoriasis akan menyebabkan beberapa perubahan.

Masalahnya, beberapa gejala “kelaianan” yang terjadi di kuku belum tentu merupakan efek dari psoriasis. Pasalnya, jamur kuku juga bisa menyebabkan gejala yang sama. Psoriasis kuku dan jamur kuku dapat terlihat sama, tetapi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Oleh karenanya, menjadi amat penting untuk mengenali perbedaan di antaranya.

  • Gejala Psoriasis Kuku

Sebenarnya gejala psoriasis kuku tak dapat digeneralisir. Pasalnya, jenis psoriasis amat mungkin menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Belum lagi, gejala itu dapat berubah atau memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, secara garis besar, seseorang yang menderita psoriasis kuku akan mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Kuku Berlekuk

Psoriasis akan membuat kuku mengalami penguningan, kemudian itu akan memicu terjadinya pelubangan yang semakin dalam. Kuku mungkin mulai terlihat agak kering, kemudian muncul tonjolan yang akhirnya membentuk celah yang dalam atau bahkan lubang.

  • Kuku Terlepas

Psoriasis kuku biasanya akan menyebabkan kuku terlepas dari dasar kuku. Ada kemungkinan juga kuku jatuh sepenuhnya atau hanya putus sebagian. Sebelum kuku jatuh, celah biasanya terbentuk di antara kuku dan ujung jari.

Kondisi itu berbeda dengan infeksi jamur yang cenderung mengubah bentuk dan tampilan kuku tetapi jarang menyebabkan kuku jatuh.

  • Perubahan Warna dan Struktur Kuku

Keratin adalah protein yang membantu membentuk kulit dan kuku. Psoriasis kuku terkadang menyebabkan terlalu banyak keratin tumbuh di bawah kuku. Ini disebut hiperkeratosis subungual.

Orang-orang dengan gejala ini mungkin melihat substansi putih lantaran berkapur di bawah kuku. Ketika ini terjadi pada kuku kaki, kaki bisa sakit karena adanya tekanan. Terlebih lagi jika sedang memakai sepatu.

  • Gejala Jamur Kuku

Infeksi jamur biasanya memengaruhi jari kaki, bukan pada kuku. Ini karena jari kaki lebih mungkin bersentuhan dengan jamur saat berjalan tanpa alas kaki. Namun, kondisi itu bisa berkembang dan merembet hingga menyebabkan jari kaki juga terdampak.

Orang yang melakukan manikur teratur atau tangan yang sering basah, sama-sama rentan terhadap infeksi jamur pada kuku. Beberapa gejala infeksi jamur pada kuku antara lain:

  • Warna Kuku

Infeksi jamur dapat menyebabkan hiperpigmentasi di kuku, artinya warna kuku berubah dimulai dengan titik abu-abu, kehijauan, atau cokelat samar yang menjadi lebih gelap dan lebih luas selama beberapa minggu atau bulan.

Bedanya dengan psoriasis kuku adalah, kondisi gangguan autoimun itu biasanya tidak menyebabkan bintik-bintik hitam pada kuku.

  • Perubahan Bentuk Kuku

Tidak seperti psoriasis kuku, infeksi jamur tidak menyebabkan lubang pada kuku. Sebaliknya, kuku cenderung berubah dari waktu ke waktu. Kuku mungkin menipis atau menebal, bahkan tak jarang menyebabkan kuku pecah.

  • Menyebar

Baik psoriasis kuku maupun infeksi jamur di kuku cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, psoriasis kuku tidak menyebar atau menular melalui kontak fisik seperti infeksi jamur.

***

Dilihat dari gejalanya, sebenarnya perbedaan psoriasis kuku dan jamur kuku bisa dengan mudah kita kenali. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kita tak bisa atau ragu dalam membuat satu keputusan. Oleh karena itu, disarankan untuk memeriksakan kondisi Anda di fasilitas medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat dari tenaga medis yang berkompeten.

Read More Penyakit

Dilakukan Pada Pasien Tuberkulosis, Apa Itu Tes IGRA?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis dan menyerang paru-paru. Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan menjalani serangkaian tes khusus bernama Interferon-Gamma Release Assays atau yang disebut sebagai tes IGRA.

Apa itu tes IGRA?

Tes IGRA merupakan pemeriksaan darah lengkap yang akan membantu mendiagnosa paparan bakteri penyebab tuberkulosis pada seseorang. Biasanya, tes ini dilakukan apabila pasien tidak mengalami gejala atau menunjukkan tanda-tanda kondisi TB.

Saat seseorang terkena bakteri penyebab TB, sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengendalikan infeksi sehingga bakteri tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Situasi ini dinamakan dengan TB aktif.

Kemudian, bakteri yang dihentikan oleh sistem kekebalan tubuh akan terus menetap dalam tubuh meski tidak menimbulkan gejala dan tidak dapat ditularkan ke orang lain. Situasi ini disebut TB laten.

TB laten inilah yang kemudian didiagnosa dengan tes IGRA untuk menguji keaktifan bakteri. Hasil tes yang negatif menandakan tidak adanya bakteri TB dalam tubuh. Sementara, hasil tes positif menandakan pernah adanya keberadaan TB laten dalam tubuh Anda.

Seseorang yang mengalami infeksi TB laten memiliki resiko kecil untuk terserang penyakit TB. Resiko ini meningkat pada orang tua dan anak-anak, serta pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Meski begitu, hasil infeksi TB laten dapat diobati dengan antibiotik khusus untuk mencegah berkembangan infeksi menjadi penyakit TB di masa depan.

Bagaimana cara kerja tes IGRA?

Tes IGRA bekerja dengan mengukur reaktivitas kekebalan seseorang terhadap bakteri penyebab TB. Umumnya, orang yang terinfeksi bakteri TB laten memiliki sel darah putih yang akan melepaskan interferon-gamma ketika dicampur dengan antigen, yaitu zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi.

Secara garis besar, prosedur yang mungkin dijalani pasien ketika melakukan tes IGRA adalah:

  • Pengambilan sampel darah di laboratorium dengan jumlah yang telah ditentukan oleh dokter
  • Menerima hasil tes pada waktu yang telah dijanjikan pihak laboratorium
  • Mendapat evaluasi dan penilaian dari dokter berdasarkan hasil tes

Hasil dari tes akan diuji di laboratorium. Pihak laboratorium jugalah yang akan memastikan sampel darah yang diambil untuk pengujian merupakan sampel darah yang layak. 

Beberapa rumah sakit memiliki laboratorium khusus untuk menguji hasil sampel darah. Dalam kasus terentu, tes IGRA tidak harus dilakukan dengan mengunjungi laboratorium, melainkan dengan mengambil sampel darah di rumah sakit dan membiarkan pihak rumah sakit yang memprosesnya.

Apabila hasil tes dinyatakan positif, ada kemungkinan anda terinfeksi TB laten. Untuk memastikan hal tersebut, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa x-ray pada bagian dada.

Kapan waktu yang tepat untuk menjalani tes IGRA?

Sebagian orang mungkin pernah melakukan vaksin TB sejak usia dini untuk mencegah terkena penyakit TB. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, perlindungan dari vaksin ini akan berangsur-angsur menghilang.

Orang yang pernah menjalani vaksin TB mungkin akan tetap terinfeksi oleh TB laten. Untuk mengetahui hal ini, tes IGRA merupakan pilihan yang paling tepat karena hasilnya tidak akan terpengaruh oleh vaksin TB.

Dengan kata lain, hasil tes akan menunjukkan positif hanya bila Anda memang memiliki bakteri TB laten dalam tubuh.

Tes ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang:

  • Sering atau baru saja berhubungan dekat dengan orang yang terkena penyakit TB
  • Tinggal di daerah yang memiliki banyak pasien TB
  • Bekerja atau tinggal di panti jompo, klinik, rumah sakit, atau penjara
  • Memiliki infeksi HIV
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Tes IGRA tidak dianjurkan bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun. Pemeriksaan TB bagi anak di bawah 2 tahun bisa dilakukan dengan tes kulit atau yang disebut dengan tes mantoux.

Read More Operasi

Apa Penyebab Enteritis? Berikut Penjelasannya

Istilah umum yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kondisi peradangan usus, terutama khusus halus dikenal dengan enteritis. Munculnya peradangan ini bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, meskipun istilah ini tidak digunakan secara spesifik untuk menjelaskan bagian usus halus mana yang terkena peradangan.

Kondisi peradangan terjadi pada seluruh bagian usus halus seperti usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum). Kondisi peradangan pada usus ini merupakan bagian dari gastroenteritis, yakni peradangan yang tak hanya terjadi di usus halus tetapi juga muncul pada lambung.

Penyebab Enteritis

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi munculnya penyakit ini, salah satunya jika seseorang terkena flu perut yang menular. Penyebab utama kondisi tersebut adalah keracunan makanan, jika seseorang tengah mengonsumsi makanan dan mencerna makanan atau air yang sudah terkontaminasi bakteri, bakteri ini tentu akan masuk ke dalam tubuh.

Bakteri itu pula yang akan menjadi penyebab munculnya peradangan pada usus halus, sementara kontaminasi makanan juga bisa disebabkan karena banyak hal seperti kondisi makanan yang buruk atau kurangnya sanitasi ketika mengolah unggas atau daging. Makanan yang sering membuat seseorang keracunan adalah daging unggas.

Termasuk daging mentah, lalu susu yang tidak terpasteurisasi hingga produk segar. Sementara itu, terdapat beberapa bakteri yang menjadi biang kerok munculnya peradangan pada usus halus, hal ini penting untuk diketahui agar seseorang yang mengalami kondisi ini segera mendapat penanganan yang tepat, berikut beberapa jenis bakteri yang berperan dalam peradangan.

  • Salmonella, bakteri yang secara umum bisa menyebabkan diare, demam hingga kram perut selama 12 sampai 72 jam setelah terkena infeksinya.
  • Escherichia Coli, bakteri ini juga dikenal dengan nama E.Coli, virus yang bisa menyebabkan gejala ringan penyakit sakit perut dan demam hingga parah, seperti feses darah hingga gagal ginjal.
  • Stapylococcus Aureus (S. Aureus), merupakan jenis bakteri yang bisa menyebabkan sekaligus tujuh jenis racun yang membuat seseorang keracunan makanan.
  • Campylobacter jejuni (C. Jejuni), adalah bakteri yang bisa membuat seseorang keracunan setelah mengonsmsi makanan.
  • Yersinia Enterocolitica (Y. Enterocolitica), merupakan bakteri yang bisa menyebabkan seseorang mengalami diare akut, hingga menyebabkan seseorang mengalami sepsis fatal.

Sementara itu, terdapat penyebab lain yang memungkinkan seseorang terkena peradangan usus tetapi jarang dialami, yakni orang yang melakukan kontak fisik dengan hewan yang terlebih dahulu terinfeksi. Selain itu, proses menjalani terapi radiasi juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami peradangan pada usus.

Terapi radiasi tidak hanya menyebabkan sel kanker mati, tetapi juga banyak sel-sel sehat yang akhirnya terbunuh disaat melakukan terapi. Termasuk sel pada mulut, lambung dan usus, dampak buruk yang terjadi apabila sel-sel usus normal dan sehat rusak akibat terapi adalah munculnya peradangan.

Jenis Enteritis

  • Akibat Infeksi

Peradangan ini lebih sering terjadi karena keracunan makanan, seseorang bisa mengalami kondisi ini karena konsumsi makanan dan minuman yang telah terlebih dahulu terkontaminasi bakteri. Dengan berbagai cara, bakteri bisa masuk dengan mudah pada makanan, salah satunya ketika cara pengolahan makanan kurang bersih.

  • Akibat Radiasi

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa penyakit peradangan pada usus bisa muncul setelah seseorang menjalani terapi radiasi atau radioterapi. Sel-sel sehat yang terdapat di dalam usus yang rusak bisa menimbulkan beberapa gejala kronis dan bahkan terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Read More Penyakit

Prosedur Adrenalektomi yang Perlu Diketahui

Merupakan sebuah prosedur pengangkatan kelenjar adrenal, bisa pada salah satu atau kedua kelenjar sekaligus. Prosedur operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah dan dinamakan sebagai adrenalektomi. Kelenjar adrenal merupakan salah satu kelenjar kecil yang terletak tepat di bagian atas ginjal.

Fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan hormon yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mengatur metabolisme, sistem imun, tekanan darah hingga kadar gula darah, pada sebagian orang, sel-sel dari kelenjar adrenal tumbuh secara tidak normal atau abnormal dan tak terkendali yang berujung pada munculnya tumor.

Prosedur Adrenalektomi

Sebagai akibat dari tumbuhnya sel secara tidak normal berakibat pada produksi hormon yang meningkat dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk menangani masalah gangguan kesehatan ini, seseorang perlu melakukan prosedur pengangkatan kelenjar adrenal dan sangat mungkin dianjurkan oleh dokter dengan beberapa kondisi berikut ini.

  • Munculnya tumor kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon berlebih dengan ukuran besar, misalnya seperti berdiameter lebih dari empat hingga lima centimeter.
  • Tumor kelenjar adrenal bersifat ganas atau dikenal dengan nama kanker atau juga tumor yang dicurigai bisa menjadi ganas.
  • Kanker pada bagian tubuh lain yang menyebar ke kelenjar adrenal, contohnya seperti dari paru-paru ke ginjal.

Beberapa persiapan pun harus dilakukan sebelum masuk dalam prosedur operasi, seperti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari proses operasi. Lalu pasien harus memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dokter kemungkinan akan meminta pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut, selain itu pasien juga harus berpuasa.

Terdapat empat metode yang harus dilakukan dalam prosedur operasi ini, dokter akan kembali berdiskusi dengan pasien untuk menentukan jenis yang terbaik untuk pasien. Hal ini didasarkan pada ukuran dan tipe tumor kelenjar adrenal yang muncul dan kondisi kesehatan pasien secara umum, berikut di antaranya.

  • Operasi laparoskopi, merupakan operasi minimal invasif yang bida dipilih untuk menangani tumor adrenal dalam ukuran kecil.
  • Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA) juga merupakan operasi minimal invasif dilakukan dengan membuat sayatan kecil di punggung pasien untuk mengangkat kelenjar adrenal.
  • Bedah terbuka, operasi ini dipilih jika tumor kelenjar adrenal berukuran besar atau tumor bersifat ganas.
  • Krioblasi, proses ini menggunakan senyawa kimia untuk membekukan dan menghancurkan tumor, prosedur ini dipilih untuk menangani tumor kelenjar adrenal berukuran kecil.

Setelah melakukan proses operasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, pasien mungkin akan merasa nyeri yang muncul di sekitar area bekas sayatan. Kemudian, waktu penyembuhan pasca operasi juga terbilang bervariasi. Namun pada umumnya, seseorang bisa kembali beraktivitas secara normal kembali dalam dua hingga enam minggu.

Selain itu, seperti tindakan medis umum yang lainnya, adrenalektomi juga memiliki risiko komplikasi, bisa dalam bentuk luka ringan, sedang hingga cukup parah. Jika pasien khawatir dengan risiko komplikasi yang muncul bisa melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter, berikut ini beberapa risiko yang mungkin dialami setelah melakukan operasi.

  • Munculnya infeksi.
  • Munculnya perdarahan
  • Reaksi alergi, seperti misalnya karena terkena obat bius.
  • Mengalami cedera pada organ di sekitar kelenjar.
  • Mengalami hernia.

Sebelum melakukan operasi, pada umumnya dokter akan memberikan anestesi bisa berupa bisu lokal atau bius umum. Hal ini membuat pasien tidak akan merasa sakit selama operasi berlangsung, sementara itu operasi dilakukan hanya untuk mengangkat tumor, tetapi juga bisa untuk mengangkat kelenjar adrenal sekaligus.

Read More Penyakit

Bagaimana Speech Delay Didiagnosis & Hubungannya dengan Kemungkinan Kesembuhan

Umumnya, ketika anak berusia 2 tahun mereka sudah mampu mengatakan sekitar 50 kata dan berbicara dalam kalimat pendek, dua sampai tiga kata. Kosakata mereka akan mengalami peningkatan menjadi sekitar 1.000 kata saat usianya tiga tahun. Jika anak Anda belum memiliki kemampuan tersebut, patut diwaspadai, mungkin saja buah hati Anda mengalami speech delay.

Speech delay atau keterlambatan berbicara merupakan gangguan yang paling umum terjadi pada anak berusia 3-16 tahun. Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh National Centre for Biotechnology Information dipaparkan bahwa gangguan tersebut dialami oleh 1 hingga 32 persen pada populasi normal.

Perkembangan bicara setiap anak berbeda-beda. Namun, terdapat patokan dasar yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak Anda sesuai usianya. Hal ini bisa diterapkan untuk mendeteksi apakah anak Anda mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak.

  • Penyebab-Penyebab Speech Delay

Meski ada banyak kemungkinan, tetapi beberapa hal penting yang dapat diketahui soal terjadinya speech delay antara lain:

  • Gangguan mulut, seperti masalah dengan lidah atau langit-langit (atap mulut).
  • Frenulum pendek (lipatan di bawah lidah), yang dapat membatasi pergerakan lidah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Perkembangan lambat.
  • Cacat intelektual.

Penyebab lain termasuk:

  • Perampasan psikososial (anak tidak menghabiskan cukup waktu berbicara dengan orang dewasa).
  • Menjadi saudara kembar.
  • Autisme (gangguan perkembangan).
  • Mutisme pilihan (anak tidak mau bicara).
  • Cerebral palsy (gangguan gerakan yang disebabkan oleh kerusakan otak).

Fakta unik yang bisa dimasukkan ke dalam kelompok penyebab speech delay adalah penggunaan dua bahasa atau bilingual di rumahnya. Penggunaan dwibahasa atau  bilingual bisa memengaruhi bahasa dan ucapan anak.

Pasalnya, otak anak harus bekerja lebih keras untuk menafsirkan dan menggunakan 2 bahasa. Jadi mungkin perlu waktu lebih lama bagi anak-anak ini untuk mulai menggunakan satu atau kedua bahasa yang mereka pelajari.

  • Mendapatkan Diagnosis Speech Delay

Jika anak Anda diduga mengalami masalah komunikasi ini, Anda bisa segera menemui ahli patologi wicara-bahasa (SLP). Anda dapat menemukan ahli patologi bahasa sendiri atau meminta penyedia layanan kesehatan untuk merujukkan pada satu dokter ahli.

Peran SLP (atau ahli terapi wicara) di sini akan memeriksa kemampuan bicara dan bahasa anak. Mereka akan memeriksa mulut, langit-langit, dan lidah anak Anda. Ahli patologi akan melakukan tes standar dan mencari tonggak dalam perkembangan bicara dan bahasa anak. Mereka mungkin juga memeriksa pendengaran anak Anda. SLP juga akan memeriksa:

  • Apa yang dipahami anak Anda (disebut bahasa reseptif)
  • Apa yang bisa dikatakan anak Anda (disebut bahasa ekspresif)
  • Perkembangan suara dan kejernihan bicara
  • Status motorik lisan anak Anda (bagaimana mulut, lidah, langit-langit, dll—bekerja bersama untuk berbicara serta makan dan menelan).

Berdasarkan hasil diagnosis tersebut, ahli patologi wicara-bahasa mungkin akan merekomendasikan terapi wicara atau penanganan lain untuk mengatasi masalah speech delay anak Anda.

  • Peran Orang Tua Dalam Menangani Speech Delay

Adapun kemungkinan dari kesembuhan speech delay, selain terapi atau penanganan yang diberikan tenaga medis, peran orang tua juga amat dibutuhkan. Sebagai orang tua, Anda bisa melakukan di bawah ini untuk mendorong perkembangan anak Anda:

  • Fokus pada komunikasi. Bicaralah dengan anak Anda, bernyanyi, dan dorong peniruan suara dan gerak tubuh.
  • Bacakan untuk anak Anda. Mulailah membaca ketika anak Anda masih bayi. Cari buku-buku lunak atau papan atau buku bergambar yang sesuai dengan usia yang mendorong anak-anak untuk melihat saat Anda memberi nama gambar.
  • Gunakan situasi sehari-hari. Untuk membangun pidato dan bahasa anak Anda, ajaklah mengobrol sesering mungkin seperti berbicara mengenai aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan saat di rumah.

***

Jika anak Anda mengalami speech delay, bukan berarti selalu ada sesuatu yang salah. Kuncinya ada pada seberapa cepat Anda mendapatkan diagnosis untuk segera memberikan dan penanganan. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara atau bahasa anak Anda.

Read More Hidup Sehat